Ranking

Jumat, 30 November 2012

BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??


BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??

Setiap hari kita ngomong, entah ngomong sama anak kita, istri / suami kita, murid - murid kita, teman kerja kita, atau juga ngomong pada tetangga kita. Tapi apakah yang paling mebahagiakan kita ketika ngomong? mungkin semua akan memberikan jawaban bahwa yang paling membahagiakan ketika kita ngomong adalah didengarkan. 

Bagaimanapun juga setiap orang ingin suara (omongan ) nya didengarkan orang lain. Namun terkadang orang lain tak pedulikan omongan kita. Bahkan ada yang cuek terhadap apa yang lagi kita omongkan. Lalu apa yang kita lakukan, jika kita menginginkan agar omongan kita bisa di dengar orang lain ?

Berikut ada beberapa kiat yang bisa dicoba :

1.  Menjadi pendengar setia.  Banyak orang yang omongannya tidak didengarkan orang lain. Orang tidak lagi mau mempedulikan pembicaraannya. Nah, ketika hal ini terjadi maka sebaiknya kita mengintrospeksi pada diri kita, kita  tidak boleh berkomentar ataupun berucap sebelum  lawan bicara kita menyelesaikan pembicaraannya.

2.  Sebelum berucap hendaklah difikirkan dulu. Artinya masih ada orang yang asal ngomong, padahal omongannya belum di fikirkan terlebih dulu. Maka sebaiknya yang perlu dilakukan adalah berfikir dulu sebelum kita melontarkan kata-kata.

3.  Mengungkapkan hal-hal yang benar. Dalam suatu perbincangan hal ini sangatlah penting, karena ketika kita membicarakan hal-hal yang tidak benar, inipun yang menjadikan omongan kita tidak dipedulikan, bahkan membosankan.

4.   Jangan diam. Diam menjadikan suasana jadi beku. Sebaiknya jelaskan dengan gamblang tentang      permasalahan yang dihadapi.

5.  Hindari adu mulut. Boleh jadi dalam perbincangan kita tidak sepaham dengan lawan bicara kita. Tetapi yang  terpenting bahwa ketika kita tidak setuju, maka ungkapkan dengan bahasa yang baik, menghindari perselisihan.

6.   Jangan marah. Marah mengakibatkan omongan kita tidak lagi bisa di dengar dengan baik oleh lawan bicara kita.

7.  Minta maaf jika bersalah. Tidak menutup kemungkinan dalam perbincangan akan terjadi kesalahan. Kesalahan wajar menimpa siapa saja. Tetapi yang penting ketika kita bersalah segeralah minta maaf. Demikian juga ketika lawan bicara kita meminta maaf kitapun rela memaafkannya.

8.   Menghargai pendapat orang lain.  Ketika kita menghormati pendapat orang lain, maka orang lainpun juga menghormati pendapat kita.

Nah, sob selamat mencoba semoga omongan kita bisa didengarkan….

Selasa, 27 November 2012

HAI PARA PEMBUJANG…..


HAI PARA PEMBUJANG…..

Hai para bujangan......, yang sudah gak bujangan ndak hai lagi........
Kali ini saya ingin sekali memberikan sedikit sentuhan semoga para pembujang mau membacanya, ok... silakan simak dulu yach.....

Alangkah indahnya gambaran hidup berkeluarga itu dibanding dengan hidup membujang. Membujang adalah suatu kehidupan yang kering, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri  sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggungjawab.

Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia tidak mau melibatkan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat luas, lebih dari seperlu dirinya. Mereka membujang bersama hawa nafsu dan naluri mereka, sehingga kemurniaan semangat dan rohaninya menjadi keruh. Dalam hal ini Imam Al Ghozali melukiskan peran hawa nafsu tersebut sebagai berikut :

“Apabila  hawa nafsu itu berhasil menang dan sudah tidak mampu lagi ditundukkan oleh kekuatan takwa, maka ia akan menyeret pemiliknya kepada berbagai bentuk kekejian. Sedangkan jika hawa nafsu bisa dikendalikan dengan kekangan takwa maka ia akan berguna untuk menghentikan anggota badan pemiliknya dari hasutan nafsunya, menundukkan pandangan, dan memelihara farjinya. Adapun pemeliharaan hati dari was-was dan keraguan, ini tidak bisa diatur dibawah perintahnya, namun nafsunya selalu menarik dan membisikinya tentang berbagai masalah, termasuk tentang persetubuhan. Setan membisikinya dengan berbagai bisikan dalam berbagai waktu, kadang-kadang ia melakukan aksinya ketika korbannya dalam keadaan sholat. Terjadi dengan membayang-bayangkan semua hal, termasuk juga masalah persetubuhan, yang jika hal ini diungkapkan kepada orang yang paling hina di dunia, tentulah ia akan merasa malu, dan kelak Allah akan memperlihatkan potret hatinya itu.” (Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al- Ghozali, dalam kitab Adabun Nikah).

Kehidupan berkeluarga akan memberi kelegaan diri dan menimbulkan perasaaan senang, apalagi bila didampingi isteri yang senantiasa membantunya untuk lebih tekun beribadah dan isteri yang lebih menguatkan semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al Imam Ghozali selanjutnya berkata: “Jiwa seorang itu cepat letih. Jika dihibur dengan kelezatan, maka lkeletihan yang datang menjadi hilang sehingga jiwa kembali kuat dan bersemangat. Dan dengan bersenang-senang bersama wanita, sering kali duka derita menjadi hilang serta membawa hati menjadi bahagia. Maka hendaknya jiwa orang muttaqin itu diberi hiburan yang halal. Karena itulah Allah berfirman :”liyas kuna ilaihaa, supaya ia merasa senang kepadanya ( Istri-istrinya) ( Al A’raf : 189).

Secara singkat bahwa membina keluarga itu sangat perlu, tidak terkecuali terhadap orang-orang yang sering melanggar aturan Allah, karena hal ini merupakan kesempatan baik baginya untuk bertobat dan menjadi orang shaleh.

Nah, jelaslah kini bahwa keengganan membina rumah tangga dan keengganan untuk merealisasikan cita-cita yang terkandung di dalamnya, seperti apa telah ditulis diatas, padahal ia mampu untuk melakukannya, maka jika dipandang dari pengikut sunnah Rasulullah SAW adalah sebagai perbuatan yang tidak baik. Seharusnya ia mengetahui bahwa kehidupan ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, mendambakan persaudaraan dan gotong-royong, mencita-citakan kesucian dan kehormatan. Hidup bukanlah untuk bermalas-malasan, berhela-hela, atau memelihara sikap egois. Islam  tidak membenarkan ummatnya hidup ala rahib yang menyepi dalam biara, begitu pula sebaliknya hidup bergelimang dalam kerusakan.

Karena itulah Islam tidak menyetujui sikap orang yang tidak mau menikah dan malah mengancamnya dengan keras.

Begitu Rasulullah SAW mendapat laporan bahwa Ukkaf Ibnu Wada’ah Al Hilali tidak mau menikah, padahal ia mampu untuk melaksanakannya, maka Rasul menegurnya:
“Apakah engkau mempunyai isteri ? Ya, Ukkaf.
Dia menjawab :”Tidak....”
“Apakah engkau juga tidak mempunyai hamba sahaya?”
Dia menjawab: “Tidak....”
“Padahal engkau seorang yang sehat dan berada?!”
Dia menjawab: Ya, Alhamdulillah!’

Kalau begitu kamu ini adalah saudara setan. Kau boleh pilih apakah akan menjadi seorang rahib Nasharani atau seorang dari kami dengan mengikuti apa yang kami lakukan. Di antara sunnahku adalah menikah, dan orang yang paling jahat di antara kalian ialah orang yang hidup membujang, dan mayat yang paling hina di antara kalian adalah mayat bujangan. Celaka engkau, ya ‘Ukkaf! Menikahlah!

“ Ya ,Rasulullah. Aku tidak akan kawin kecuali dengan wanita yang engkau pilih, siapapun orangnya.”
“Aku telah kawinkan engkau atas nama Allah dan keberkahan yang mulia dengan Kaltsum Al Himyati.”

Rasulullah SAW tidak tanggung-tanggung dalam memberikan predikat buruk kepada para pembujang yang tidak kawin. Karena hidup membujang itu pada umumnya, dilengkapi dan bisa menimbulkan banyak penyimpangan serta bisa meremehkan nilai-nilai akhlaq yang dapat dipertahankan oleh orang-orang berkeluarga. Karena kecenderungan di atas, yaitu cenderung tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan tidak mempunyai ketahanan melawan berbagai bujuk rayu, sehingga kejahatan lebih dekat kepada mereka dan setan akan lebih mudah menggelincirkan mereka.

Nah,..gimana sob ? mau komen ndak nih..?

Minggu, 25 November 2012

SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA


SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA

Sob. siapapun menginginkan untuk selalu mencintai pasangannya (kekasihnya ). Berbagai  cara dan usaha ditempuh hanya untuk  meraih cinta yang abadi. Nah…mungkin postingan ini dapat membantu ketika anda mau menggapai cinta pasangan anda, silakan disimak dulu ya….

Yang pertama, biarkan ketiga alat ukur kesehatan memberi tahu anda tentang pilihan anda dalam cinta. Jika anda merasa bersemangat, berpikir sehat, dan lebih mencintai secara umum, Anda berada dalam hubungan yang memiliki masa depan

Yang kedua ,beri  tahukan kekasih anda apa yang anda rasakan. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu, nyatakan apa yang anda rasakan-perasaan menunjukkan siapa diri anda. Jika anda berpura-pura menjadi orang lain, anda tidak akan pernah merasa dicintai.

Yang ketiga, dengarkan dari pengalaman emosional. Pahami perasaan kekasih saat anda mendengarkan kata-katanya.

Yang keempat, tunjukkan dukungan dan cinta yang dibutuhkan kekasih. Mungkiin ada yang merasa saran atau uluran tangan itu tak berguna atau menenangkan, mungkin ada juga yang merasa terganggu dengan tindakan tersebut . Tidak setiap orang  senang disentuh dengan cara yang sama, menikmati kasih sayang di depan umum, atau menggapai dengan cara yang sama ketika menerima pemberian. Biarkan empati menuntun anda.

Yang kelima, Jika ragu –ragu bertanyalah. Cinta tidak membuat orang menjadi serbatahu. JJika anda tidak menanyakan perasaan kekasih anda tentang sesuatu, anda tidak akan pernah mengetahuinya.

Yang keenam, bersiaplah membina hubungan,. Mengapa begitu banyak orang yang menyangka mereka tak perlu berusaha lagi setelah menemukan cinta sejati? hubungan tumbuh dan berkembang jika ada perhatian, atau menjadi kering dan mati jika ditelantarkan.

Yang ketujuh, belajar dari pasangan anda. Kesadraan aktif mencegah anda mengandalkan asumsi masa lalu.

Yang kedelapan, waspadai ingatan emosional. Sia-sia emosional dari luka masa lalu merupakan bahaya terbesar bagi orang-orang yang kita cintai sekarang.

Yang kesembilan, Ingat bahwa satu-satunya masalah dalam berbuat salah adalah tidak mengakuinya. Kerumitan suatu hubungan menjamin timbulnya kesalahan, teta[pi kesalahanpun merupakan peluang untuk tumbuh jika dihadapi tanpa menyalahkan orang lain.

Yang kesepuluh gunakan perubahan sebagai kesempatan untuk menumbuhkan hubungan. Perubahan selalu menimbulkan stress, tetapi juga merupakan peluang untuk memperbarui dan menghidupkan kembali hubungan anda.

Begitulah sob, cara yang cerdas untuk menggapai cinta kekasih selamat mencoba semoga berhasil…

Jumat, 23 November 2012

MASIH TEGANG YA……


MASIH TEGANG YA……

Ketegangan dalam keluarga merupakan satu persoalan yang selalu harus dirahasiakan kepada orang lain, tetapi mereka berusaha keras menyelesaikannya sendiri. Rasulullah telah mengingatkan agar “berusaha menyelesaikan seluruh kebutuhan keluarga dengan menjaga rahasia”.

Memang mungkin persoalan itu begitu gawatnya, sehingga tidak mungkin dapat diselesaiakannya sendiri. Jika minta bantuan orang lain itu pun dengan syarat harus kepada kerabat terdekat dan terbatas. Yang diberitahukannya pun hanyalah hal-hal yang luar saja. Tidak diperbolehkan menunjukkan masalah sebenarnya. Kita menyimak teladan dalam keluarga Rasulullah saw dalam hal ini.

Suatu hari Rasulullah saw datang ke rumah putrinya, Fatimah ra. Di sana beliau tidak menemukan Ali. Ketika bertanya kepada Fatimah, dijawab:

“Ada konflik sedikit antara saya dengan dia. Ia marah kepada saya dan pergi keluar.”
“Anda tahu di mana Ali berada,”Tanya Rasulullah kepada seseorang.
“Ia ada di masjid, tidur, jawab orang itu.

Rasulullah mendatangi Ali yang sedang berbaring di masjid. Surbannya jatuh dari bahu dan mengenai debu. Nabi bersabda: “Bangunlah wahai Abu Turab (ayah si debu).”

Perawi kisah ini Sahl bin Sa’id mengatakan bahwa tiada nama yang disenangi Ali selain nama panggilan yang diberikan Rasulullah ini.

Dengan keterangan diatas kita mengetahui bagaimana seharusnya menceritakan konflik rumah tangga kepada seseorang. Jelas pula sikap yang diambil suami, yaitu dengan meninggalkan istri dan pergi ke tempat yang dapat menenangkan jiwa. Dengan demikian konflik tidak akan membengkak. Kita juga mengetahui bagaimana Rasululah saw yang bijak dengan tidak bertanya sebab konflik itu, meskipun Fatimah ra adalah putri beliau. Beliau tidak mencela Ali, tetapi justru mengajaknya bergurau sehingga dapat mengalihkan perhatian. Terutama dengan hal-hal yang dapat menghilangkan kemarahan seseorang.

Inilah yang harus diikuti dan dicontoh seorang suami dalam menyelesaikan ketegangan rumah tangga. Baik itu dari istri maupun dari suami.

Semoga bermanfaat,

Bagaimana dengan keluarga anda?

Selasa, 20 November 2012

SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..


SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..

Postingan kali ini lebih saya tujukan pada sahabat blogger dan pembaca tentunya yang belum menikah, karena melihat banyak temen yang ketika komen masalah keluarga atau pernikahan cuman nyimak saja, kenapa belum menikah? oohh…nunggu kalau sudah siap ya,. Lalu kapan siapnya?.....Yaah kalu sudah ada tentunya……ada apa ? begitulah sob kalau kita tanyai pada para pemuda yang belum menikah kurang lebih jawabanya seperti itu, padahal menikah itu banyak berkahnya lho…pengin tau ya?

Islam  menganjurkan pada ummatnya yang sudah mampu untuk menikah. Pernikahan dalam Islam bukan tanpa tujuan dan alasan. Dari berbagai segi pernikahan membawa berkah dan kebaikan yang sangat besar, yaitu :

Dari segi akhlaq, pernikahan bertujuan untuk  memelihara individu dari kerusakan akhlaq dan sekaligus untuk memelihara masyarakat dari kekacauan.

Dari segi kemasyarakatan, pernikahan bertujuan untuk menambah kokohnya jalinan hidup antar anggota masyarakat dan antar suku bangsa.

Dari segi politik, pernikahan berpengaruh besar dalam memperkuat kemampuan umat dengan penambahan jumlah anggota, agar mampu melawan keserakahan musuh yang sedang mengganas.

Dari segi Ekonomi, pernikahan merupakan usaha untuk menhghemat biaya hidup, disamping sebagai sarana untuk memperoleh kecukupan dan kekayaan.

Dari segi kesehatan, pernikahan bertujuan untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga dan pernikahan mencegah timbulnya berbagai penyakit kelamin yang jahat dan dapat mendatangkan kematian.

Dari segi spiritual, pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, pernikahan adalah setengah dari iman dan pelapang jalan dalam menempuh jalan Allah, karena hati menjadi bersih dari berbagai kecenderungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagi was-was.

Nah gimana sob mau nikah ya ???

Senin, 19 November 2012

BAGAIMANA CARA MENUNJUKKAN KESALAHAN


BAGAIMANA CARA MENUNJUKKAN KESALAHAN

Sob,..kiranya tak ada orang yang tidak melakukan kesalahan, entah kesalahan itu kecil ataupun besar. Bahkan kalau kita mau jujur kita pun sama karena kita juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Namun bagaimana supaya kesalahan yang dilakukan itu bisa kita terima bahwa yang kita lakukan adalah suatu kesalahan. Mengingat tidak semua orang mau ditunjukkan bahwa yang dilakukannya adalah suatu kesalahan bahkan dengan berbagai dalih mereka terkadang membela apa yang dilakukannya adalah suatu kebenaran.

Melihat beberapa kejadian yang seperti itu sudah selayaknya jika dalam menunjukkan kesalahan kita berkiblat pada Rasulullah, bagaimana cara beliau  menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh para sahabatnya.

Ada tujuh cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dalam menunjukkan kesalahan para sahabatnya sebagai “ta’zir”

Yang pertama, beliau menunjukkan kesalahan dengan pengarahan

Yang kedua, menunjukkan kesalahan dengan baik-baik

Yang ketiga , menunjukkan kesalahan dengan isyarat, seperti ketika beliau memalingkan wajah Al Fadhal dari wanita yang tengah ditatapnya

Yang keempat, menunjukkan kesalahan dengan kecaman seperti pada Abu Dzar Al Ghifari yang menghina Bilal

Yang kelima, menunjukkan kesalahan dengan memutuskan hubungan setelah diperingatkan berkali-kali, misalnya dengan orang yang melempar kerikil ataupun dengan Ka’ab bin Malik

Yang keenam, menunjukkan kesalahan dengan pukulan, seperti ketika mengajari sholat bagi anak yang sudah berusia sepuluh tahun.

Yang ketujuh, menunjukkan kesalahan dengan dipertontonkan.

Demikian sob cara Rasulullah menunjukkan kesalahan, bagaimana dengan anda?

Minggu, 18 November 2012

“CEREWET” MASIHKAH DIBUTUHKAN?


“CEREWET” MASIHKAH DIBUTUHKAN?

Suatu saat ketika saya bersama keluarga silaturahmi ke rumah ibu yang berada di sebuah desa. Ibu saya berpesan “ Win…..kowe ojo bosen bosen nyrewetin anak-anakmu sebabe nak ora mbok crewetin mengko mundak ora dadi uwong apik” ( Win... kamu jangan bosan-bosan untuk memberi nasihat kepada anak-anakmu sebab tanpa kamu beri nasihat nantinya tidak akan menjadi orang yang baik), begitulah kira - kira pesan ibuku. Dan pesan ini selalu diulang-ulang setiap kali saya bersama keluarga bersilaturahmi kerumah ibu. Ternyata yang dimaksud ibu saya “crewet” itu saya harus tetap memberikan nasehat kepada anak –anakku di setiap waktu.

Anak….betapapun sudah dibiasakan, sudah dikasih contoh bahkan juga sudah mendapat perhatian dari orang tua namun masih ada ada saja yang dilakukannya tidak berkenan dihati orang tua. Apa yang dikerjakannya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh orang tua. Oleh sebab itulah sebagai orang tua senantiasa harus tetap memberi nasihat pada anak-anaknya agar tetap berjalan dijalan yang benar.

Sebagai contoh yang sering kita jumpai misalkan saja anak-anak kita sering melalaikan kewajiban untuk beribadah sholat tidak mau berpuasa, sebagai orang tua harus banyak banyak ngomong memberikan nasehat pada anak-anak tersebut karena tanpa dicerewetin akhirnya akan terbiasa dengan hal hal yang buruk itu. Dan saya rasa semua orang tua tidak menginginkan hal seperti ini terjadi.

Nah…sob agar nasihat kita bisa diterima baik oleh anak-anak kita alangkah baiknya jika kita memberikan nasihat itu sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw , bagaimana Rasulullah memberikan nasehat?

1.    Menggunakan dialog, artinya beliau melontarkan permasalahan untuk membangkitkan perhatian, merangsang daya pikir seraya memberikan nasihat yang berbekas pada mereka.

2.      Membuka nasehat dengan bersumpah, Demi Allah…….

3.      Mencampur nasehat dengan canda agar menghilangkan kejemuan dan menjadi daya tarik.

4.  Sederhana dalam memberikan nasehat. Beliau tidak bertele tele dalam memberikan nasehat sehingga tidak membosankan.

5.      Kadangkala beliau memberi nasehat dengan sangat berwibawa dan menimbulkan bekas.

6.      Memberikan nasehat dengan perumpamaan - perumpamaan.

7.      Menasehati dengan mmeperagakan tangan agar lebih jelas dan mudah dimengerti.

8.      Memberikan nasehat dengan memperagakan skema atau gambar.

9.      Memberikan nasehat dengan amalan praktis.

1 .  Memberikan nasehat dengan melihat kesempatan.

Begitulah sob,…cara Rasulullah meberikan nasehat, bagaimana dengan anda?

 ZAITUN ( Zaman Akhir Ini Untuk Ngaji )   Salah satu fenomena yang cukup memprihatinkan pada zaman kita saat ini adalah rendahnya semangat d...