Jumat, 30 Maret 2012

KENAPA SEBUAH PERKATAAN MENDAPAT PERHATIAN?


KENAPA SEBUAH PERKATAAN MENDAPAT PERHATIAN?

Sebagaimana kita ketahui bahwa definisi iman yang diberikan oleh ulama adalah, Keyakinan dalam  hati, perkataan dengan lisan dan amal dengan anggota badan". Jadi iman itu memiliki tiga aspek yakni keyakinan yang mantap dalam hati dan diikrarkan dengan lisan serta dibuktikan dengan amal. Allah melemparkan pernyataan retoris adalah aspek perkataan dan bukan kedua aspek yang lain. Hal ini memiliki beberapa hikmah yaitu:

1.    Karena perkataan adalah aspek yang paling mudah untuk ditampakkan seseorang. Yakni orang akan sangat mudah dan gampang untuk mengaku-ngaku mukmin dengan perkataan lisannya meskipun hatinya sangat membenci Islam dan menyimpan dendam kesumat terhadap kaum muslimin, sebagaimana orang-orang munafik yang digambarkan Allah bahwa mereka sangat mudah bersumpah dan memberikan kesaksian bahwa Tuhan mereka adalah Allah dan nabi mereka adalah Muhammad, tetapi mereka sangat berat untuk melakukan shalat sebagai bukti atas pengakuan lisannya bahwa mereka adalah mukmin.
2.    Seringkali penilaian sesaat bahwa seseorang itu baik atau buruk banyak didasarkan pada perkataan dan penuturannya. Disamping karena moment-moment tertentu seringkali kita dapatkan untuk mengenalseseorang hanya memungkinkan kita mengenalinya melalui perkataan dan penuturannya saja dan tidak memungkinkan kita untuk mengetahui banyak tentang amal perbuatan dan akhlaqnya. Karenanya aspek perkataan ini oleh Allah dipertegas agar kita tidak mudah terkecoh.
3.    Karena sebagaimana perintah agama,kita harus menilai seseorang berdasarkan dhahirnya sedang urusan batin adalah menjadi wewenang Allah, danditambah lagi dengan tuntunan syariat bahwasanya kita harus selalu berbaik sangkakepada setiap orang karena didasarkan pada asas praduga tak bersalah. Jadi kita harusmenilai seseorangberdasarkan dhahir dari perkataan dan penampilannya, dan agar kita tidak tertipu dengan semua itu maka Allah memberikan kriteria-kriteria tertentu untuk sebuah perkataan yang terbaik yang apabila salah satu criteria ini tidak terpenuhi berarti perkataan itu bukanlah perkataan yang terbaik bahkan bisa jadi perkataan yang hina.
           Wallahu a'lam bishowab

Kamis, 29 Maret 2012

SELIMUT PUTIH

selimut putih mengingatkan kita akan kematian
selimut putih memutuskan segala kenikmatan dunia
selimut putih membuat orang-orang tercinta menangis
selimut putih memutuskan hubungan keluarga, kerabat dan handai taulan
selimut putih mengingatkan betapa tidak berharganya harta benda
selimut putih mengingatkan betapa tidak ada manfaatnya pangkat, jabatan dan kedudukan
selimut putih merupakan pakaian terakhir bagi semua manusia
selimut putih menjadikan kita untuk memperbanyak amal 
selimut putih........
selimut putih........



Rabu, 28 Maret 2012

UNTUK PARA PEMBUJANG........


UNTUK PARA PEMBUJANG........

Alangkah indahnya gambaran hidup berkeluarga itu dibanding dengan hidup membujang. Membujang adalah suatu kehidupan yang kering, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri  sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggungjawab.

Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Ia tidak mau melibatkan kegiatan sosial untuk kepentingan masyarakat luas, lebih dari seperlu dirinya. Mereka membujang bersama hawa nafsu dan naluri mereka, sehingga kemurniaan semangat dan rohaninya menjadi keruh. Dalam hal ini Imam Al Ghozali melukiskan peran hawa nafsu tersebut sebagai berikut :

“Apabila  hawa nafsu itu berhasil menang dan sudah tidak mampu lagi ditundukkan oleh kekuatan takwa, maka ia akan menyeret pemiliknya kepada berbagai bentuk kekejian. Sedangkan jika hawa nafsu bisa dikendalikan dengan kekangan takwa maka ia akan berguna untuk menghentikan anggota badan pemiliknya dari hasutan nafsunya, menundukkan pandangan, dan memelihara farjinya. Adapun pemeliharaan hati dari was-was dan keraguan, ini tidak bisa diatur dibawah perintahnya, namun nafsunya selalu menarik dan membisikinya tentang berbagai masalah, termasuk tentang persetubuhan. Setan membisikinya dengan berbagai bisikan dalam berbagai waktu, kadang-kadang ia melakukan aksinya ketika korbannya dalam keadaan sholat. Terjadi dengan membayang-bayangkan semua hal, termasuk juga masalah persetubuhan, yang jika hal ini diungkapkan kepada orang yang paling hina di dunia, tentulah ia akan merasa malu, dan kelak Allah akan memperlihatkan potret hatinya itu.” (Ihya Ulumuddin, Abu Hamid Al- Ghozali, dalam kitab Adabun Nikah).

Kehidupan berkeluarga akan memberi kelegaan diri dan menimbulkan perasaaan senang, apalagi bila didampingi isteri yang senantiasa membantunya untuk lebih tekun beribadah dan isteri yang lebih menguatkan semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al Imam Ghozali selanjutnya berkata: “Jiwa seorang itu cepat letih. Jika dihibur dengan kelezatan, maka lkeletihan yang datang menjadi hilang sehingga jiwa kembali kuat dan bersemangat. Dan dengan bersenang-senang bersama wanita, sering kali duka derita menjadi hilang serta membawa hati menjadi bahagia. Maka hendaknya jiwa orang muttaqin itu diberi hiburan yang halal. Karena itulah Allah berfirman :”liyas kuna ilaihaa, supaya ia merasa senang kepadanya ( Istri-istrinya) ( Al A’raf : 189).

Secara singkat bahwa membina keluarga itu sangat perlu, tidak terkecuali terhadap orang-orang yang sering melanggar aturan Allah, karena hal ini merupakan kesempatan baik baginya untuk bertobat dan menjadi orang shaleh.

Nah, jelaslah kini bahwa keengganan membina rumah tangga dan keengganan untuk merealisasikan cita-cita yang terkandung di dalamnya, seperti apa telah ditulis diatas, padahal ia mampu untuk melakukannya, maka jika dipandang dari pengikut sunnah Rasulullah SAW adalah sebagai perbuatan yang tidak baik. Seharusnya ia mengetahui bahwa kehidupan ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, mendambakan persaudaraan dan gotong-royong, mencita-citakan kesucian dan kehormatan. Hidup bukanlah untuk bermalas-malasan, berhela-hela, atau memelihara sikap egois. Islam  tidak membenarkan ummatnya hidup ala rahib yang menyepi dalam biara, begitu pula sebaliknya hidup bergelimang dalam kerusakan.

Karena itulah Islam tidak menyetujui sikap orang yang tidak mau menikah dan malah mengancamnya dengan keras.

Begitu Rasulullah SAW mendapat laporan bahwa Ukkaf Ibnu Wada’ah Al Hilali tidak mau menikah, padahal ia mampu untuk melaksanakannya, maka Rasul menegurnya:
“Apakah engkau mempunyai isteri ? Ya, Ukkaf.
Dia menjawab :”Tidak....”
“Apakah engkau juga tidak mempunyai hamba sahaya?”
Dia menjawab: “Tidak....”
“Padahal engkau seorang yang sehat dan berada?!”
Dia menjawab: Ya, Alhamdulillah!’

Kalau begitu kamu ini adalah saudara setan. Kau boleh pilih apakah akan menjadi seorang rahib Nasharani atau seorang dari kami dengan mengikuti apa yang kami lakukan. Di antara sunnahku adalah menikah, dan orang yang paling jahat di antara kalian ialah orang yang hidup membujang, dan mayat yang paling hina di antara kalian adalah mayat bujangan. Celaka engkau, ya ‘Ukkaf! Menikahlah!

“ Ya ,Rasulullah. Aku tidak akan kawin kecuali dengan wanita yang engkau pilih, siapapun orangnya.”
“Aku telah kawinkan engkau atas nama Allah dan keberkahan yang mulia dengan Kaltsum Al Himyati.”

Rasulullah SAW tidak tanggung-tanggung dalam memberikan predikat buruk kepada para pembujang yang tidak kawin. Karena hidup membujang itu pada umumnya, dilengkapi dan bisa menimbulkan banyak penyimpangan serta bisa meremehkan nilai-nilai akhlaq yang dapat dipertahankan oleh orang-orang berkeluarga. Karena kecenderungan di atas, yaitu cenderung tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan tidak mempunyai ketahanan melawan berbagai bujuk rayu, sehingga kejahatan lebih dekat kepada mereka dan setan akan lebih mudah menggelincirkan mereka.

Selasa, 27 Maret 2012

PERAN SEORANG WANITA


PERAN SEORANG WANITA DALAM KELUARGA

Keluarga merupakan komponen yang penting dalam pembangunan negara. Semakin tinggi dan kuat komponen tersebut maka semakin kokoh bangunannya. Sebaliknya jika komponen itu rendah maka akan berpengaruh juga terhadap kualitas bangunannya.

Maka dari itulah masalah keluarga mendapat prioritas yang utama dalam ajaran kita, terlebih terhadap para wanitanya. Sebab wanita merupakan tiang utama keluarga, sudah barang tentu dalam pembinaan masyarakat yang luhur ini sangat besar perhatian islam terhadapnya. Hal ini bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum wanita yang telah dihinakan oleh kehidupan jahiliyah ( baik jahiliyah klasik ataupun jahiliyah modern), kemudian memposisikannya di tempat yang layak dan terhormat baik sebagai istri, ibu bagi anak-anaknya, dan sebagai ibu rumah tangga.

Sebagai istri, wanita berperan serta bersama sang suami untuk mengarungi pasang surutnya gelombang kehidupan. Sebagai ibu dari anak-anak, wanita bertanggung jawab terhadap pendidikan dan pembinaan masa depan putra-putrinya. Dan sebagai ibu rumah tangga, wanita berperan dalam mengurus keluarganya, memenuhi tuntutan kehidupan sejahtera dan bahagia bagi seluruh anggota keluarga.

Senin, 26 Maret 2012

HAKIKAT KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA


HAKIKAT KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA

Salah besar kalau ada orang yang menyangka bahwa kebahagiaan rumah tangga akan terwujud manakala terpenuhi kebutuhan materi, seperti banyaknya harta, rumah tinggal yang bagus, peralatan mewah,mobil yang mahal, aneka ragam pakaian, unsure-unsur kemewahan dan pemenuhan syahwat serta hal-hal yang lain. Tidaklah berlebihan kalau kita katakana bahwa banyak gadis yang saat ini dikuasai presepsi semacam ini sebagai tolok ukur kebahagiaan membangun rumah tangga. Impian  berbunga yang memenuhi benak mereka adalah presepsi materialistis ini.

Satu hal yang harus diketahui pemuda pemudi Islam adalah bahwa kebahagiaan embangun rumah tangga yang sesungguhnya tidak akan terealisir karena materi yang murah dan tidak abadi ini. Berapa banyak kita jumpai mereka yang hidup dalam rumah tangga, istana, dikelilingi para dayang dan pelayan, namun mereka tidak pernah menikmati kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Sementara kita sering menjumpai kebahagiaan rumah tangga, justru terwujud oleh pasangan suami istri yang hidup di gubuk kecil.

Kebahagiaan itu muncul dari dalam jiwa dan bukan dari luar. Kebahagiaan itu karena taqwa kepada Allah, Karena Dia akan member kebahagiaan kepada orang yang bertaqwa. Benarlah seorang penyair ketika berkata,

      “Tidaklah kutahu kebahagiaan itu dari pengumpulan harta, akan tetapi yang bertaqwa, dialah yang bahagia”

Tatkala taqwa mewarnai suami-istri,maka maka akan terealisir kebahagiaan berumah tangga yang sesunngguhnya. Yang dimaksud taqwa kepada Allah, pertama adalah mroqobatullah,kemudian berusaha mencari apa yang di-ridhai-Nya dan menjauhi apa yang dibenci-Nya serta beriltizam kepada setiap taujih kerumahtanggaan yang tertera pada Al-Qur’an dan As-sunah, baik dalam hal kehidupan suami-istri, maupun kewajiban yang harus dilaksanakan dan hak-hakyang harus ditunaikan oleh keduanya. Tak diragukan lagi kalau di dalamnya terdapat kebahagiaan dan kebaikan, karena pengarahan itu datang dari Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui serta Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Demikian lalu bimbingan dari Rasulullah SAW, yang beliau tidak berucap dari hawa nafsunya. Beliau mengasihi dan menyayangi kaum mu’minin, memperhatikan apa saja yang menimpa mereka serta sangat memgharapkan kebaikan pada diri mereka.

Dengan adanya taqwa pada diri suami-istri,  akan muncul pula rasa saling percaya di antara keduanya. Sang suami tentram hatinya dan merasakana bahwa istrinya itu hanyalah berbakti kepadanya. Sang istripun merasakan hal serupa. Tidak ada alasan untuk ragu-ragu, berprasangka macam-macam yang berakibat bisa mengotori kesucian kehidupan rumah tangga dan tentunya akan merusak kebahagian dan kasih saying.

Dengan taqwa akan terwujud sakinah, mawaddah, dan rahmah sesuai firman Allah:

      “ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômuur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ     
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Seorang muslim (suami) yang bertaqwa kepada Allah akan memandang pernikahan itu sebagai bentuk ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan kewajiban terhadap istri, rumah, dan anak-anak, sebaik-baiknya. Demikian pula seorang muslimah (istri) yang bertaqwa kepada Allah akan memandang pernikahan sebagai ibadah. Iapun akan berusaha untuk memperoleh ridha-Nya dengan melaksanakan kewajiban terhadap suami, rumah, dan anak-anaknya. Rumah semacam ini akan dianugrahi sakinah, mawaddah, rahmah, dan sa’adah(kebahagiaan). 


Minggu, 25 Maret 2012

MENGAPA KAMU MENANGIS….?


MENGAPA KAMU MENANGIS….?

Suatu ketika aku dapati istriku sedang menangis, lalu kutanyakan padanya kenapa kamu menangis dik?. Dengan suara agak berat istriku menjawab :” aku hanya pengin nangis saja mas,…..mendengar jawaban itu akupun bingung, banyak pertanyaan yang aku ajukan dalam hatiku apakah karena sikapku istriku jadi menangis ataupun apakah karena pemberianku yang menjadikan istriku menangis dan apakah…. apakah masih banyak lagi pertanyaan yang belum terjawab. Baru beberapa hari setelah kejadian itu aku mencari-cari penyebab kenapa istriku menangis tanpa sebab yang aku ketahui. Ternyata kudapatkan jawabannya ketika aku membaca sebuah buku yang isinya bahwa seorang yang menangis itu disebabkan beberapa hal terkadang karena rindu, takut, sedih, kasihan ataupun menangis karena bahagia.

Sebab pertama orang menangis itu karena kerinduan, yaitu ketika sedang membaca kemudian disana ditemukan tokoh yang yang dielu-elukan derajatnya yang tidak dimilikinya, sehingga ia menangis maka inilah yang dimaksud dengan tangisan kerinduan dan ini rupanya jawaban yang aku peroleh ketika istriku setelah membaca buku lalu ia menangis.

Yang kedua menangis karena takut, yaitu ketika seorang itu dihadapkan dengan berbagai dosa kemaksiatan yang diperbuatnya dan masih menunda-nunda untuk bertaubat, kemudian ia menangis maka tangisan ini karena takut.

Yang ketiga menangis karena sedih, yaitu ketika seorang dihadapkan dengan kekurangan-kekurangan yang ia tidak mampu menyempurnakannya, lalu ia menangis maka inilah yang disebut dengan tangisan kesedihan.

Yang keempat menangis karena kasihan, yaitu ketika muncul dihadapannya kesempurnaan orang yang dicintainya dan ia melihat jalan untuk menujunya tertutup, lalu dia menangis karena merasa kasihan.

Yang terakhir menangis karena bahagia, yaitu ketika muncul dihadapannya kesempurnaan kekasihnya, sementara ia sibuk dengan yang lain, lalu apa yang di dengarnya itu mengingatkan kesempurnaan kekasihnya. Kemudian terbayanglah keindahannya lalu ia melihat pintu terbuka dan jalan sangat jelas. Sehingga ia menangis karena merasa senang dan bahagia dengan apa yang dilihatnya.

Yang jelas bahwa penyebab tangisan adalah kuatnya keinginan dan lemahnya untuk mencapainya. Ini adalah tangisan orang yang benar-benar tulus. Sementara tangisan itu ada yang tulus ada pula yang munafik.

Sabtu, 24 Maret 2012

BINALAH ANAK-ANAKMU………


BINALAH ANAK-ANAKMU………

Membina anak adalah sebuah kewajiban utama orangtua sebelum kewajiban –kewajiban yang lainnya sebab anak akan mudah berubah menyesuaikan lingkungannya. Manakala anak belum kita berikan sebuah pegangan hidup maka akan membahayakan keluarga dan manusia seluruhnya. Karena sifat yang dimiliki oleh seorang akan saling mempengaruhi manusia lainnya, apalagi jika seorang tersebut mempunyai potensi yang besar untuk itu. Maka berikanlah kepada anak-anak kita sedini mungkin sebuah pegangan hidup yang haq. Yaitu dengan menghubungkan anak-anak kita dengan Rabbul’alamin. Pencipta alam semesta dan seisinya, agar jangan menyekutukan Nya. Demikianlah seperti nasehat Lukman kepada anaknya, sebuah pelajaran pertama yang harus diberikan kepada anak. “Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar.” (Lukman (31) : 13).

Hamba yang tidak menyekutukan Allah swt, akan berdampak sangat besar terhadap akhlaknya, kepribadiannya. Mereka akan timbul cinta Allah, tawakkal kepada Allah, berharap kepada Allah dan sejumlah amal yang menjadikan Allah swt sebagai tujuan. Memang inilah aqidah, suatu prinsip yang harus ada lebih dahulu pada diri seorang muslim.

Kemudian tanamkanlah kepada anak kita untuk lebih cinta akan akherat daripada kehidupan dunia. Janganlah sampai anak kita ditanami faham meterialis, yaitu menanamkan kebendaan, mengukur segala sesuatu dari materi, kekayaan, kecantikan, ketampanan, jabatan dan sebagainya. Karena hal ini akan menipu kehidupannya yang berorientasi pada dunia. Ajarilah mereka meraih surga, kenikmatan akherat dan keridhoan Allah swt.

Sebuah hadits Qudsi telah membuat perumpamaan kehidupan dunia ini, Allah swt telah mewahyukan kepada Daud a.s dengan firman Nya : “Wahai Daud, perumpamaan dunia yaitu laksana bangkai, di mana anjing-anjing berkumpul mengerumuninya, menyeratnya kian kemari. Apakah engkau suka menjadi seekor anjing, lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu kian kemari? Wahai Daud berlemah lembutlah dalam pembicaraan dan berlaku sederhanalah dalam berpakaian. Kemasyhuran namamu diantara khalayak ramai tiada sepadan untuk selama-lamanya dengan apa yang diperoleh di akhirat.

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sementara dan akan cepat berakhir tanpa bekas.

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka, kehidupan dunia adalah ibarat air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( Al Kahfi (18) : 45)

Metode pembinaan kepada anak seperti inilah yang akan mampu melahirkan pejuang-pejuang islam yang ikhlas dan tangguh di segala medan perjuangan. Wahai anak, bertaqwalah kepada Allah, dan berjuanglah di jalan Nya!

Jumat, 23 Maret 2012

BERBUAT BAIKLAH SEBELUM MENYESAL…….


BERBUAT BAIKLAH SEBELUM MENYESAL…….

Ada sebuah cerita di Masjidil Haram sejam sebelum waktu dzuhur saat cuaca sedang memuncak panasnya, terlihat seorang yang sudah lanjut usia datang menemui orang banyak dengan membawa air dingin. Di tangan kanannya terpegang sebuah gelas dan di tangan kirinya terpegang gelas yang lain, lalu ia memberi minum mereka dengan air zam-zam yang dibawanya. Setiap usai memberi minum seseorang, ia beranjak darinya, hingga beberapa orang sedangkan keringatnya bercucuran. Kagum terhadap apa yang dilakukan orang tersebut, dengan kesabaran, ketabahan dan kecintaannya pada kebaikan saat ia memberi minum pada orang lain masih juga bisa tersenyum dengan ikhlas nya.

Ada hal penting yang kita ambil dari kisah tersebut :
Pertama bahwa Allah SWT akan memberi kemudahan bagi siapa saja yang mau melakukan kebaikan.
Kedua Allah SWT mempunyai simpanan kebaikan yang di anugerahkan kepada siapa saja yang dikehendaki Nya, dari kalangan hamba-hamba Nya.

Oleh karena itu jangan sampai dalam kehidupan ini tidak kita isi dengan kebaikan, sebagaimana apa yang pernah dilakukan  sebagian orang yang hidupnya tenggelam dalam kelalaian sehingga dalam jeritannya ia meratapi:

Aduhai kiranya kematian dapat diperjualbelikan
Niscaya aku akan membelinya
Buat apa hidup ini bila tidak ada kebaikan didalamnya

Kamis, 22 Maret 2012

OUT BOND …….FUN GAMES, MENGAPA TIDAK ?


OUT BOND …….FUN GAMES,   MENGAPA TIDAK ?


Siswa  (i) merupakan sumber daya yang unik yang berbeda  daripada sumber daya yang lainnya , ini disebabkan oleh beberapa hal:

Pertama bahwa siswa dikatakan unik karena mereka tidak ada yang “persis sama satu dengan yang lain” sekalipun kembar.

Kedua siswa (i) jika diperlakukan dengan PAS akan mencapai hasil yang maksimal

Ketiga siswa(I) mempunyai dua potensi yaitu “konstruktif” dan “destruktif” yang sama dahsyatnya. Dan itu akan muncul  tergantung dari bagaimana cara memperlakukan mereka.

Keempat sumber daya yang lain bisa dievaluasi akan tetapi siswa (i) membutuhkan ‘Reapresiasi”

Dari empat alasan tersebut maka MA Ma’ahid pada tanggal 22 Maret 2012 mengadakan acara out bond dan fun games yang dilaksanakan di Pantai Bandengan Jepara. Acara ini  diikuti semua siswa (i) kelas X dan XI sekitar 240 peserta. Berikut dokumentasinya….

SEBUAH RENUNGAN


SEBUAH  RENUNGAN……..



                                Terasa sempit dadaku ini
Karena menahan berat derita bila musibah datang menimpa diri
                    Tetapi ku yakin dibalik musibah itu
Terkandung hikmah bagi diriku

          Berapa banyak hari- hari yang ku lewati
Bermula dari penderitaan, namun pada akhirnya
          Berujung dengan kesenangan dan kebahagiaan

Tidaklah sekali-kali
Aku merasa sempit karena derita musibah yang menimpa diri
          Melainkan dalam waktu yang dekat
Aku dapatkan jalan keluarnya

Selasa, 20 Maret 2012

ADA POHON DI DALAM HATI


DI DALAM HATI ITU ADA POHON………..


Kalimat yang baik ibarat pohon yang baik pula akarnya menghunjam ke bumi dan cabangnya menjulang ke langit. Sedangkan kalimat yang buruk ibarat pohon yang buruk pula akarnya tercabut dari tanah dan tidak berdiri dengan tegak. Itulah gambaran Allah dalam sebuah firman Nya.

Hati manusia, jika didalamnya terdapat keikhlasan dan ketauhidan maka disana akan tumbuh pohon yang baik dengan cabang-cabangnya amal perbuatan yang baik dan sebagai buah dari itu semua adalah mendapat kehidupan yang baik di dunia dan mendapatkan kenikmatan abadi di akhirat

Namun jika yang tumbuh dalam hati itu berupa syirik, kebohongan, riya’ maka akan tumbuh pohon yang buruk pula dengan cabangnya berupa  dosa dan maksiat. Dan sudah barang tentu akan berbuah ketakutan, kegelisahan, duka cita, kesempitan dan kedzaliman, ini buah di dunia sedang di akhirat akan mendapat adzab dan siksa yang abadi.

Pohon yang berbuah itu akan matang pada hari kiamat, ketika buah itu matang maka akan terasa apakah buah itu manis atupun sebaliknya justru terasa pahit.

Sungguh dua pohon yang sangat  jauh berbeda…..

Senin, 19 Maret 2012

MAL MING BERSAMA REMAS AT TAQWA


MAL MING BERSAMA REMAS AT TAQWA

Malam minggu biasanya dipakai acara untuk mencari hiburan, ada yang ke pusat kota mencari keramaian hiburan ada juga yang ke mall sekedar refreshing dan masih banyak lagi, beda dengan apa yang dilakukan para remas ini, setiap akhir pekan mengadakan "PR" yaitu pegajian rutin. Sudah hampir sepuluh tahun kajian ini berjalan dan sudah banyak yang "BIREN" artinya setelah rabi (nikah) leren (berhenti). Mudah mudahan saj ilmu yang sudah didapatkan dari kajian ini bisa dipergunakan untuk membimbing keluarganya. Sekarang tinggal adik adik yang meneruskan perjuagan kakak-kakanya. 

                                                                TETAP SEMANGAT








Minggu, 18 Maret 2012

MENJADI DIRI SENDIRI………TETAPI BERUSAHALAH……….


MENJADI DIRI SENDIRI………TETAPI BERUSAHALAH……….

Menjadi  diri sendiri memang baik, karena menjadi diri sendiri berarti sudah memaksimalkan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Kita diberi kelebihan dan kekurangan Allah. Dan dengan dua hal tadi yang bisa membedakan diri kita dengan orang lain. Akan tetapi masih ada tugas yang perlu dilakukan yaitu bagaimana kita menjadi seperti mereka. Siapa mereka ?  salah satunya adalah Salman Al Farisi, mengapa ?

Beliau jika ditanya namanya
Ia jawab Abdullah
Jika ditanya nasabnya
Ia jawab Ibnu Islam
Jika ditanya hartanya
Ia jawab miskin
Jika ditanya pekerjaannya
Ia jawab sabar
Jika ditanya tempat tinggalnya
Ia jawab masjid
Jika ditanya pakainnya
Ia jawab takwa dan tawadhu’              
Jika ditanya bantalnya
Ia jawab begadang
Jika ditanya kebesarannya
Ia jawab keselamatan
Jika ditanya tujuannya
Ia jawab menginginkan wajah Allah
Jika ditanya perjalannya
Ia jawab surga

Sabtu, 17 Maret 2012

PENUTUP PINTU TAUFIK


PENUTUP PINTU TAUFIK

Pintu taufik tertutup bagi manusia dari enam hal, ini menurut pendapat Syaqiq Ibn Ibrahim. Enam hal tersebut adalah :

1.   Tidak bersyukur terhadap nikmat. Terlalu  banyak nikmat pemberian Allah pada kita, bahkan kalau kita hitung  tak mampu menghitungnya satu persatu. Akan tetapi sedikit sekali yang mau mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, masih banyak yang mengkufurinya.

2.   Mencintai Ilmu tanpa melaksanakannya.  Tidak sedikit orang yang mencari ilmu, mempunyai ilmu bahkan mencintai ilmunya itu. Namun ilmu yang tidak diamalkan apalah artinya. Ibarat pohon yang tak ada buahnya.

3.   Berbuat dosa dan mengakhirkan tobat. Manusia sering kali lalai sehingga yang dilakukannya adalah dosa. Baik dosa kecil ataupun yang besar. Namun demikian kita jangan terlalu pesimis karena Allah Maha Pengampun. Yang akan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita semua asalkan kita mau bertobat. Masalahnya sekarang banyak yang melakukan dosa tetapi tidak segera tobat malah terkesan mengakhirkan tobatnya. Padahal kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.

4.      Bersahabat dengan orang sholeh tetapi tidak meneladaninya. Pergaulan membutuhkan contoh. Contoh yang baik dan yang buruk semua ada dihadapan kita, tinggal bagaimana kita bisa memilihnya. Salah pilih dalm pergaulan akan berakibat fatal. Tetapi  tidak dengan pergaulan yang baik yang senantiasa bersahabat dengan orang sholeh, kita akan banyak mendapat manfaatnya. Ini ibarat orang yang dekat dengan penjual minyak wangi.


5.    Mengakui rendahnya dunia tetapi mencarinya. Dunia artinya dekat. Dekat bisa diartikan juga rendah, tetapi banyak orang yang terlena karena dekatnya itu, padahal masih ada yang lebih tinggi nilainya jika dibandingkan dengan semuai itu.

6.    Mempercayai akhirat tetapi meremehkannya. Akhirat kampung terakhir kita semua, banyak yang percaya akhirat namun tidak sedikit masih saja ada yang meremehkannya. Sehingga amalan-amalan yang bernilai akhiratpun diremehkannya.

Jumat, 16 Maret 2012

BUKAN SIHIR BUKAN SULAP



Inilah atraksi yang dilakukan santri-santri Ma'ahid pada acara perpisahan tahun pelajaran 2004/2005, awalnya aku kurang yakin kalau para santri itu mau melewati ring yang dibakar dengan semburan api yang besar, tetapi alhamdulillah dengan izin Allah santri itu bisa melewatinya dengan selamat sampai akhir acara tidak masalah alias sehat-sehat saja. Mari kita simak videonya :



video






Kamis, 15 Maret 2012

hati kita dapat merasakan


HATI  ITU BISA…………

Hati itu bisa sakit
Seperti sakitnya badan
Penyembuhannya dengan taubat dan penyesalan

Hati itu bisa kotor
Seperti kotornya pakaian
Membersihkannya dengan dzikir

Hati itu bisa telanjang
Seperti telanjangnya badan
Perhiasannya adalah takwa

Hati itu bisa lapar
Seperti  laparnya  perut
Makanan dan minumannya adalah makrifat, mahabbah, tawakal, taubat dan pengabdian

Hati itu bisa menjadi  singgasana
Seperti  singgasana  syetan
Jika hati itu sempit, gelap, mati, penuh  kesedihan, duka cita dan kesengsaraan

Hati itu bisa menjadi singgasana
Seperti singgasana Allah
Kalau dipenuhi dengan cahaya, kehidupan, kebahagiaan, kegembiraan dan simpanan kebaikan

Selasa, 13 Maret 2012

PEKERJA KASAR INDONESIA


PEKERJA KASAR………..

Sudah beberapa tahun ini aku  perhatikan para pekerja kasar ( buruh bangunan ), yang membangun lokal di tempat kerjaku. Local yang dulunya sudah tak layak huni karena termakan usia sekarang menjadi kokoh dan megah berkat ketrampilan para pekerja tadi.  Dibalik itu semua aku kagum terhadap para pekerja yang setiap hari masuk kerja bisa tepat waktu yaitu mulai jam tujuh pagi sampai jam empat sore. Tanpa kenal lelah para pekerja itu merampungkan tugasnya dengan baik.

Ketika aku baca dalam sebuah buku kutemukan kisah bahwa pada zaman dahulu orang-orang bijak Yunani jika hendak mengobati penderita depresi mental dan gejala kelainan psikologis, mereka memaksanya untuk bekerja di perkebunan dan pertanian. Selang dalam waktu yang singkat pasien itu sembuh dari penyakitnya dan kembali tenang seperti semula.

Sesungguhnya para pekerja kasar adalah orang-orang yang paling banyak merasakan kelegaan, kebahagiaan, kelapangan hati, dan kesehatan fisik. Coba saja kita perhatikan bagaimana keadaan para pekerja itu. Mereka memiliki kelapangan hati dan kekuatan fisik dikarenakan aktivitas, semangat dan kebiasaan sehari-hari. Dengan bekerja banyak manfaat yang kita peroleh sebagaimana dirasakan para pekerja itu.

Maka benarlah apa yang difirmankan Allah : “Katakanlah: “Bekerjalah kalian…..”

Senin, 12 Maret 2012

PUTRIKU SAYANG


ADUHAI….PUTRIKU SAYANG………



Anak adalah anugerah Allah sekaligus menjadi amanah yang besar. Karena besarnya amanah itu wajib para orang tua melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan mendidik, membina dan mengarahklannya adalah contoh kita melaksanakan amanah tersebut.

Dalam mendidik anak ada sedikit perbedaan bagaimana ketika kita mendidik anak laki-laki dengan anak perempuan. Anak perempuan lebih membutuhkan kehati-hatian dalam membimbingnya, kita masih ingat  sifat wanita yang tidak boleh dikeras dan tidak  pula dengan kelembekan.

Ada beberapa hal yang wajib diketahui orang tua :

Sifat kelembutan
Sifat khusus yang dimiliki seorang perempuan yaitu ketika  menunjukkan kelembutannya, namun demikian sebagai orang tua wajib untuk mengarahkannya bahwa dengan kelembutannya itu jangan lantas dijadikan untuk mudah diperjual belikan.

Kecantikan wajah
Semua kita akan bangga dan bahagia melihat wajah anak perempuan kita cantik, dibalik kecantikan wajah kita berharap ada rahasia agung yang tersembunyi dalam dirinya, yaitu sekeping hati yang takut pada Ilahi.

Kehormatan  yang tidak memerlukan singgasana
Ini artinya sebagai orang tua akan merasa bangga jika pada akhirnya anak putrinya mampu menjaga diri dan namanya dan tidak memperbolehkan siapapun merampasnya.

        Dan akhirnya harapan ku kepada mu wahai….putriku :
                    Semoga Hijab Menjadi
                                        Pakaianmu
                        Semoga Kesucian Menjadi
                                        Amalanmu
                        Semoga Kesopananmu Menjadi
                                        Perhiasanmu
                        Semoga Surga Menjadi
                                        Tempatmu

KUNCI KESUKSESAN


KUNCI  KESUKSESAN …………

Semua orang menginginkan dalam kehidupannya mencapai kesuksesan. Kesuksesan tergantung pada cita-cita yang tinggi dan niat yang benar. Cita-cita yang tinggi hanya akan berkait dengan kesuksesan dan jika niat seseorang benar, maka ia akan menghantarkannya kepada jalan kesuksesan. Niat yang benar akan menunjukkan jalan dan cita-cita yang tinggi akan mengarahkan kepada kesuksesan. Jika cita-cita yang tinggi dan niat yang benar bisa bersatu, niscaya akan dapat menghantarkan pada tujuan yang mulia. Akan tetapi jika cita-cita itu rendah, ia akan berkaitan dengan yang rendah pula dan tidak akan mungkin bersanding dengan kesuksesan. Adapaun  jika niat tidak benar, tentu jalannya tidak akan sampai kepada apa yang dicita-citakan.

Selain kedua faktor tersebut diatas, maka untuk mencapai kesuksesan kita harus mampu meninggalkan hal- hal berikut ini :

-         Meninggalkan ajaran sesat yang diciptakan manusia.
-   Menghindari dan memutuskan segala penghalang yang dapat merintanginya untuk sampai pada kesuksesan.
-     Memutus keterikatan hati yang dapat menghalanginya dari keterikatannya dengan apa yang dicita-citakan.

Perbedaan antara penghalang dan keterikatan disini adalah, bahwa penghalang adalah segala sesuatu yang baru yang berasal dari luar. Sedang keterikatan adalah keterikatan hati dengan sesuatu yang diperbolehkan. Sumber pokoknya adalah dengan meninggalkan keutamaan-keutamaan yang dapat memalingkan cita-cita, seperti makan, minum tidur dan pergaulan kemudian ia mengambil sesuatu yang dapat mendukung keberhasilannya dan membuang segala sesuatu yang menghalangi dan melemahkan cita-cita.

Popular Posts

Pengikut