Rabu, 30 Oktober 2013

NGAYOMI DAN NGAYEMI

NGAYOMI DAN NGAYEMI

Bagi sebagian orang mungkin ada yang belum tahu apa tu ngayomi dan juga ngayemi. Dua kata ini seharusnya  disandang oleh semua para pemimpin. Padahal kita semua adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin terhadap diri sendiri.

Ngayomi artinya memberi perlindungan. Sebagai seorang pemimpin sudah selayaknya memberi perlindungan kepada para anggotanya, para pengikutnya yang menjadi tanggung jawabnya. Seorang suami misalnya dia harus bisa memberikan perlindungan kepada istri dan anaknya  dari bahaya yang mengancamnya. Dia harus berani mempertaruhkan segalanya demi untuk menjaga keluarganya. Dengan demikian karena pimpinannya sudah memberikan pengayoman maka akan sangat terasa sekali betapa teduhnya hidup dibawah pimpinan yang memberikan perlindungan. Dan inilah yang harus kita upayakan bersama terutama sebagai suami yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keluarga.

Ngayemi artinya memberikan ketentraman, adem ayem. Sebagai seorang pemimpin harus mampu memberikan ketentraman, kenyamanan, ketenangan pada setiap yang dipimpinnya. Demikian juga sebagai suami mestinya harus bisa ngayemi terhadap istri dan anaknya sehingga diharapkan istri dan anak akan merasakan ketenangan, ketentraman dan kedamaian. Karena yang namanya ketenangan, ketentraman itu bukan karena banyaknya materi yang dimiliki akan tetapi karena hatinya merasakan tenang, damai dan tentram.

Nah, bagaimana dengan pimpinan anda sekarang ?

Selasa, 29 Oktober 2013

TRENYUH.....

TRENYUH.....

Yach.....mungkin kalimat itulah yang pantas dirasakan ketika membaca salah satu blog dari seorang teman. Ketika menguplod judul entri kisah yang menyedarkan ku akan arti seorang suami. 


Sebagai  seorang suami saya sangat terharu sekali membacanya sekaligus sangat menginginkan istriku seperti apa yang ada dalam kisah itu. Dan alangkah baiknya jika kisah itu kita sampaikan kembali. Mari kita simak bersama-sama.


Hal ini terjadi ketika ada seorang isteri menangis-nangis ingin sekali berhasrat untuk mandikan jenazah suami dia.. Bapak mertua dengan police forensikpun tak bolehkan... Sambil menangis isteri berkata ini janji kami suami isteri. Jika abang mati dulu kamu (isteri) mandikanlah jenazah abang, Andai kamu (isteri) mati dulu dari abang, abang akan mandikan jenazah kamu.


Dari luar bilik mayat hospital seorang ustadz masuk dan tanye ape hal gerangan , setelah faham lalu ustadz tu kate tak apelah kalau isteri nak mandikan jenazah suami.. maka ustadz tadi bersama beberapa org lagi temankan si isteri mandikan jenazah suaminya..


Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdoa,... "Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayangkan abang.. Moga Allah ampunkan dosa abang dan satukan kite di akhirat nanti.."


Kemudian dia basuh tangan jenazah suami sambil berkata ..." Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami. moga Allah beri pahala untuk mu suami ku.."


Kemudian dia membasuh tubuh jenazah suami smbil berkata "tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anak, moga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku"


Kemudian dia membasuh kaki jenazah suami sambil berkata ..."dengan kaki ini abang keluar mencari rezki utk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi,terima kasih abang...moga Allah beri kau kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali gandanya"


Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengucup sayu suaminya dan berkata "terima kasih abang kerana aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia dan terima kasih kerna meninggalkan aku bersama permata hatimu yg persis dirimu dan aku. Sebagai seorang isteri, aku redha akan kepergianmu kerana kasih sayang Allah pada mu."
semoga Allah memberkati pasangan seperti ini....



Senin, 28 Oktober 2013

MODEL SUAMI

 MODEL SUAMI 

Suami......yang kata-kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Suami adalah pasangan istri, maka sering juga kita mendengar istilah pasutri ( pasangan suami istri ). Suami adalah kepala rumah tangga, suami adalah yang bertanggung jawab terhadap permasalahan yang dihadapi dalam keluarga dan masih banyak tugas suami yang lainnnya yang tak bisa kusebutkan disini. He he anda lebih tahu  ....

Nah, sob kalau menurut pendapatku suami itu mempunyai watak dan karakter yang berbeda-beda lhoh, dan kali ini akan aku sampaikan sedikit saja. Dan ini bukan berarti menyinggung para suami akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari nampaknya memang inilah yang terjadi.

Untuk lebih mudah mengingatnya maka akan ku buat singkatan, tapi mohon maaf jika para pembaca ada yang sama namanya dengan tulisan ini. Sekali lagi ini hanya sekedar singkatan.

SU HAR SO,  Artinya Suami Harus Sobar. Ini yang pertama harus dilakukan oleh para suami harus tetap sabar mengahadapi istrinya, anaknya dan segala permasalahan yang ada di dalam keluarga. Tanpa kesabaran mana mungkin seorang suami bisa mengarahkan istri dan anaknya pada jalan yang benar. 

SU TA RI, Artinya Suami Takut Istri. Model yang kedua inipun banyak kita jumpai. Seorang suami yang "kalah" dengan istrinya. Banyak alasan kenapa sampai terjadi demikain dan salah satunya adalah karena tidak adanya keseimbangan antara pasutri tadi. Yach...terlebih jika suaminya miskin, pendidikan rendah ,gaji lebih rendah dari istri ini yang kebanyakan menjadikan ia takut sama istrinya. Mestinya, ketika sudah menjadi pasutri kedua-duanya harus saling mengisi memahami diantara keduanya sehingga kekurangan yang ada itu bukan dijadikan untuk takut ataupun menakuti akan tetapi justru dengan kekurangan itu memacu untuk lebih baik lagi dalam membangun kedekatannya.

SU JAD IM, Artinya Suami Jadi Imam. Imam itu pemimpin, suami akan memimpin jalannya bahtera rumah tangga. Dia yang akan mempertanggungjawabkan semua yang dilakukan anggota keluarganya. Sebagai pemimpin mestinya tidak hanya bisa memerintah saja akan tetapi lebih dari itu seorang pemimpin selain memerintah juga memberi contoh kepada semua yang dipimpinnya. dan ingat setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban.

SU HAR DI, Artinya Suami Harus Ditaati. Ditaati dalam hal yang tidak bertentangan dengan aturan agama tentunya, dan jika bertentangan maka tiada kewajiban untuk mentaatinya. Laa Tho'ata limakhluqin fie ma'shiatil Kholiq ( Tiada ketaatan kepada makhluq dalam bermaksiat kepada Allah). Dan  hal yang perlu kita tahu bahwa salah satu yang membuat suami bahagia jika apa yang diperintahnya ditaati.

SU MAN TRI, Artinya Suami Memanjakan Istri. Memanjakan itu ketika sang istri minta apa saja langsung diberi dan dipenuhi tanpa banyak pikir. Memanjakan istri memang perlu akan tetapi ini juga harus tepat dalam memilih waktu dan juga melihat kondisi keuangan kita. Jangan-jangan karena ingin memanjakan sang istri ada sebagian suami rela menempuh jalan haram untuknya.  Ini yang dikhawatirkan karena pada akhirnya masalah ini akan terungkap juga. Dan yang menanggung akibatnya adalah keluarga itu mungkin juga berimbas pada sanak saudara dan teman-teman dekatnya.

Begitulah sob, jika anda pembaca seorang suami tipe manakah yang cocok untuk anda dan jika anda kebetulan jadi seorang istri, suami macam mana yang saat ini bersamam anda ??


Sabtu, 26 Oktober 2013

MARSYA SOMDE

MARSYA SOMDE

Ini bukanlah sebuah nama, tapi ini akan selalu mengikuti setiap kita yang tidak berhati-hati dalam bertindak. Tindakan yang kita lakukan sering tanpa disadari senntiasa menghadirkan salah satu dari Marsya Somde. Marsya somde adalah sifat buruk yang harus kita jauhkan.

Apa sich Marsya Somde itu ?

Mar,berarti kemarahan. Kemarahan itu diiaratkan seperti binatang buas, jika mangsanya mati, barulah ia memakannya.
Sya, artinya syahwat. Nafsu syahwat itu bagaikan api, jika kayu sudah kering, maka ia akan melalapnya.
Som, artinya kesombongan, Kesombongan itu seperti permusuhan dengan seorang raja, jika tidak membunuhmu, ia akan mengusirmu
De, artinya dengki. Dan kedengkian itu seperti menantang orang yang lebih mampu darimu.  

Jumat, 25 Oktober 2013

KELEMBUTAN BATIN

KELEMBUTAN BATIN

Manusia selalu berada diantara kekuasaan perintah dan ancaman, maka ia membutuhkan pertolongan ketika menjalankan perintah dan kelembutan ketika dalam ancaman. Seberapa besar orang menjalankan perintah, sebesar itu pula kelembutan akan diperolehnya dalam ancaman. Jika dia menjalankan perintah dengan sempurna baik secara lahir dan batin, maka ia akan mendapatkan kelembutan baik secara lahir maupun batin. Jika hanya menjalankan secara lahir tanpa hakikat, maka ia pun kan mendapatkan kelembutan lahir dan hanya akan mendapatkan sedikit kelembutan batin.

Selasa, 22 Oktober 2013

TUGAS BERAT ORANG TUA

TUGAS BERAT ORANG TUA

Menjadi orang tua bukanlah kemudian tanpa tugas ataupun bebas tugas, justru ketika menjadi orang tua tugas itu sudah menunggu di depan kita bahkan tugas itu akan menjadi berat ketika kita tidak sabar  dan telaten dalam melakukannya.

Tanpa menggurui dan merasa pintar sendiri, marilah kita sama-sama mengingat kembali bahwa tugas kita sebagai orang tua itu betul-betul berat:

Yang pertama sebagai orang tua kita harus mengkhususkan waktu secara rutin untuk anak-anak kita dengan cara mengamati cara belajar, membaca dan memperhatikan sesuatu. Nah, ternyata masih banyak dari kita yang kurang memperhatikan tugas ini. Dan ini terlihat masih banyak orang tua yang masa bodoh terhadap masalah ini. Sebagian orang tua sibuk dengan kerjaan nya sendiri sehingga melupakan tugas ini.

Yang kedua sebagai orang tua juga harus sering duduk bersama anak-anaknya untuk memberikan pandangan terhadap apa yang dipelajarinya dan melatih memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapinya. Namun, masih ada diantara kita yang karena kesibukannya sehingga tidak pernah berkumpul sama keluarganya terutama dengan anak-anaknya dan pada akhirnya anak-anak kita kesulitan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya,

Yang ketiga,sebagai orang tua kita mesti melatih anak-anak kita untuk bisa berbicara dan mendengar dengan baik. Berbicara yang baik artinya tidak berbicara dengan suara keras, banyak bicara, bicara terlalu cepat, atau ikut campur dalam pembicaraan orang lain. Sebisa mungkin anak-anak kita terhindar dari perbuatan buruk ini. Sedangkan menjadi pendengar yang baik adalah bagaimana kita mengajari anak-anak kita tahu kapan dia harus berbicara, tidak boleh memotong pembicaraan, tidak boleh tergesa-gesa menanggapi pembicaraan orang lain, hendaklah mereka menunggu sa,pai orang lain selesai berbicara meskipun berbeda pandangan.

Yang keempat sebagai orang tua kita juga harus melatih anak-anak kita untuk meluruskan pikiran dengan cara yang halus, merapikan tulisan, dan memperbaiki ucapan. Hal ini dilakukan dengan harapan kebiasaan-kebiasaan buruk yang banyak dijumpai pada orang dewasa dapat dihindari sejak kecil karena kebiasaan buruk merupakan hal serius yang mengkhawatirkan dan membahayakan.

Masih banyak tugas berat yuang lain yang belum bisa saya tulis disini, dan saya yakin sobat semua juga mempunyai masalah yang serupa dengan diatas. Bagaimana sobat menjalankan tugas berat itu ?

Minggu, 20 Oktober 2013

DIWENEHI ATI NGROGOH REMPELO

DIWENEHI ATI NGROGOH REMPELO

Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk masalah yang baru ku alami bersama istri. Niat baik yang kita lakukan terkadang disalah pahami oleh orang lain. Barang kali kalo kita mau merenungkan inipun merupakan hal yang terbaik yang harus kita terima setelah kita berusaha maksimal.

Bulan Mei tahun 2012, aku bersama istri sepakat untuk investasi tanah kecil-kecilan. Setelah sekian tahun lamanya uang itu diinvestasikan disebuah BMT. Namun pada tahun itu uang dari BMT ku ambil dan keinvestasikan tanah kapling.

Awalnya memang ragu untuk investasi tanah, ini semua dikarenakan nanti akan ada masalah ketika ngurus sertipikat. Dalam pikiran istrikupun juga demikian. Namun pada akhirnya aku bersama istri akhirnya memutuskan untuk membeli tanah kapling setelah mendapat tawaran dari seorang teman dengan harga yang terjangkau dengan dana yang tersedia.

Akhirnya kami membeli tiga kapling sekaligus. Dan karena dana sudah ada maka kami sepakat untuk ke Notaris untuk balik nama penjualan tanah kapling itu. Transaksipun kami lakukan didepan notaris. Kami merasa lega karena jual beli itu dilakukan didepan notaris. Dan sebelumnya kami juga sudah sepakat bahwa untuk sertipikat yang baru biaya akan ditanggung si penjual.

Waktu ssudah berjalan empat bulan lamanya. Sesuai dengan apa yang dikatakan petugas di notaris itu setelah empat bulan boleh dikroscek.Maka kami pun melakukan apa yang menjadi petunjuk dari petugas nataris itu. Tapi hasilnya belum jadi. dan ketika kami mendatang ke notaris itu tyernyata ada masalah nama, yaitu nama si penjual itu tidak sama antara di KTP dengan yang ada di sertipikat. Maka dari pihak notaris itu minta waktu lagi sampai perubahan nama itu selesai.

Kira-kira dua bulan perubahan nama itu selesai. akan tetapi sertipikat atas nama pembeli belum juga muncul. Kami tanyakan lagi ternyata dari pihak penjual menyatakan bahwa butuh dana yang besar lagi. Padahal sejak awal sebesar apapun akan ditanggung penjual. Namun kali ini penjual minta kami untuk membantu meringankan biaya itu. Setelah terjadi diskusi yang panjang maka terjadi kesepakatan bahwa kami sanggup untuk membantu biaya itu dan akan kami bayarkan setelah sertipikat sudah jadi.

Lama sudah kutunggu-tunggu sampai lebih dari satu tahun, ternyata belum juga terbit. Akhirnya kami menemui kembali sama si penjual untuk menanyakan hal ini. Tapi tak disangka dan dikira ternyata berubah lagi si penjual minta untuk biaya itu ditanggung oleh pembeli. Kami terkejut dan sempat mengingatkan kembali kesepakatan awal yaitu kami membayar dengan sekian ini sudah bersih artinya sudah sama sertipikatnya. Akan tetapi si penjual nampaknya sudah tidak menghiraukan lagi kesepakatan itu.

Dari pada berlama-lama kami pun mengiyakan permintaan si penjual. Dalam benak kami mudah-mudahan dengan membiayai sendiri akan cepat selesai. Dan baru kemaren kami ketemu lagi di depan notaris untuk menyelesaikan permasalahan kami. Semoga cepat selesai.



Selasa, 08 Oktober 2013

INILAH 5 PERKARA YANG MEMBEDAKAN PARA SAHABAT RASUL DENGAN KITA

INILAH 5 PERKARA YANG MEMBEDAKAN PARA SAHABAT RASUL DENGAN KITA

Ibarat langit dan bumi, mungkin itu kalimat yang pantas ketika kita ingin membandingkan kita dengan para sahabat Rasul. Sangat jauh berbeda apa yang kita lakukan dengan mereka para sahabat Rasul. Namun demikian tetap ada usaha untuk mencontoh, mengikuti tingkah laku mereka. 

Lalu apa yang membedakan kita dengan mereka ?
Mari sejenak kita renungkan lima perkara ini......

Yang pertama, mereka menjalani hidupnya denganmudah, lunak, danm tidak ada beban. Mereka menangani berbagai urusan dengan sikap yang sederhana, tidak angkuh, tidak merepotkan, dan tidak pula memberatkan. 

Yang kedua, ilmu mereka berlimpah, barokah, dan direfleksikan ke dalam sepak terjangnya, tidak bertele-tele, tidak basa-basi, tidak banyak bicara, tidak suka membual atau memperumit masalah.

Yang ketiga, pekerjaan qolbu menurut penilaian mereka lebih besar nilainya daripada pekerjaan jasmani. Oleh karena itu, mereka memiliki keikhlasan pada Allah, kepatuhan, ketawakalan, kecintaan,keinginan,keseganan, ketakutan pada Nya. Adapun urusan mereka sehubungan denagn amal sunnah, baik yang menyangkut shalat maupun puasa, terkesan begitu sederhana, sehingga sebagian tabi'in yang menjadi murid mereka terlihat lebih banyak dan lebih bersemangat mengerjakan amal sunnah jasmani daripada mereka.

Yang keempat, keminiman mereka dalam memiliki harta duniawi dan kesenangannya, kebebasan mereka dari bebannya, dan berpalingnya mereka dari keindahan dan kegemerlapannya, membuat mereka menjalani kehidupan ini dengan hati yang senang, bahagia, dan tentram.

Yang kelima, mereka lebih mengutamakan amal jihad daripada amal sholih yang lainnya, sehingga jihad menjadi ciri khas, tanda, bintang dan perlambang yang menghiasi diri mereka. Mereka menghabisi kesusahan, kesempitan, dan kesedihan mereka denganmenyibukkan diri dalam kancah jihad, karena dalam jihad terkandung pengertian dzikir, amal, pengorbanan dan pergerakan.

Bagaimana dengan anda ???

Sabtu, 05 Oktober 2013

DASAR SETIAP KEBAIKAN

DASAR SETIAP KEBAIKAN

Dasar setiap kebaikan adalah jika Allah menghendaki akan terjadi dan jika tidak, tidak akan terjadi. Yakinlah bahwa semua kebaikan adalah nikmat Nya, maka bersyukurlah atas nikmta itu dan tunduklah kepadanya semoga nikmat itu tidak terputus darimu. Yakinlah bahwa segala kejelekan adalah adzab dan siksanya, maka memohonlah kepada Nya agar Dia menjauhkannya darimu. Janganlah kamu ragu-ragu untuk mengerjakan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan maksiat.

Para ahli makrifat sepakat bahwa setiap kebaikan pada dasarnya adalah taufik dari Allah kepada manusia dan setiap bencana adalah cobaan bagi manusia. Mereka juga sepakat bahwa taufik adalah, bahwa Allah tidak menjadikanmu terkalahkan oleh hawa nafsu sedangkan bencana adalah adanya jarak yang memisahkan antara dirimu dan jiwamu.

Jika setiap kebaikan sumbernya adalah taufik, yang berada di tangan Allah bukan tangan hamba Nya, maka kuncinya adalah doa, merasa rendah diri, mencintai dan takut pada Nya. Jika Allah memberi kunci ini pada seorang hamba, berarti Dia membukakan pintu baginya, namun jika Dia menyembunyikan kunci itu darinya, mak kebaikan itu berarti diperuntukkan untuk orang lain.

Amirul Mukminin Umar Ibn Al Khaththab berkata, "Sesungguhnya aku tidak menghendaki pentingnya jawaban, tetapi pentingnya doa. Karena jika kamu mengucapkan doa maka jawaban akan ada bersamanya."

Seberapa besar niat seseorang, keinginan dan cita-citanya dalam berdoa, maka sebesar itulah taufik dan perrtolongan Nya. Pertolongan dari Alllah turun kepada manusia sebesar keinginan, kemantapan, kecintaan dan ketakutan mereka pada Allah, dan begitu juga dengan kehinaan.

Allah SWT merupakan Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Dia menempatkan taufik Nya pada tempat yang tepat dan kehinaan pada tempatnya yang sesuai. Sungguh Dia Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Allah tidak memberi taufik kepada seseorang karena ia kehilangan rasa syukurnya dan meremehkan do'a. Sedangkan orang diberi kemenangan dan pertolongan Nya karena ia mau bersyukur dan percaya kepada do'a. Pemimpin keimanan itu adalah kesabaran; posisi kesabaran terhadap iman seperti kepala terhadap jasad; jika kepala dipotong maka jasad akan mati. ( Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah )

Jumat, 04 Oktober 2013

Sebuah renungan !!!!!!!

Kembali  ( Nasyid Raihan )

Kehidupan yang kau lalui tiada berarti
Namun kau masih tak menyadari
Bila wajahmu pucat lesu
Terbujur kaku
Bimbang hidup kau kan berakhir
Tiadakkah kau tahu Dia Yang Maha Kuasa
Masihkah kau tak mengerti
Tiada hidup tanpa Nya

Subhanallah.........

Lalu kau pun tunduk membisu
Sejuta ketakutan
Bayangkan dosamu bagai lautan
Haraplah diberi peluang
Umur yang panjang
Kau akan jadi hamba sejati

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Pengampun
Kembalilah kepada fitrahmu

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Pengampun
Sedarlah kau dari kesilapanmu

Lalu kau pun sujud mengaku
Hilang keangkuhanmu
Cabutlah noda hitam di hatimu
Haraplah diberi peluang
Beribadah kembali
Kau kan jadi hamba yang sejati

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Pengampun
Kembalilah kepada fitrahmu

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Pengampun Cintailah Ilahi
Cinta yang hakiki

Subhanallah....Subhanallah......

Selasa, 01 Oktober 2013

TANDA-TANDA KEBAHAGIAAN DAN KESENGSARAAN

TANDA-TANDA KEBAHAGIAAN DAN KESENGSARAAN

Ibarat roda yang berputar, bahagia dan sengsara senantiasa berputar bersama dengan berjalannya waktu. Di suatu saat bahagia itu berada diatas sedang disaat yang lain bahagia itu berada dibawah. Demikian juga sebaliknya.

Namun demikian perlu kita cermati tanda-tanda dari kedua hal tersebut :

Diantara tanda-tanda kebahagiaan adalah bahwa :

Jika ilmu bertambah maka akan bertambah pula kerendahan hati dan belas kasihan .
Jika amal  bertambah maka akan bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya.
Jika bertambahnya umur maka akan berkuranglah ketamakannya.
Jika yang bertambah hartanya maka bertambah kedermawanan dan sedekahnya.
Jika yang bertambah kekuasaannya dan pangkatnya maka bertambah pula kedekatannya kepada manusia dan memenuhi kebutuhan mereka serta bertambah tawadhu' terhadap mereka.

Sedangkan tanda-tanda kesengsaraan adalah:

Jika bertambah ilmu bertambah pula kesombongannya.
Jika amalnya yang bertambah maka bertambah sombong dan penghinaannya kepada manusia, serta selalu berbaik sangka pada diri sendiri.
Jika bertambah umurnya semakin bertambah pula ketamakannya.
Jika hartanya bertambah, tambah kekikirannya dan kebakhilannya.
Jika kekuasaanya yang bertambah, bertambah pula kesombongan dan keangkuhannya.

Semua perkara ini merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk menguji para hamba Nya, yang dengannya suatu kaum menjad bahagia dan kaum lain menjadi sengsara.

Popular Posts

Pengikut