Jumat, 28 Desember 2012

PANDAI PANDAILAH BER PESAN DIRI


PANDAI PANDAILAH BER PESAN DIRI

Saudaraku,..keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah merupakan dambaan kita semua, namun untuk mencapainya tidaklah segampang yang diucapkan ataupun yang dibayangkan. Perlu kerja keras untuk mengarah ke tujuan itu.

Salah satu hal yang penting kita ketahui adalah bagaimana kita berpesan diri pada pasangan kita. Bagi pasangan yang baru ini merupakan pelajaran yang baik akan tetapi bagi pasangan yang sudah lama pun hal ini juga merupakan sesuatu yang sangat berharga, karena tidak ada kata terlambat dalam kebaikan.

Dalam sebuah pengajian seorang ustadz memberikan nasehatnya berkenaan dengan masalah yang ada dalam keluarga. Beliau mengilustrasikan sepasang suami istri yang digambarkan istrinya sangat gemuk. Sang istri bilang sama suaminya Pa.... apa papa ndak malu punya istri seperti saya? Kenapa malu? Jawab suaminya. Kan banyak orang yang tidak suka melihat orang yang terlalu gemuk seperti saya? Aah...itu kan kata orang lain biarin saja yang penting papa suka koq. Alasannya apa? Lanjut sang istri. He he sederhana ma...kalau mama gemuk gak makan satu minggu pun masih kuat ( becanda ni ). Alasannya karena papa sudah cocok dengan mama, jadi apapun yang ada pada diri mama semua papa suka.

Di sisi lain beliau mengungkapkan seorang suami yang kalau tidur ngorok ( mendengkur ), lalu sang suami bilang sama istri tercintanya, ma...maafkan papa ya? Lho emang ada apa pa? Apa yang dimaafkan? Maafin papa kalau semalam tidur mama terganggu,. Terganggu apa? Sahut sang istri.. Yach mungkin saja terganggu karena semalaman papa tidur sambil mendengkur. Aahh..... papa biasa saja koq gak ada yang menganggu tidurku, kalaupun papa mendengkur aku suka koq malahan seperti musik pengantar tidur, he he balas istri becanda juga.

Melalui pesan diri seperti itu, diharapkan tidak terjadi riak-riak masalah akibat tidak saling memahami nilai-nilai dari pasangan hidupnya. Sangat mungkin seseorang membuat kesalahan akibat tidak tahu tata nilai yang dampaknya akan banyak muncul ketersinggungan. Maka disinilah perlunya kita belajar memberitahukan apa yang kita inginkan. Dan inilah esensi dari pesan diri.

Bagaimana dengan anda?

Senin, 24 Desember 2012

MENGELOLA PERASAAN…


MENGELOLA PERASAAN…

Assalamualaikum, gimana kabarnya hari ini sob.. wah pasti bahagia ya,,,atau malahan lagi sedih nih…ooh ternyata ada yang masih galau yaa?  Itulah yang namanya perasaan. Setiap manusia mengenal perasaan. Perasaaan karena cinta, benci, puas, bahagia, sedih, marah, galau  dan, sebagainya.

Perasaan dapat terlihat dari reaksi-reaksi tubuh seperti gemetar karena ketakutan, aliran darah yang bertambah deras (jantung berdebar-debar) karena marah atau wajah merah karena malu. Perasaan juga diikuti dengan rasa senang dan atau tidak senang, seperti juga rasa tegang/bersemangat ataupun rasa tenang/puas. Jika kita merasakan sesuatu maka maka hal ini sering tercermin dari luar, misalnya mengeluh putus asa, menangis karena sedih, melompat karena senang, berwajah murung karena kecewa.

Jika kita mengungkapkan perasaan kita secara terus terang, maka belum tentu orang lain di sekitar kita mau menerimanya, hal ini sangat bergantung dari situasi dan budaya tempat kira hidup. Dalam budaya Jawa, misalnya sedapat mungkin orang menahan agar tidak menampakkan perasaan, dan menghadapi situasi apapun dengan tenang/sabar sambil sedikit tersenyum, baik dalam keadaan sedih, marah ataupun kecewa.

Yang berbahaya bagi kita, jika kita mencoba menekan seluruh perasaan kita. Artinya, kita mengakui adanya perasaan tersebut dan bertingkah laku seakan-akan tidak ada apa-apa. Makin baik kita menyadari dan menerima perasaan kita, maka kita akan makin baik mengendalikannya. Hal ini sama sekali bukan berarti bahwa kita harus selalu memperlihatkan perasaan kita, melainkan kita harus belajar, bilamana sebaiknya perasaan kita itu diungkapkan dan kapan tidak.

Bagaimana anda mengelola perasaan?

Jumat, 21 Desember 2012

TAJAMNYA LISAN PEREMPUAN…….



TAJAMNYA LISAN PEREMPUAN…….

Keberadaan kita didunia tak lepas dari peran yang namanya perempuan, perempuan yang telah mengandung kita, melahirkan bahkan sampai membimbing kita hingga saat ini. Begitu berartinya perempuan dimata kita, sampai sampai Rasul memerintahkan kita jangan sampai berani beraninya sama perempuan terrlebih seorang ibu. Karena kata katanya sangat manjur….

Khotib Al Baghdadi menceritakan pengalamannya semasa kecil, saat naik keatap rumah, rasa ingin tahunya muncul, maka anak laki-laki itupun melongokkan kepala  melihat isi rumah tetangga sebelahnya, tapi sang bunda melihat dan segera menegurnya dengan kata-kata yang akan terekam dalam memori otaknya , ‘’ sungguh ayahmu adalah seorang laki-laki sholeh yang tidak melihat sesuatu yang haram, dan ibumu adalah perempuan perempuan yang tidak melihat barang yang haram, maka janganlah kamu melihat kepada sesuatu yang haram karena akibat buruknya akan kembali kepadamu dan keturunanmu!’’ Ulama tersebut berkata : ‘’ kata –kata ibuku ini senantiasa tersimpan dalam hatiku, dan tidaklah aku berfikir sesuatu yang buruk kecuali bayangan itu muncul dengan kata-kata tersebut lalu keinginan buruk itupun menjauh dariku, kata-katanya memberi manfaat sepanjang hayatku.’’

Itulah dahsyatnya kata kata  seorang ibu pada jiwa anak-anaknya, ia akan mewarnai si anak, dan secara perlahan akan membentuk karakter anak tersebut. Bisa kita bayangkan bagaimana seandainya kata-kata yang terlontar dari seorang ibu itu adalah kata-kata yang tidak berkualitas., tidak membangun bahkan mengandung racun. Apa jadinya anak tersebut?
Perempuan, ya ia adalah sosok makhluk yang luar biasa, tentunya tanpa mengesampingkan peran dan keberadaan laki-laki. Dia ditakdirkan untuk melahirkan generasi, sebuah tugas yang amat berat dan tidak bisa tergantikan oleh siapapun. Bila ibu pendidik tersebut bertampang seram, lidahnya tajam dan mentalnya rapuh, kita bisa bayangkan seperti apa generasi yang dilahirkannya. Perempuanlah yang paling sering berinteraksi dengan anak. Mulai saat mengandung hingga tahapan-tahapan selanjutnya. Peluang untuk mewarnai anak sangat besar. Maka tak heran banyak perempuan yang mampu mendidik anaknya dengan baik meski sikap dan perilaku suami tidak mendukungnya.

Al kisah ada seorang laki-laki mengajak anaknya pergi untuk suatu keperluan. Rupanaya dirumah itu tidak ada lagi sesuatu yang bisa dimakan. Ketika tiba disuatu tempat, disamping sebuah rumah yang sepi sang ayah berkata perlahan:’’kamu diam saja disini, perhatikan nanti kalau ada orang yang lewat beri aku tanda secepatnya ya? Setelah memastikan keadaan maka sang ayah itupun beranjak pergi. Si anak memandangi ayahnya yang dengan langkah gelisah memasuki sebuah kebun di rumah yang tak dikenalnya itu. Waktu berlalu, suasana damai dan sepi, namun tba-tiba si anak memberi isyarat sebagaimana pesan ayahnya, segera berlari menjauhi tempat tersebut. Tak pelak sang ayahpun mengurungkan niatnya dan berlari sekuat tenaga, tak dihiraukanya hasil yang hampir diraihnya. Rasa laparnya tak lagi menggoda. ‘’siapa yang melihat kita tadi, nak? Tanya sang ayah dengan nafas yang masih tersengal.’’Dia melihat, meski ayah tak melihat Nya jawab si kecil sambil menatap langit dengan mata beningnya. Laki-laki itu terpaku, diam seribu bahasa.

Kata-katanya misalnya mampu mempengaruhi bahkan kadang membelokkan jalan pemikiran suami. Banyak laki-laki yang kendur kejujurannya, luntur idealismenya karena tiap hari digerus oleh pola pikir dan gaya bahasa sang istri tercinta. Sebaliknya perempuan juga mampu menunjukkan betapa keilmuan dan keluhuran budi terpancar lewat lisannya mampu mengokohkan keyakinan dan meneguhkan pijakan berfikir suami. Bayangkan apa yang ada dalam benak seorang suami ketika berangkat kerja sang istri mengantarkan sambil berpesan:’’Kami mampu bersabar menahan lapar, tapi kami sungguh tak mampu menahan panas api neraka!’’. Masihkah suami tadi tega mengkhianati istrinya dengan sikap macam-macam? Pastilah pesan sang istri itu akan terngiang-ngiang ditelinganya: ‘’jangan bawa pulang uang haram, kami tak mau masuk neraka!’’.

Demikian sob semoga tulisan ini bermanfaat, 

Senin, 17 Desember 2012

BAHASA TUBUH


BAHASA TUBUH

Manusia terdiri dari badan dan jiwa. Kedua hal ini sama pentingnya dan membentuk suatu kesatuan yang utuh. Tubuh kita akan bereaksi terhadap berita-berita, pengalaman, dan perasaan-perasaan tertentu. Kita akan sakit perut, tangan jadi berkeringat/basah, jantung berdebar-debar, wajah memerah atau kerongkongan seolah-olah menutup. Banyak orang yang tidak begitu memperhatikan perubahan-perubahan tubuh ini dibandingkan dengan perhatian terhadap hal-ha  yang sedang dipikirkannya. Padahal sebenarnya kita dapat menghindarkan diri dari banyak hal atau masalah jika saja kita lebih peka dan mau mendengarkan apa yang dikatakan tubuh kita.

Baik secara sadar maupun tidak, kita juga memperhatikan tanda-tanda tubuh dari orang-orang lain disekitar kita. Cara tersenyum, posisi tubuh yang tegap, gerak tangan yang menandakan kecemasan atau cara bersalaman yang penuh percaya diri dan masih banyak lagi. Kadangkala apa yang dikatakan seseorang bertentangan dengan gerakan (bahasa) tubuhnya, misalnya jika ia mengatakan tidak cemas tetapi tangannya gemetar dan orang tersebut jalan mondar-mandir seperti gelisah. Dalam situasi seperti ini maka biasanya kita akan cenderung untuk lebih mempercayai bahasa tubuh orang itu daripada perkataanya.

Nah, bagaimana dengan anda pernahkah anda mengalaminya?

Rabu, 12 Desember 2012

EMPAT KARAKTER ANAK


EMPAT KARAKTER ANAK

Kehadiran anak membawa kehangatan dalam keluarga. Anak bisa membuat orang tua bahagia, tapi juga bisa membuat orang tua menjadi sengsara. Peran anak dalam masyarakat sangat lah penting dalam membawa nama keluaraga.
Dan yang wajib kita ketahui bahwa anak amanah dari Allah. Maka bagaimana kita mebina dan mengarahkannya supaya tetap mengenal Sang Pencipta.
Ada empat hal prinsip mengenai anak :
Anak sholih penyejuk hati
Yaitu anak yang selalu menjadikan Allah sebagai tujuannya, Rasul sebagai idolanya dan Islam sebagai pedomannya. Ia juga tidak melakukan tindakan, melaksanakan pekerjaan kecuali yang baik - baik. Inilah yang menjadi harapan semua orang tua, maka kita juga diperintahkan untuk berdoa sebagaimana yang tersurat dalam surat Al Furqon ayat 74 “ Dan orang-orang yang berkata: ”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

    Nah, anak sholeh inilah yang senantiasa dalam kehidupannya selalu menampilkan sifat rendah diri dan penuh kasih sayang kepada ke dua orang tuanya. Karena keberadaannya tidak lepas dari peran bapak ibunya, maka ia selalu mendoakan disetiap waktu

Anak sebagai perhiasan

Harta dan anak anak adalah perhiasan  kehidupan dunia tetapi amalan - amalan yang kekal lagi sholeh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Orang tua manapun akan merasa bangga dan bersyukur ketika melihat anak-anaknya berhasil. Tetapi yang terpenting adalah jangan sampai dengan keberhasilannya itu menjadikan lalai dari mengingat Allah SWT. Karena ketika kita melakukan hal ini maka kita akan menjadi orang-orang yang merugi.

Anak sebagai ujian

Kadang ada ujian tersendiri bagi orang tua. Di saat orang tua menyerukan kebaikan pada semua orang, sementara anak anaknya menyeru kemaksiatan. Adalah dua sisi yang sangat jauh berbeda. Inilah  peringatan Allah Swt dalam surat At Taghobun ayat 15 : ” Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan ( bagimu ), dan disisi Allah-lah pahala yang besar.

Anak sebagai musuh

Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Demikian peringantan Allah, sangat jelas bahwa diantara istri-istri dan anak-anak kita ada yang menjadi musuh bagi kita. Yang selalu berseberangan dengan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Disaat orang tua mendakwahkan kebajikan disaat itu juga sang anak menyerukan kemaksiatan. Sungguh pekerjaan yang sangat berat.

Harapan orang tua adalah jika anak-anaknya menjadi anak yang sholeh. Sebagaimana sabda Rasul : ” Jika telah meninggal anak Adam maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.”

Bagaimana dengan anak-anak anda?

Minggu, 09 Desember 2012

KEBAHAGIAAN DALAM RUMAH TANGGA


KEBAHAGIAAN DALAM RUMAH TANGGA

Salah besar kalau ada orang yang menyangka bahwa kebahagiaan rumah tangga akan terwujud manakala terpenuhi kebutuhan materi, seperti banyaknya harta, rumah tinggal yang bagus, peralatan mewah, mobil yang mahal, aneka ragam pakaian, unsur-unsur kemewahan dan pemenuhan syahwat serta hal-hal yang lain. Tidaklah berlebihan kalau kita katakan bahwa banyak gadis yang saat ini dikuasai presepsi semacam ini sebagai tolok ukur kebahagiaan membangun rumah tangga. Impian  berbunga yang memenuhi benak mereka adalah presepsi materialistis ini.

Satu hal yang harus diketahui pemuda pemudi Islam adalah bahwa kebahagiaan membangun rumah tangga yang sesungguhnya tidak akan terealisir karena materi yang murah dan tidak abadi ini. Berapa banyak kita jumpai mereka yang hidup dalam rumah tangga, istana, dikelilingi para dayang dan pelayan, namun mereka tidak pernah menikmati kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Sementara kita sering menjumpai kebahagiaan rumah tangga, justru terwujud oleh pasangan suami istri yang hidup di gubuk kecil.

Kebahagiaan itu muncul dari dalam jiwa dan bukan dari luar. Kebahagiaan itu karena taqwa kepada Allah, Karena Dia akan memberi kebahagiaan kepada orang yang bertaqwa. Benarlah seorang penyair ketika berkata,

“Tidaklah kutahu kebahagiaan itu dari pengumpulan harta, akan tetapi yang bertaqwa, dialah yang bahagia”

Tatkala taqwa mewarnai suami-istri, maka maka akan terealisir kebahagiaan berumah tangga yang sesunngguhnya. Yang dimaksud taqwa kepada Allah, pertama adalah mroqobatullah, kemudian berusaha mencari apa yang di-ridhai-Nya dan menjauhi apa yang dibenci-Nya serta beriltizam kepada setiap taujih kerumahtanggaan yang tertera pada Al-Qur’an dan As-sunah, baik dalam hal kehidupan suami-istri, maupun kewajiban yang harus dilaksanakan dan hak-hak yang harus ditunaikan oleh keduanya. Tak diragukan lagi kalau di dalamnya terdapat kebahagiaan dan kebaikan, karena pengarahan itu datang dari Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui serta Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Demikian lalu bimbingan dari Rasulullah SAW, yang beliau tidak berucap dari hawa nafsunya. Beliau mengasihi dan menyayangi kaum mu’minin, memperhatikan apa saja yang menimpa mereka serta sangat memgharapkan kebaikan pada diri mereka.

Dengan adanya taqwa pada diri suami-istri,  akan muncul pula rasa saling percaya di antara keduanya. Sang suami tentram hatinya dan merasakana bahwa istrinya itu hanyalah berbakti kepadanya. Sang istripun merasakan hal serupa. Tidak ada alasan untuk ragu-ragu, berprasangka macam-macam yang berakibat bisa mengotori kesucian kehidupan rumah tangga dan tentunya akan merusak kebahagian dan kasih sayang.

Dengan taqwa akan terwujud sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai firman Allah :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Seorang muslim ( suami ) yang bertaqwa kepada Allah akan memandang pernikahan itu sebagai bentuk ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban terhadap istri, rumah, dan anak-anak, sebaik-baiknya. Demikian pula seorang muslimah ( istri ) yang bertaqwa kepada Allah akan memandang pernikahan sebagai ibadah. Iapun akan berusaha untuk memperoleh ridha-Nya dengan melaksanakan kewajiban terhadap suami, rumah, dan anak-anaknya. Rumah semacam ini akan dianugrahi sakinah, mawaddah, rahmah, dan sa’adah ( kebahagiaan ). 

Bagaimanakan dengan keluarga anda?

Jumat, 07 Desember 2012

BERIKAN HAK ISTRI ANDA !!!


BERIKAN HAK ISTRI ANDA !!!

Sob, postingan kali ini masih tentang keluarga, mungkin masih ada sebagian suami yang tidak memberikan hak istrinya. Dengan alasan ingin lebih fokus dalam beribadah lah ingin menjadi orang yang zuhud lah atau dengan alasan- alasan lain yang dibuat buatnya sehingga istri merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.

Nah, sob ini saya kutipkan sebuah kisah  dari Mutiara Hikmah 1001 kisah :
Ada sepasang suami istri yang dihadirkan ke hadapan Hakim Ka`ab Al As`adi. Perkara suami istri itu diajukan kepada Hakim karena pengaduan sang istri terhadap suaminya sendiri.

Maka ketika sidang mulai digelar, dengan meratap, si istri mengadukan hal-nya kepada sang Hakim.  Tuan Hakim yang terhormat, aku mengadu kepadamu , memintamu untuk memberikan keadilan kepadaku”.” Ya baiklah. Tapi jelaskan dahulu perkara apa yang hendak kamu ajukan kepadaku !”.” Aku mengadukan suamiku. Aku benar-benar tidak suka dengan cara hidupnya selama ini. Setiap hari kerjanya cuma sibuk beribadah.Tempat tidurnya adalah masjid. Ia jarang sekali untuk datang tidur bersamaku di tempat tidur kami dirumah. Setiap malam kerjanya cuma sholat melulu. Kalau siang hari terus menerus puasa. Aku hampir-hampir tak pernah ia perdulikan. Aku betul-betul tidak senang dengan cara hidup yang seperti ini terus-menerus “.Mendengar pengaduan si istri, hakim Ka`ab Al As`adi mengkonfirmasikan perihal tersebut kepada suaminya.” Betulkah pengaduan oleh istrimu barusan itu ?”” Benar, Pak Hakim !”.” Kalau begitu, apa maksudmu dengan semua kegiatanmu yang terus menerus seperti itu ?.”  Aku ingin menjadi ahli ibadah, Pak Hakim !”.

Setelah tahu duduk persoalannya, Hakim Ka`ab lalu merenungkannya. Setelah mempertimbangkan jawaban-jawaban yang diutarakan sang suami secara mendalam, kemudian hakim memberikan keputusannya.” Sebagai suami darinya, istrimu mempunyai hak atas dirimu. Kamu wajib memenuhi haknya itu. Allah SWT telah menghalalkan bagimu dua wanita, tiga wanita, atau sampai empat wanita untuk dapat kamu jadikan istrimu. Sekarang, istrimu kan hanya seorang. Itu berarti dalam empat hari berturut-turut kamu mempunyai waktu tiga hari untuk melakukan ibadah dan sehari dapat kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan biologis istrimu”.

Keputusan hakim Ka`ab Al As`adi yang menetapkan tiga hari sekali untuk mengumpuli istri membuat khalifah Umar bin Khattab kagum. Atas kebijaksanaannya yang mengagumkan itu, kemudian khalifah mengangkat Ka`ab sebagai hakim di Basrah.

Bagaimanakah dengan anda, sudahkah memberikan hak-hak istri anda?

Minggu, 02 Desember 2012

BAGAIMANA ANDA MEMPERLAKUKAN WANITA?


BAGAIMANA ANDA MEMPERLAKUKAN WANITA?

Dari sederetan sejarahnya yang panjang, kaum wanita senantiasa mengalami perlakuan yang bermacam - macam dari manusia. Ada sekelompok kaum yang memperlakukan dan menganggap wanita sebagai barang yang tidak berguna dan dihinakan. Wanita dijadikan barang dagangan yang dapat ditukar dengan sedikit barang, wanita diwariskan kepada lelaki lain, wanita dianggap sebagai sumber mala petaka dan datangnya kemarahan dewa, bahkan ada sekelompok kaum yang membunuh wanita untuk menyusul kematian suaminya.

Ada sekelompok kaum yang menganggap dan memperlakukan wanita sebagai Dewi Fortuna. Wanita dipuja-puja, dijadikan simbol –simbol dan hiasan-hiasan yang kemudian dipajang dengan bebas di etalase-etalase toko, di pasar-pasar, di kantor-kantor bahkan sampai masuk rumah-rumah. Yang kesemuanya itu hanya akan berujung kepada pemuasan nafsu dengan bungkus kata - kata yang sopan dan menarik, sehingga wanita kembali menjadi korban pelecehan.

Ada sekelompok kaum yang menganggap dan memperlakukan wanita sama seperti laki-laki. Wanita yang bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarganya, wanita menjadi pekerja kasar, wanita menanggung penderitaan yang sama seperti laki-laki, bahkan ada sekelompok kaum yang memperkenankan wanita bersuamii lebih dari satu.

Ada pula sekelompok lagi yang menganggap dan memperlakukan wanita sesuai dengan kodratnya. Wanita dipandang sebagai sosok yang memiliki karakteristik jasmani dan emosional yang berbeda dengan laki-laki, tetapi memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sederajat dengan lelaki. Yang diantara keduanya terjadi hubungan timbal balik yang saling mengisi dan melengkapi. Wanita mengandung dan mengasuh anak-anak, suami mencari nafkah keluarga. Wanita dijaga kehormatan dan kemuliaannya, dihormati pendapatnya, tidak diperlakukan dengan kasar dan keras, juga wanita mendapat tugas di barisan belakang sebagai perawat dan juru masak dalam pertempuran jihad yang diarungi kaum lelaki.

Nah, demikianlah sob cara orang memperlakukan wanita, bagaimana dengan anda?

Sabtu, 01 Desember 2012

BEGITU CEPATNYA KAU MELUPAKAN


BEGITU CEPATNYA KAU MELUPAKAN

Begitu cepatnya waktu berlalu, tanpa terasa sudah hampir lima tahun kita tak bertemu. Selama itu aku merasakan betapa indah, dan betapa senangnya ketika masih bersama -sama denganmu, namun kini semuanya sudah berubah tak seperti dulu lagi.

Masih ingat di telingaku saat kau menjelaskanku tentang arti sebuah pengorbanan, waktu itu kau sampaikan dengan penuh semangat, bahwa ternyata seekor lalat bisa membawa kesengsaraan dan juga bisa membawa kenikmatan.  Karena lalat itu dijadikan sarana untuk pengorbanan ( persembahan ). Ketika mengiyakan maka ia akan masuk neraka dan ketika menolak justru ia akan selamat. Masih ingatkah saudaraku pesanmu ini............?

Masih terngiang ditelingaku juga nasehatmu yang lain, disaat kau memberikan petuah bagaimana seharusnya seseorang berbuat adil kepada semuanya, baik terhadap musuh dan kaum kerabat  sendiri. Kau tegaskan bahwa jika Fatimah binti Muhammad mencuri niscaya akan aku potong tangannya,  demikianlah nasehat itu, yang menunjukkan betapa adilnya hukum dalam Islam, tidak memandang siapa yang salah semua akan kena sanksinya. Tapi kenapa ketika itu terjadi dalam kerabatmu kamu jadi bimbang untuk menegakkannya..........?

Nasehat yang lainpun masih belum kulupakan ketika kau memberikan nasehat untuk selalu berbuat sopan, santun, dan ramah kepada semua manusia, karena dengan sifat inilah mereka mau mendengarkan ataupun mengikuti  ajakan kita.  Jika kau berkeras hati maka orang disekitarmu akan lari dari mu, itulah yang sering kau bisikkan kepadaku. Namun sekarang sifat itu sudah tidak lagi bersemayam dalam dirimu......kenapa?

Yang terakhir kau mengajakku untuk senantiasa hidup dalam kesederhanaan, makan seadanya bahkan tidurpun juga demikian. Itu semua karena kita sama sama ingin mencontoh apa yang kita kaji bersama betapa sederhananya Rasulullah, meski punya harta yang melimpah tapi tetap dalam kesederhanaan.  Tapi sekarang kau lupakan itu.....kau tidur dari satu hotel ke hotel yang lain dan kau juga makan dari satu restauran ke restauran yang lain, kau sudah melupakan semuanya.......ada apa denganmu......?

Jumat, 30 November 2012

BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??


BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??

Setiap hari kita ngomong, entah ngomong sama anak kita, istri / suami kita, murid - murid kita, teman kerja kita, atau juga ngomong pada tetangga kita. Tapi apakah yang paling mebahagiakan kita ketika ngomong? mungkin semua akan memberikan jawaban bahwa yang paling membahagiakan ketika kita ngomong adalah didengarkan. 

Bagaimanapun juga setiap orang ingin suara (omongan ) nya didengarkan orang lain. Namun terkadang orang lain tak pedulikan omongan kita. Bahkan ada yang cuek terhadap apa yang lagi kita omongkan. Lalu apa yang kita lakukan, jika kita menginginkan agar omongan kita bisa di dengar orang lain ?

Berikut ada beberapa kiat yang bisa dicoba :

1.  Menjadi pendengar setia.  Banyak orang yang omongannya tidak didengarkan orang lain. Orang tidak lagi mau mempedulikan pembicaraannya. Nah, ketika hal ini terjadi maka sebaiknya kita mengintrospeksi pada diri kita, kita  tidak boleh berkomentar ataupun berucap sebelum  lawan bicara kita menyelesaikan pembicaraannya.

2.  Sebelum berucap hendaklah difikirkan dulu. Artinya masih ada orang yang asal ngomong, padahal omongannya belum di fikirkan terlebih dulu. Maka sebaiknya yang perlu dilakukan adalah berfikir dulu sebelum kita melontarkan kata-kata.

3.  Mengungkapkan hal-hal yang benar. Dalam suatu perbincangan hal ini sangatlah penting, karena ketika kita membicarakan hal-hal yang tidak benar, inipun yang menjadikan omongan kita tidak dipedulikan, bahkan membosankan.

4.   Jangan diam. Diam menjadikan suasana jadi beku. Sebaiknya jelaskan dengan gamblang tentang      permasalahan yang dihadapi.

5.  Hindari adu mulut. Boleh jadi dalam perbincangan kita tidak sepaham dengan lawan bicara kita. Tetapi yang  terpenting bahwa ketika kita tidak setuju, maka ungkapkan dengan bahasa yang baik, menghindari perselisihan.

6.   Jangan marah. Marah mengakibatkan omongan kita tidak lagi bisa di dengar dengan baik oleh lawan bicara kita.

7.  Minta maaf jika bersalah. Tidak menutup kemungkinan dalam perbincangan akan terjadi kesalahan. Kesalahan wajar menimpa siapa saja. Tetapi yang penting ketika kita bersalah segeralah minta maaf. Demikian juga ketika lawan bicara kita meminta maaf kitapun rela memaafkannya.

8.   Menghargai pendapat orang lain.  Ketika kita menghormati pendapat orang lain, maka orang lainpun juga menghormati pendapat kita.

Nah, sob selamat mencoba semoga omongan kita bisa didengarkan….

Selasa, 27 November 2012

HAI PARA PEMBUJANG…..


HAI PARA PEMBUJANG…..

Hai para bujangan......, yang sudah gak bujangan ndak hai lagi........
Kali ini saya ingin sekali memberikan sedikit sentuhan semoga para pembujang mau membacanya, ok... silakan simak dulu yach.....

Alangkah indahnya gambaran hidup berkeluarga itu dibanding dengan hidup membujang. Membujang adalah suatu kehidupan yang kering, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri  sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggungjawab.

Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia tidak mau melibatkan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat luas, lebih dari seperlu dirinya. Mereka membujang bersama hawa nafsu dan naluri mereka, sehingga kemurniaan semangat dan rohaninya menjadi keruh. Dalam hal ini Imam Al Ghozali melukiskan peran hawa nafsu tersebut sebagai berikut :

“Apabila  hawa nafsu itu berhasil menang dan sudah tidak mampu lagi ditundukkan oleh kekuatan takwa, maka ia akan menyeret pemiliknya kepada berbagai bentuk kekejian. Sedangkan jika hawa nafsu bisa dikendalikan dengan kekangan takwa maka ia akan berguna untuk menghentikan anggota badan pemiliknya dari hasutan nafsunya, menundukkan pandangan, dan memelihara farjinya. Adapun pemeliharaan hati dari was-was dan keraguan, ini tidak bisa diatur dibawah perintahnya, namun nafsunya selalu menarik dan membisikinya tentang berbagai masalah, termasuk tentang persetubuhan. Setan membisikinya dengan berbagai bisikan dalam berbagai waktu, kadang-kadang ia melakukan aksinya ketika korbannya dalam keadaan sholat. Terjadi dengan membayang-bayangkan semua hal, termasuk juga masalah persetubuhan, yang jika hal ini diungkapkan kepada orang yang paling hina di dunia, tentulah ia akan merasa malu, dan kelak Allah akan memperlihatkan potret hatinya itu.” (Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al- Ghozali, dalam kitab Adabun Nikah).

Kehidupan berkeluarga akan memberi kelegaan diri dan menimbulkan perasaaan senang, apalagi bila didampingi isteri yang senantiasa membantunya untuk lebih tekun beribadah dan isteri yang lebih menguatkan semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al Imam Ghozali selanjutnya berkata: “Jiwa seorang itu cepat letih. Jika dihibur dengan kelezatan, maka lkeletihan yang datang menjadi hilang sehingga jiwa kembali kuat dan bersemangat. Dan dengan bersenang-senang bersama wanita, sering kali duka derita menjadi hilang serta membawa hati menjadi bahagia. Maka hendaknya jiwa orang muttaqin itu diberi hiburan yang halal. Karena itulah Allah berfirman :”liyas kuna ilaihaa, supaya ia merasa senang kepadanya ( Istri-istrinya) ( Al A’raf : 189).

Secara singkat bahwa membina keluarga itu sangat perlu, tidak terkecuali terhadap orang-orang yang sering melanggar aturan Allah, karena hal ini merupakan kesempatan baik baginya untuk bertobat dan menjadi orang shaleh.

Nah, jelaslah kini bahwa keengganan membina rumah tangga dan keengganan untuk merealisasikan cita-cita yang terkandung di dalamnya, seperti apa telah ditulis diatas, padahal ia mampu untuk melakukannya, maka jika dipandang dari pengikut sunnah Rasulullah SAW adalah sebagai perbuatan yang tidak baik. Seharusnya ia mengetahui bahwa kehidupan ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, mendambakan persaudaraan dan gotong-royong, mencita-citakan kesucian dan kehormatan. Hidup bukanlah untuk bermalas-malasan, berhela-hela, atau memelihara sikap egois. Islam  tidak membenarkan ummatnya hidup ala rahib yang menyepi dalam biara, begitu pula sebaliknya hidup bergelimang dalam kerusakan.

Karena itulah Islam tidak menyetujui sikap orang yang tidak mau menikah dan malah mengancamnya dengan keras.

Begitu Rasulullah SAW mendapat laporan bahwa Ukkaf Ibnu Wada’ah Al Hilali tidak mau menikah, padahal ia mampu untuk melaksanakannya, maka Rasul menegurnya:
“Apakah engkau mempunyai isteri ? Ya, Ukkaf.
Dia menjawab :”Tidak....”
“Apakah engkau juga tidak mempunyai hamba sahaya?”
Dia menjawab: “Tidak....”
“Padahal engkau seorang yang sehat dan berada?!”
Dia menjawab: Ya, Alhamdulillah!’

Kalau begitu kamu ini adalah saudara setan. Kau boleh pilih apakah akan menjadi seorang rahib Nasharani atau seorang dari kami dengan mengikuti apa yang kami lakukan. Di antara sunnahku adalah menikah, dan orang yang paling jahat di antara kalian ialah orang yang hidup membujang, dan mayat yang paling hina di antara kalian adalah mayat bujangan. Celaka engkau, ya ‘Ukkaf! Menikahlah!

“ Ya ,Rasulullah. Aku tidak akan kawin kecuali dengan wanita yang engkau pilih, siapapun orangnya.”
“Aku telah kawinkan engkau atas nama Allah dan keberkahan yang mulia dengan Kaltsum Al Himyati.”

Rasulullah SAW tidak tanggung-tanggung dalam memberikan predikat buruk kepada para pembujang yang tidak kawin. Karena hidup membujang itu pada umumnya, dilengkapi dan bisa menimbulkan banyak penyimpangan serta bisa meremehkan nilai-nilai akhlaq yang dapat dipertahankan oleh orang-orang berkeluarga. Karena kecenderungan di atas, yaitu cenderung tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan tidak mempunyai ketahanan melawan berbagai bujuk rayu, sehingga kejahatan lebih dekat kepada mereka dan setan akan lebih mudah menggelincirkan mereka.

Nah,..gimana sob ? mau komen ndak nih..?

Minggu, 25 November 2012

SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA


SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA

Sob. siapapun menginginkan untuk selalu mencintai pasangannya (kekasihnya ). Berbagai  cara dan usaha ditempuh hanya untuk  meraih cinta yang abadi. Nah…mungkin postingan ini dapat membantu ketika anda mau menggapai cinta pasangan anda, silakan disimak dulu ya….

Yang pertama, biarkan ketiga alat ukur kesehatan memberi tahu anda tentang pilihan anda dalam cinta. Jika anda merasa bersemangat, berpikir sehat, dan lebih mencintai secara umum, Anda berada dalam hubungan yang memiliki masa depan

Yang kedua ,beri  tahukan kekasih anda apa yang anda rasakan. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu, nyatakan apa yang anda rasakan-perasaan menunjukkan siapa diri anda. Jika anda berpura-pura menjadi orang lain, anda tidak akan pernah merasa dicintai.

Yang ketiga, dengarkan dari pengalaman emosional. Pahami perasaan kekasih saat anda mendengarkan kata-katanya.

Yang keempat, tunjukkan dukungan dan cinta yang dibutuhkan kekasih. Mungkiin ada yang merasa saran atau uluran tangan itu tak berguna atau menenangkan, mungkin ada juga yang merasa terganggu dengan tindakan tersebut . Tidak setiap orang  senang disentuh dengan cara yang sama, menikmati kasih sayang di depan umum, atau menggapai dengan cara yang sama ketika menerima pemberian. Biarkan empati menuntun anda.

Yang kelima, Jika ragu –ragu bertanyalah. Cinta tidak membuat orang menjadi serbatahu. JJika anda tidak menanyakan perasaan kekasih anda tentang sesuatu, anda tidak akan pernah mengetahuinya.

Yang keenam, bersiaplah membina hubungan,. Mengapa begitu banyak orang yang menyangka mereka tak perlu berusaha lagi setelah menemukan cinta sejati? hubungan tumbuh dan berkembang jika ada perhatian, atau menjadi kering dan mati jika ditelantarkan.

Yang ketujuh, belajar dari pasangan anda. Kesadraan aktif mencegah anda mengandalkan asumsi masa lalu.

Yang kedelapan, waspadai ingatan emosional. Sia-sia emosional dari luka masa lalu merupakan bahaya terbesar bagi orang-orang yang kita cintai sekarang.

Yang kesembilan, Ingat bahwa satu-satunya masalah dalam berbuat salah adalah tidak mengakuinya. Kerumitan suatu hubungan menjamin timbulnya kesalahan, teta[pi kesalahanpun merupakan peluang untuk tumbuh jika dihadapi tanpa menyalahkan orang lain.

Yang kesepuluh gunakan perubahan sebagai kesempatan untuk menumbuhkan hubungan. Perubahan selalu menimbulkan stress, tetapi juga merupakan peluang untuk memperbarui dan menghidupkan kembali hubungan anda.

Begitulah sob, cara yang cerdas untuk menggapai cinta kekasih selamat mencoba semoga berhasil…

Jumat, 23 November 2012

MASIH TEGANG YA……


MASIH TEGANG YA……

Ketegangan dalam keluarga merupakan satu persoalan yang selalu harus dirahasiakan kepada orang lain, tetapi mereka berusaha keras menyelesaikannya sendiri. Rasulullah telah mengingatkan agar “berusaha menyelesaikan seluruh kebutuhan keluarga dengan menjaga rahasia”.

Memang mungkin persoalan itu begitu gawatnya, sehingga tidak mungkin dapat diselesaiakannya sendiri. Jika minta bantuan orang lain itu pun dengan syarat harus kepada kerabat terdekat dan terbatas. Yang diberitahukannya pun hanyalah hal-hal yang luar saja. Tidak diperbolehkan menunjukkan masalah sebenarnya. Kita menyimak teladan dalam keluarga Rasulullah saw dalam hal ini.

Suatu hari Rasulullah saw datang ke rumah putrinya, Fatimah ra. Di sana beliau tidak menemukan Ali. Ketika bertanya kepada Fatimah, dijawab:

“Ada konflik sedikit antara saya dengan dia. Ia marah kepada saya dan pergi keluar.”
“Anda tahu di mana Ali berada,”Tanya Rasulullah kepada seseorang.
“Ia ada di masjid, tidur, jawab orang itu.

Rasulullah mendatangi Ali yang sedang berbaring di masjid. Surbannya jatuh dari bahu dan mengenai debu. Nabi bersabda: “Bangunlah wahai Abu Turab (ayah si debu).”

Perawi kisah ini Sahl bin Sa’id mengatakan bahwa tiada nama yang disenangi Ali selain nama panggilan yang diberikan Rasulullah ini.

Dengan keterangan diatas kita mengetahui bagaimana seharusnya menceritakan konflik rumah tangga kepada seseorang. Jelas pula sikap yang diambil suami, yaitu dengan meninggalkan istri dan pergi ke tempat yang dapat menenangkan jiwa. Dengan demikian konflik tidak akan membengkak. Kita juga mengetahui bagaimana Rasululah saw yang bijak dengan tidak bertanya sebab konflik itu, meskipun Fatimah ra adalah putri beliau. Beliau tidak mencela Ali, tetapi justru mengajaknya bergurau sehingga dapat mengalihkan perhatian. Terutama dengan hal-hal yang dapat menghilangkan kemarahan seseorang.

Inilah yang harus diikuti dan dicontoh seorang suami dalam menyelesaikan ketegangan rumah tangga. Baik itu dari istri maupun dari suami.

Semoga bermanfaat,

Bagaimana dengan keluarga anda?

Selasa, 20 November 2012

SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..


SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..

Postingan kali ini lebih saya tujukan pada sahabat blogger dan pembaca tentunya yang belum menikah, karena melihat banyak temen yang ketika komen masalah keluarga atau pernikahan cuman nyimak saja, kenapa belum menikah? oohh…nunggu kalau sudah siap ya,. Lalu kapan siapnya?.....Yaah kalu sudah ada tentunya……ada apa ? begitulah sob kalau kita tanyai pada para pemuda yang belum menikah kurang lebih jawabanya seperti itu, padahal menikah itu banyak berkahnya lho…pengin tau ya?

Islam  menganjurkan pada ummatnya yang sudah mampu untuk menikah. Pernikahan dalam Islam bukan tanpa tujuan dan alasan. Dari berbagai segi pernikahan membawa berkah dan kebaikan yang sangat besar, yaitu :

Dari segi akhlaq, pernikahan bertujuan untuk  memelihara individu dari kerusakan akhlaq dan sekaligus untuk memelihara masyarakat dari kekacauan.

Dari segi kemasyarakatan, pernikahan bertujuan untuk menambah kokohnya jalinan hidup antar anggota masyarakat dan antar suku bangsa.

Dari segi politik, pernikahan berpengaruh besar dalam memperkuat kemampuan umat dengan penambahan jumlah anggota, agar mampu melawan keserakahan musuh yang sedang mengganas.

Dari segi Ekonomi, pernikahan merupakan usaha untuk menhghemat biaya hidup, disamping sebagai sarana untuk memperoleh kecukupan dan kekayaan.

Dari segi kesehatan, pernikahan bertujuan untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga dan pernikahan mencegah timbulnya berbagai penyakit kelamin yang jahat dan dapat mendatangkan kematian.

Dari segi spiritual, pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, pernikahan adalah setengah dari iman dan pelapang jalan dalam menempuh jalan Allah, karena hati menjadi bersih dari berbagai kecenderungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagi was-was.

Nah gimana sob mau nikah ya ???

Popular Posts

Pengikut