Jumat, 30 November 2012

BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??


BAGAIMANA YA OMONGAN KITA BIAR DIDENGARKAN??

Setiap hari kita ngomong, entah ngomong sama anak kita, istri / suami kita, murid - murid kita, teman kerja kita, atau juga ngomong pada tetangga kita. Tapi apakah yang paling mebahagiakan kita ketika ngomong? mungkin semua akan memberikan jawaban bahwa yang paling membahagiakan ketika kita ngomong adalah didengarkan. 

Bagaimanapun juga setiap orang ingin suara (omongan ) nya didengarkan orang lain. Namun terkadang orang lain tak pedulikan omongan kita. Bahkan ada yang cuek terhadap apa yang lagi kita omongkan. Lalu apa yang kita lakukan, jika kita menginginkan agar omongan kita bisa di dengar orang lain ?

Berikut ada beberapa kiat yang bisa dicoba :

1.  Menjadi pendengar setia.  Banyak orang yang omongannya tidak didengarkan orang lain. Orang tidak lagi mau mempedulikan pembicaraannya. Nah, ketika hal ini terjadi maka sebaiknya kita mengintrospeksi pada diri kita, kita  tidak boleh berkomentar ataupun berucap sebelum  lawan bicara kita menyelesaikan pembicaraannya.

2.  Sebelum berucap hendaklah difikirkan dulu. Artinya masih ada orang yang asal ngomong, padahal omongannya belum di fikirkan terlebih dulu. Maka sebaiknya yang perlu dilakukan adalah berfikir dulu sebelum kita melontarkan kata-kata.

3.  Mengungkapkan hal-hal yang benar. Dalam suatu perbincangan hal ini sangatlah penting, karena ketika kita membicarakan hal-hal yang tidak benar, inipun yang menjadikan omongan kita tidak dipedulikan, bahkan membosankan.

4.   Jangan diam. Diam menjadikan suasana jadi beku. Sebaiknya jelaskan dengan gamblang tentang      permasalahan yang dihadapi.

5.  Hindari adu mulut. Boleh jadi dalam perbincangan kita tidak sepaham dengan lawan bicara kita. Tetapi yang  terpenting bahwa ketika kita tidak setuju, maka ungkapkan dengan bahasa yang baik, menghindari perselisihan.

6.   Jangan marah. Marah mengakibatkan omongan kita tidak lagi bisa di dengar dengan baik oleh lawan bicara kita.

7.  Minta maaf jika bersalah. Tidak menutup kemungkinan dalam perbincangan akan terjadi kesalahan. Kesalahan wajar menimpa siapa saja. Tetapi yang penting ketika kita bersalah segeralah minta maaf. Demikian juga ketika lawan bicara kita meminta maaf kitapun rela memaafkannya.

8.   Menghargai pendapat orang lain.  Ketika kita menghormati pendapat orang lain, maka orang lainpun juga menghormati pendapat kita.

Nah, sob selamat mencoba semoga omongan kita bisa didengarkan….

Selasa, 27 November 2012

HAI PARA PEMBUJANG…..


HAI PARA PEMBUJANG…..

Hai para bujangan......, yang sudah gak bujangan ndak hai lagi........
Kali ini saya ingin sekali memberikan sedikit sentuhan semoga para pembujang mau membacanya, ok... silakan simak dulu yach.....

Alangkah indahnya gambaran hidup berkeluarga itu dibanding dengan hidup membujang. Membujang adalah suatu kehidupan yang kering, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri  sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggungjawab.

Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia tidak mau melibatkan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat luas, lebih dari seperlu dirinya. Mereka membujang bersama hawa nafsu dan naluri mereka, sehingga kemurniaan semangat dan rohaninya menjadi keruh. Dalam hal ini Imam Al Ghozali melukiskan peran hawa nafsu tersebut sebagai berikut :

“Apabila  hawa nafsu itu berhasil menang dan sudah tidak mampu lagi ditundukkan oleh kekuatan takwa, maka ia akan menyeret pemiliknya kepada berbagai bentuk kekejian. Sedangkan jika hawa nafsu bisa dikendalikan dengan kekangan takwa maka ia akan berguna untuk menghentikan anggota badan pemiliknya dari hasutan nafsunya, menundukkan pandangan, dan memelihara farjinya. Adapun pemeliharaan hati dari was-was dan keraguan, ini tidak bisa diatur dibawah perintahnya, namun nafsunya selalu menarik dan membisikinya tentang berbagai masalah, termasuk tentang persetubuhan. Setan membisikinya dengan berbagai bisikan dalam berbagai waktu, kadang-kadang ia melakukan aksinya ketika korbannya dalam keadaan sholat. Terjadi dengan membayang-bayangkan semua hal, termasuk juga masalah persetubuhan, yang jika hal ini diungkapkan kepada orang yang paling hina di dunia, tentulah ia akan merasa malu, dan kelak Allah akan memperlihatkan potret hatinya itu.” (Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al- Ghozali, dalam kitab Adabun Nikah).

Kehidupan berkeluarga akan memberi kelegaan diri dan menimbulkan perasaaan senang, apalagi bila didampingi isteri yang senantiasa membantunya untuk lebih tekun beribadah dan isteri yang lebih menguatkan semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al Imam Ghozali selanjutnya berkata: “Jiwa seorang itu cepat letih. Jika dihibur dengan kelezatan, maka lkeletihan yang datang menjadi hilang sehingga jiwa kembali kuat dan bersemangat. Dan dengan bersenang-senang bersama wanita, sering kali duka derita menjadi hilang serta membawa hati menjadi bahagia. Maka hendaknya jiwa orang muttaqin itu diberi hiburan yang halal. Karena itulah Allah berfirman :”liyas kuna ilaihaa, supaya ia merasa senang kepadanya ( Istri-istrinya) ( Al A’raf : 189).

Secara singkat bahwa membina keluarga itu sangat perlu, tidak terkecuali terhadap orang-orang yang sering melanggar aturan Allah, karena hal ini merupakan kesempatan baik baginya untuk bertobat dan menjadi orang shaleh.

Nah, jelaslah kini bahwa keengganan membina rumah tangga dan keengganan untuk merealisasikan cita-cita yang terkandung di dalamnya, seperti apa telah ditulis diatas, padahal ia mampu untuk melakukannya, maka jika dipandang dari pengikut sunnah Rasulullah SAW adalah sebagai perbuatan yang tidak baik. Seharusnya ia mengetahui bahwa kehidupan ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, mendambakan persaudaraan dan gotong-royong, mencita-citakan kesucian dan kehormatan. Hidup bukanlah untuk bermalas-malasan, berhela-hela, atau memelihara sikap egois. Islam  tidak membenarkan ummatnya hidup ala rahib yang menyepi dalam biara, begitu pula sebaliknya hidup bergelimang dalam kerusakan.

Karena itulah Islam tidak menyetujui sikap orang yang tidak mau menikah dan malah mengancamnya dengan keras.

Begitu Rasulullah SAW mendapat laporan bahwa Ukkaf Ibnu Wada’ah Al Hilali tidak mau menikah, padahal ia mampu untuk melaksanakannya, maka Rasul menegurnya:
“Apakah engkau mempunyai isteri ? Ya, Ukkaf.
Dia menjawab :”Tidak....”
“Apakah engkau juga tidak mempunyai hamba sahaya?”
Dia menjawab: “Tidak....”
“Padahal engkau seorang yang sehat dan berada?!”
Dia menjawab: Ya, Alhamdulillah!’

Kalau begitu kamu ini adalah saudara setan. Kau boleh pilih apakah akan menjadi seorang rahib Nasharani atau seorang dari kami dengan mengikuti apa yang kami lakukan. Di antara sunnahku adalah menikah, dan orang yang paling jahat di antara kalian ialah orang yang hidup membujang, dan mayat yang paling hina di antara kalian adalah mayat bujangan. Celaka engkau, ya ‘Ukkaf! Menikahlah!

“ Ya ,Rasulullah. Aku tidak akan kawin kecuali dengan wanita yang engkau pilih, siapapun orangnya.”
“Aku telah kawinkan engkau atas nama Allah dan keberkahan yang mulia dengan Kaltsum Al Himyati.”

Rasulullah SAW tidak tanggung-tanggung dalam memberikan predikat buruk kepada para pembujang yang tidak kawin. Karena hidup membujang itu pada umumnya, dilengkapi dan bisa menimbulkan banyak penyimpangan serta bisa meremehkan nilai-nilai akhlaq yang dapat dipertahankan oleh orang-orang berkeluarga. Karena kecenderungan di atas, yaitu cenderung tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan tidak mempunyai ketahanan melawan berbagai bujuk rayu, sehingga kejahatan lebih dekat kepada mereka dan setan akan lebih mudah menggelincirkan mereka.

Nah,..gimana sob ? mau komen ndak nih..?

Minggu, 25 November 2012

SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA


SEPULUH CARA UNTUK CERDAS MENCINTA

Sob. siapapun menginginkan untuk selalu mencintai pasangannya (kekasihnya ). Berbagai  cara dan usaha ditempuh hanya untuk  meraih cinta yang abadi. Nah…mungkin postingan ini dapat membantu ketika anda mau menggapai cinta pasangan anda, silakan disimak dulu ya….

Yang pertama, biarkan ketiga alat ukur kesehatan memberi tahu anda tentang pilihan anda dalam cinta. Jika anda merasa bersemangat, berpikir sehat, dan lebih mencintai secara umum, Anda berada dalam hubungan yang memiliki masa depan

Yang kedua ,beri  tahukan kekasih anda apa yang anda rasakan. Jika anda ingin menyampaikan sesuatu, nyatakan apa yang anda rasakan-perasaan menunjukkan siapa diri anda. Jika anda berpura-pura menjadi orang lain, anda tidak akan pernah merasa dicintai.

Yang ketiga, dengarkan dari pengalaman emosional. Pahami perasaan kekasih saat anda mendengarkan kata-katanya.

Yang keempat, tunjukkan dukungan dan cinta yang dibutuhkan kekasih. Mungkiin ada yang merasa saran atau uluran tangan itu tak berguna atau menenangkan, mungkin ada juga yang merasa terganggu dengan tindakan tersebut . Tidak setiap orang  senang disentuh dengan cara yang sama, menikmati kasih sayang di depan umum, atau menggapai dengan cara yang sama ketika menerima pemberian. Biarkan empati menuntun anda.

Yang kelima, Jika ragu –ragu bertanyalah. Cinta tidak membuat orang menjadi serbatahu. JJika anda tidak menanyakan perasaan kekasih anda tentang sesuatu, anda tidak akan pernah mengetahuinya.

Yang keenam, bersiaplah membina hubungan,. Mengapa begitu banyak orang yang menyangka mereka tak perlu berusaha lagi setelah menemukan cinta sejati? hubungan tumbuh dan berkembang jika ada perhatian, atau menjadi kering dan mati jika ditelantarkan.

Yang ketujuh, belajar dari pasangan anda. Kesadraan aktif mencegah anda mengandalkan asumsi masa lalu.

Yang kedelapan, waspadai ingatan emosional. Sia-sia emosional dari luka masa lalu merupakan bahaya terbesar bagi orang-orang yang kita cintai sekarang.

Yang kesembilan, Ingat bahwa satu-satunya masalah dalam berbuat salah adalah tidak mengakuinya. Kerumitan suatu hubungan menjamin timbulnya kesalahan, teta[pi kesalahanpun merupakan peluang untuk tumbuh jika dihadapi tanpa menyalahkan orang lain.

Yang kesepuluh gunakan perubahan sebagai kesempatan untuk menumbuhkan hubungan. Perubahan selalu menimbulkan stress, tetapi juga merupakan peluang untuk memperbarui dan menghidupkan kembali hubungan anda.

Begitulah sob, cara yang cerdas untuk menggapai cinta kekasih selamat mencoba semoga berhasil…

Jumat, 23 November 2012

MASIH TEGANG YA……


MASIH TEGANG YA……

Ketegangan dalam keluarga merupakan satu persoalan yang selalu harus dirahasiakan kepada orang lain, tetapi mereka berusaha keras menyelesaikannya sendiri. Rasulullah telah mengingatkan agar “berusaha menyelesaikan seluruh kebutuhan keluarga dengan menjaga rahasia”.

Memang mungkin persoalan itu begitu gawatnya, sehingga tidak mungkin dapat diselesaiakannya sendiri. Jika minta bantuan orang lain itu pun dengan syarat harus kepada kerabat terdekat dan terbatas. Yang diberitahukannya pun hanyalah hal-hal yang luar saja. Tidak diperbolehkan menunjukkan masalah sebenarnya. Kita menyimak teladan dalam keluarga Rasulullah saw dalam hal ini.

Suatu hari Rasulullah saw datang ke rumah putrinya, Fatimah ra. Di sana beliau tidak menemukan Ali. Ketika bertanya kepada Fatimah, dijawab:

“Ada konflik sedikit antara saya dengan dia. Ia marah kepada saya dan pergi keluar.”
“Anda tahu di mana Ali berada,”Tanya Rasulullah kepada seseorang.
“Ia ada di masjid, tidur, jawab orang itu.

Rasulullah mendatangi Ali yang sedang berbaring di masjid. Surbannya jatuh dari bahu dan mengenai debu. Nabi bersabda: “Bangunlah wahai Abu Turab (ayah si debu).”

Perawi kisah ini Sahl bin Sa’id mengatakan bahwa tiada nama yang disenangi Ali selain nama panggilan yang diberikan Rasulullah ini.

Dengan keterangan diatas kita mengetahui bagaimana seharusnya menceritakan konflik rumah tangga kepada seseorang. Jelas pula sikap yang diambil suami, yaitu dengan meninggalkan istri dan pergi ke tempat yang dapat menenangkan jiwa. Dengan demikian konflik tidak akan membengkak. Kita juga mengetahui bagaimana Rasululah saw yang bijak dengan tidak bertanya sebab konflik itu, meskipun Fatimah ra adalah putri beliau. Beliau tidak mencela Ali, tetapi justru mengajaknya bergurau sehingga dapat mengalihkan perhatian. Terutama dengan hal-hal yang dapat menghilangkan kemarahan seseorang.

Inilah yang harus diikuti dan dicontoh seorang suami dalam menyelesaikan ketegangan rumah tangga. Baik itu dari istri maupun dari suami.

Semoga bermanfaat,

Bagaimana dengan keluarga anda?

Selasa, 20 November 2012

SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..


SOB,..NIKAH ITU BERKAH LHO…..

Postingan kali ini lebih saya tujukan pada sahabat blogger dan pembaca tentunya yang belum menikah, karena melihat banyak temen yang ketika komen masalah keluarga atau pernikahan cuman nyimak saja, kenapa belum menikah? oohh…nunggu kalau sudah siap ya,. Lalu kapan siapnya?.....Yaah kalu sudah ada tentunya……ada apa ? begitulah sob kalau kita tanyai pada para pemuda yang belum menikah kurang lebih jawabanya seperti itu, padahal menikah itu banyak berkahnya lho…pengin tau ya?

Islam  menganjurkan pada ummatnya yang sudah mampu untuk menikah. Pernikahan dalam Islam bukan tanpa tujuan dan alasan. Dari berbagai segi pernikahan membawa berkah dan kebaikan yang sangat besar, yaitu :

Dari segi akhlaq, pernikahan bertujuan untuk  memelihara individu dari kerusakan akhlaq dan sekaligus untuk memelihara masyarakat dari kekacauan.

Dari segi kemasyarakatan, pernikahan bertujuan untuk menambah kokohnya jalinan hidup antar anggota masyarakat dan antar suku bangsa.

Dari segi politik, pernikahan berpengaruh besar dalam memperkuat kemampuan umat dengan penambahan jumlah anggota, agar mampu melawan keserakahan musuh yang sedang mengganas.

Dari segi Ekonomi, pernikahan merupakan usaha untuk menhghemat biaya hidup, disamping sebagai sarana untuk memperoleh kecukupan dan kekayaan.

Dari segi kesehatan, pernikahan bertujuan untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga dan pernikahan mencegah timbulnya berbagai penyakit kelamin yang jahat dan dapat mendatangkan kematian.

Dari segi spiritual, pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, pernikahan adalah setengah dari iman dan pelapang jalan dalam menempuh jalan Allah, karena hati menjadi bersih dari berbagai kecenderungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagi was-was.

Nah gimana sob mau nikah ya ???

Senin, 19 November 2012

BAGAIMANA CARA MENUNJUKKAN KESALAHAN


BAGAIMANA CARA MENUNJUKKAN KESALAHAN

Sob,..kiranya tak ada orang yang tidak melakukan kesalahan, entah kesalahan itu kecil ataupun besar. Bahkan kalau kita mau jujur kita pun sama karena kita juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Namun bagaimana supaya kesalahan yang dilakukan itu bisa kita terima bahwa yang kita lakukan adalah suatu kesalahan. Mengingat tidak semua orang mau ditunjukkan bahwa yang dilakukannya adalah suatu kesalahan bahkan dengan berbagai dalih mereka terkadang membela apa yang dilakukannya adalah suatu kebenaran.

Melihat beberapa kejadian yang seperti itu sudah selayaknya jika dalam menunjukkan kesalahan kita berkiblat pada Rasulullah, bagaimana cara beliau  menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh para sahabatnya.

Ada tujuh cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dalam menunjukkan kesalahan para sahabatnya sebagai “ta’zir”

Yang pertama, beliau menunjukkan kesalahan dengan pengarahan

Yang kedua, menunjukkan kesalahan dengan baik-baik

Yang ketiga , menunjukkan kesalahan dengan isyarat, seperti ketika beliau memalingkan wajah Al Fadhal dari wanita yang tengah ditatapnya

Yang keempat, menunjukkan kesalahan dengan kecaman seperti pada Abu Dzar Al Ghifari yang menghina Bilal

Yang kelima, menunjukkan kesalahan dengan memutuskan hubungan setelah diperingatkan berkali-kali, misalnya dengan orang yang melempar kerikil ataupun dengan Ka’ab bin Malik

Yang keenam, menunjukkan kesalahan dengan pukulan, seperti ketika mengajari sholat bagi anak yang sudah berusia sepuluh tahun.

Yang ketujuh, menunjukkan kesalahan dengan dipertontonkan.

Demikian sob cara Rasulullah menunjukkan kesalahan, bagaimana dengan anda?

Minggu, 18 November 2012

“CEREWET” MASIHKAH DIBUTUHKAN?


“CEREWET” MASIHKAH DIBUTUHKAN?

Suatu saat ketika saya bersama keluarga silaturahmi ke rumah ibu yang berada di sebuah desa. Ibu saya berpesan “ Win…..kowe ojo bosen bosen nyrewetin anak-anakmu sebabe nak ora mbok crewetin mengko mundak ora dadi uwong apik” ( Win... kamu jangan bosan-bosan untuk memberi nasihat kepada anak-anakmu sebab tanpa kamu beri nasihat nantinya tidak akan menjadi orang yang baik), begitulah kira - kira pesan ibuku. Dan pesan ini selalu diulang-ulang setiap kali saya bersama keluarga bersilaturahmi kerumah ibu. Ternyata yang dimaksud ibu saya “crewet” itu saya harus tetap memberikan nasehat kepada anak –anakku di setiap waktu.

Anak….betapapun sudah dibiasakan, sudah dikasih contoh bahkan juga sudah mendapat perhatian dari orang tua namun masih ada ada saja yang dilakukannya tidak berkenan dihati orang tua. Apa yang dikerjakannya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh orang tua. Oleh sebab itulah sebagai orang tua senantiasa harus tetap memberi nasihat pada anak-anaknya agar tetap berjalan dijalan yang benar.

Sebagai contoh yang sering kita jumpai misalkan saja anak-anak kita sering melalaikan kewajiban untuk beribadah sholat tidak mau berpuasa, sebagai orang tua harus banyak banyak ngomong memberikan nasehat pada anak-anak tersebut karena tanpa dicerewetin akhirnya akan terbiasa dengan hal hal yang buruk itu. Dan saya rasa semua orang tua tidak menginginkan hal seperti ini terjadi.

Nah…sob agar nasihat kita bisa diterima baik oleh anak-anak kita alangkah baiknya jika kita memberikan nasihat itu sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw , bagaimana Rasulullah memberikan nasehat?

1.    Menggunakan dialog, artinya beliau melontarkan permasalahan untuk membangkitkan perhatian, merangsang daya pikir seraya memberikan nasihat yang berbekas pada mereka.

2.      Membuka nasehat dengan bersumpah, Demi Allah…….

3.      Mencampur nasehat dengan canda agar menghilangkan kejemuan dan menjadi daya tarik.

4.  Sederhana dalam memberikan nasehat. Beliau tidak bertele tele dalam memberikan nasehat sehingga tidak membosankan.

5.      Kadangkala beliau memberi nasehat dengan sangat berwibawa dan menimbulkan bekas.

6.      Memberikan nasehat dengan perumpamaan - perumpamaan.

7.      Menasehati dengan mmeperagakan tangan agar lebih jelas dan mudah dimengerti.

8.      Memberikan nasehat dengan memperagakan skema atau gambar.

9.      Memberikan nasehat dengan amalan praktis.

1 .  Memberikan nasehat dengan melihat kesempatan.

Begitulah sob,…cara Rasulullah meberikan nasehat, bagaimana dengan anda?

Selasa, 13 November 2012

DI MADU KOQ TETAP BAIK YA…



DI MADU KOQ TETAP BAIK YA…

Madu….yach barang yang tidak asing bagi kita semua, karena setiap saat kita temui barang itu, Madu rasanya manis banyak orang yang suka, banyak khasiat yang terkandug di dalamanya. Akan tetapi tahukah sob jika di depan kata madu ditambahi dengan awalan Di ? Mungkin saja banyak para kaum hawa akan melakukan protes yang sangat keras karena tidak ingin di madu, kalaupun ada yang mau itu jumlahnya sangat sangat sedikit sekali.

Madu, sekali lagi memang manis rasanya akan tetapi kalau dimadu rasa manis itu akan berubah rasanya….Tolong diincipi yach bagaimana rasanya  ? wow…sedapkan?

Jarang kita jumpai wanita yang mau dimadu,…entahlah kalau ditempat sahabat blogger semua mungkin bisa bercerita disini. Akan tetapi ada sebuah cerita yang sungguh mengejutkan bagi saya terutama ku jaga gak ngerti pendapat sahabat semua yang jelas saya hanya ingin berbagi cerita yang pernah saya baca, mungkin sahabat semua sudah baca cerita ini ada juga yang belum. aBagi yang sudah mudah mudahan menjadikan lebih mantap lagi dan bagi yang belum selamat baca cerita ini. kalau mau komen ntar dulu setelah cbacanya selesai yach…

Abdullah bin syekh Hasan Al Jibrati menikah dengan Fatimah binti Ramadhan Jalabi. Fatimah ini figure isteri yang baik dan berbakti. Diantara kebaikannya, ia biasa membelikan suaminya pakaian yang bagus bagus dengan uangnya sendiri, demikian pula untuk membelikan pakaian serta perhiasannya sendiri.

Ia tidak pernah meminta uang kepada suami, atau menggunakan uang belanja keluarga. Begitu baiknya, sampai-sampai ia diam saja dan tidak merasa cemburu melihat suaminya suka membeli budak perempuan. Kesetiaannya tidak menjadi luntur; sama sekali tidak terpengaruh. Atas semua itu ia berharap beroleh balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah.

Pada tahun 1156 , Abdullah pergi haji. Di Mekkah ia berkenalan dengan orang bernama Umar Al Halbi. Ia dipesan untuk membeli seorang budak perempuan berkulit putih, masih perawan. dan bertubuh langsing. Pulang dari ibadah haji, ia mencari budak perempuan dengan cirri-ciri tersebut, dan cukup lama ia baru mendapatkannya.

Abdullah memperkenalkan budak perempuan yang baru dibelinya itu kepada isterinya. tetapi sang istri sama sekali tidak tersinggung. Ia bahkan menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Lama kelamaan keduanya saling mencintai, dan tidak mau berpisah selamanya.
“Jadi bagaimana ini?” Tanya Abdullah kepada istrinya.
“Begini saja,”jawab istrinya. Aku ganti uangnya, lalu kamu belikan budak yang lain.”
“Baiklah,” kata Abdullah setuju.
Oleh Fatimah, budak perempuan yang baru dibelinya itu dimerdekakan, dan dinikahkan dengan suaminya. Bahkan ia menyediakan kamar tersendiri untuk madunya tersebut

Pada tahun 1165 Abdullah memboyong istri keduanya ini kerumah sendiri. Tetapi istri pertama tetap merasa berat untuk berpisah barang sesaatpun, meski ia telah memiliki beberapa orang anak.

Pada tahun 1182 istri kedua sakit, lalu disusul oelh istri pertama. Kian lama sakit keduanya semakin parah. Tengah hari, istri kedua memaksakan diri bangun dari pembaringan. Ia menangis melihat istri pertama dalam keadaan pingsan. Ia berdoa, “Ya Allah, jika Engkau takdirkan ia meninggal, jangan ia mendahuluiku.”

Benar..malamnya, istri kedua meninggal dunia. Ia disemayamkan di samping isteri pertama. Saat menjelang subuh, ia siuman, sambil meraba-raba ia membangunkan madunya. Namun, ia menjadi lunglai ketika diberitahu bahwa madunya sudah meninggal. Ia menangis melolong-lolong hingga tengah hari. Setelah ikut menyaksikan madunya dimandikan, ia pun kembali ke pembaringannya. Petang hari ia meninggal dunia, dan jenazahnya dimakamkan pada hari berikutnya.


Benar... Malamnya, isteri kedua itu meninggal dunia. Ia disemayamkan di samping isteri
pertama. Saat menjelang subuh, ia siuman. Sambil meraba-raba ia membangunkan madunya.
Namun, ia menjadi lunglai ketika diberitahu bahwa madunya sudah meninggal. Ia menangis
melolong-lolong hingga tengah hari. Setelah ikut menyaksikan madunya dimandikan, ia pun
kembali ke pembaringannya. Petang hari ia meninggal dunia, dan jenazahnya dimakamkan

Sumber: 'Aja'ib al Atsar, al Jibrati
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Nah,..sudah selesai baca kan, silakan kalau mau komen…,ada gak ya zaman sekarang wanita yang seperti itu?

Senin, 12 November 2012

ANAK – ANAK KU “BUPER”


ANAK – ANAK KU  “BUPER”
Waduuh…anak-anak ku, memang dah punya anak berapa? dan “BuPer “ itu apa ya?.
Sahabat blogger yang baik kuperkenalkan anak ke ada empat yang paling gede sudah klas dua Aliyah, yang kedua kelas tiga di smp, yang ketiga kelas enam di MI, dan yang keempat masih duduk di kelas satu MI, lalu apa juga Bu Per, apakah Bumi Perkemahan? ataukah Bukan Perawan he he tu semua salah dan tidak bentul ( benar n betul). Bu Per yang kumaksud disini adalah Butuh Perhatian. Ooooo…gitu

Menjadi orang tua dari empat anak tersebut bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah dalam mendidik dan membimbingnya, sudah banyak hal yang kulakukan bersama istri tecinta sejak keempat anak ku masih kecil bahkan masih dikandungan sampai saat ini. wah….betul betul menguras tenaga fikiran dan yang lainnya.

Dari yang menjadikan diri kita sebagai contoh misalkan kita sholat berjamaah dimasjid, berkata dengan sopan, cara berpakaian yang sopan dll , trus juga sudah kami biasakan sejak masih kecil untuk melakukan hal hal yang baik seperti doa doa sebelum beraktifitas doa makan, tidur, bangun tidur mau bepergian dan masih banyak yang kita biasakan untuk setiap aktifitas didahului dengan doa.

Namun nampaknya hasilnya belumlah seperti yang kita harapkan, mungkin kalo kita mentargetkan nilai Sembilan untuk anak anak kita, barulah tercapai pada nilai tujuh setengah, jadi masih butuh metode lain untuk memaksimalkannya. Dan ternyata ada metode lain yang harus kita coba untuk meningkatkan kualitas dari anak anak kita yaitu bahwa anak anak kita butuh perhatian. Apa yang harus kita perhatikan?

Sob, banyak hal yang harus kita perhatikan terhadap anak-anak kita :

1.     Memperhatikan segi aqidah anak diwujudkan dengan menanamkan aqidah sejak dini, banyak dari para orang tua yang telah melakukan hal ini. sebagai contoh ketika anak diajak jalan – jalan sambil menikmati indahnya pemandangan lalu si orang tua mennyakan siapa yang menciptakan semua ini, si anak menjawab Allah….. ini yang di maksud menanamkan aqidah sejak dini artinya kita kenalkan pada Allah  Yang Maha Segala galanya.

2.  Menanamkan kejujuran, sifat amanah dan akhlak mulia serta menjauhkan anak dari teman, lingkungan dan bahan bacaan yang dapat merusak, ini adalah bentuk perhatian pada segi moral.

3.  Kebiasaan buruk dan berbahaya seperti masturbasi, terlibat penggunaan obat bius dan miras haruus di bentengi sejak awal, karena dapat meruntuhkan segi mental dan intelektual.

4.      Makanan yang halal dan baik ( Bergizi ), keadaan rumah yang sehat, bersih, olahraga yang cukup, kecenderungan pola makan dan hidupp yang teratur harus digiatkan untuk meningkatkan kesehatan jasmani anak.

5.   Masalah kejiwaan sang anak juga perlu mendapat perhatian orangtua. Jika anak menunjukkan gejala rendah  diri atau suka marah, maka tugas orang tua adalah mencari penyebabnya dan memberikan solusinya.

6.  Memberikan perhatian pada segi sosial anak adalah dengan berusaha memantau apakah ia menunaikan hak orang lain, rendah hati, belas kasih, dan santun.

7.      Mengusahakan anak memiliki sifat khusyu’, taqwa, dan rajin ibadah adalah bentuk perhatian kita pada segi spiritual anak.

Nah,..bagaimana dengan anak-anak anda ?

Minggu, 11 November 2012

PEMBIASAAN ITU PENTING LHO….


PEMBIASAAN ITU PENTING LHO….

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sholih, anak yang baik, ber,bakti kepada kedua orang tuanya, dan senantiasa melakukan perbuatan yang terpuji. Namun untuk menjdikan anak-anak kita tumbuh menjadi seperti itu dibutuhkan perjuangan yang sangat panjang dan tentunya juga berat.

Banyak cara yang harus dilakukan jika seorang tua harus bercita cita seperti itu, diantaranya adalah dengan membiasakan anak sejak kecil.” Anak adalah amanah bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan lepas seperti hewan, ia akan celaka dan binasa. Sedang memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajari akhlaq yang baik.”  (Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin ).

Manusia adalah makhluk kebiasaan artinya mereka akan mengerjakan hal-hal yang sudah biasa mereka kerjakan. Karena itu metode untuk mendidik anak yang baik adalah dengan pengajaran dan pembiasaan. Jika anak sudah baligh terlanjur jadi buruk, kita harus mengupayakan terapinya dengan jalan : Mengingatkannya dengan aqidah, menjelaskan cela dari kejahatan-kejahatan yang dilakukan, merubah lingkungan atau hijrah kalau memang diperlukan.

Insya Allah dengan upaya yang keras dan tentunya juga memohon pertolongan Allah, watak yang kurang baik itu bisa diubah bila Allah berkenan memberikan hidayah. Umar bin Khatab ra sahabat yang mulia dahulunya juga pernah berada dalam kegelapan kejahiliyahan.

Sementara bagi yang belum terlanjur menjadi buruk, karena mereka terlahir fitrah, “kullu mauluddin yuladu ‘alal fitrah”  mereka harus tetap dijaga dan dibiasakan tetap dalam fitrahnya yang suci, bersih dan hanif.

Mengajarkan dan membiasakan sholat
“suruh anak-anakmua shalat ketika berusia & tahun, pukul jika enggan tatkala berusia 10 tahun dan pisahkan antara anak-anak laki-laki dan perempuan ketika tidur.”

Mendidik dan membiasakan anak mencintai rasul, keluarga dan para sahabatnya serta mendidik dan membiasakan anak - anak untuk membaca Al Qur’an.

Bagaimana anda membiasakan anak - anak anda?


Sabtu, 10 November 2012

MANFAAT BEPERGIAN


MANFAAT BEPERGIAN

Allah memerintahkan kita dalam beberapa ayat Nya untuk senantiasa siiruu fil ardhli yang artinya berjalanlah kamu di atas bumi, bisa diartikan juga bepergianlah kalian di atas bumi ini untuk melihat lihat kejadian yang ada. Seorang yang bijak juga mengatakan :” Bepergian itu dapat melenyapkan kesusahan”.

Al Hafizh Ar Ramhazy dalam bukunya yang bejudul Sosok Ahli Hadits yang Utama memberikan keterangan tentang faedah mengadakan perjalanan untuk menuntut ilmyu dan kesenangan yang didapat darinya. Beliau menyanggah pendapat orang yang tidak menyukai dan mencela bepergian dengan ungkapan : “ Seandainya orang yang mencela orang-orang yang suka bepergian mengetahui :

betapa nikmatnya perjalanan dan betapa semangatnya saat berpisah dari negeri tempat tinggal:
betapa senangnya anggota tubuhnya saat menikmati suasana barunya ketika berada di sumber air, perkampungan, lembah-lembah, daerah pegunungan, dan menikmati keindahan pemandangan berbagai kawasan dengan hutan belantaranya, kebun-kebunnya, dan taman-tamannya:

betapa menyenangkan saat melihat wajah-wajah baru, menyaksikan keajaiban berbagai negeri yang belum pernah dilihatnya, perbedaan bahasa, dan warna kulit:

betapa nikmatnya saat beristirahat di bawah naungan tembok rumah dan naungan pohon yang rindang, makan di masjid, minum sumber air yang ada di lembah, dan tidur di mana saja bila malam tiba:

betapa senangnya ketika dapat menjalin persahabatan dengan orang-orang yang saling mencintai karena Allah dengan mengesampingkan rasa malu dan sikap basa basi:

betapa senangnya hati bila telah berhasil meraih maksudnya dan sampai pada tujuannya, hingga dapat bergabung ke dalam majlis yang mau melayaninya dan menghapuskan jarak pemisah yang ada,

niscaya orang yang mencela itu akan mengetahui bahwa kesenangan dunia itu terkandung dalam indahnya fenomena tersebut, manisnya pemandangan yang telah disaksikan, dan keberhasilan meraih faedah yang menguntungkan. Semuanya itu bagi orang yang suka mengadakan perjalanan nilainya lebih indah daripada bunga-bunga yang mekar pada musim semi dan lebih berharga daripada permata simpanan yang tidak bisa dirasakan oleh mereka dan yang serupa dengan mereka di antara orang-orang yang tidak suka dengan perjalanan.



Jumat, 09 November 2012

SALAH NGOMONG


SALAH NGOMONG

Saat itu aku ditawari untuk menjadi MC di salah sebuah acara pengajian akbar karena yang hadir pada acara itu sekitar seribuan. Sebenarnya sih masih ada teman teman aku yang mempunyai ketrampilan lebih dalam membawakan acara tersebut cuman yang dikehendaki oleh panitia adalah orang yang bisa meng MC dengan bahasa Jawa.

Sebelum acara dimulai seperti biasa aku bersama sama dengan adik kelas yang berada di sebuah asrama bersendau gurau, nah dari sinilah awalnya salah ucap itu terjadi. Dalam gurauan itu aku mengucapkan kalimat “ sederek sederek sedoso”  Yang semestinya “sederek sederek sedoyo”. hal itu aku lalukan didepan teman teman aku heh mengko nak dadi mc kowe ojo ngomong sederek sederek sedoyo yo ( hai nanti kalau kamu jadi mc jangan  mengucapkan saudara saudara sepuluh ya), ning ngucapo sederek sederek sedoyo ( tapi ucapkanlah saudara saudara semuanya ).

Maksudnya lisan ini mau mengucapkan dengan kalimat yang tepat dan benar ternyata, tak bisa dihindari dihadapan ribuan hadirin yang hadir pada waktu itu aku mengatakan sederek sederek sedoyo, spontan semua hadirin pada nertawain aku, aku jadi grogi akan tetapi untuk mengahdapi ketakutan itu maka aku lanjutin saja dengan kalimat sewelas kulo ( Sebelas saya ) maksudnya saudara saudara yang yang kesepuluh saya yang kesebelas.

Namun dari kejadian itupun banyak pelajaran yang aku dapatkan salah satunya bahwa sebelum bertanding harus banyak berlatih dan tetap fokus dengan apa yang kita ucapkan.

Nah sob bagaimana dengan anda pernahkah anda mengalami hal yang sama dengan aku?

Popular Posts

Pengikut