Jumat, 28 Februari 2014

TAK MUDAH MENUNDUKKAN HATI WANITA

TAK MUDAH MENUNDUKKAN HATI WANITA




Wanita..... apa yang terbayang jika disebutkan seorang wanita?. Mungkin akan terbayang dibenakmu sosok yang lemah gemulai, santun, lembut, penuh perasaan dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan disini. Anda lebih tahu hal ini daraipada saya. Namun satu hal yang perlu dicermati terutama bagi kaum lelaki bahwa dibalik kelembutan, dibalik lemah gemulainnya dan dibalik kelemahannya menyimnpan hati yang susah untuk ditundukkan.

Dalam ceramahnya seorang ustadz memberikan ilustrasinya bagaimana kehidupan dalam rumah tangga itu. Kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan  penuh keberkahan itu bukan berarti tidak ada masalah dalam keluarga itu. Akan tetapi masalah itu tetap akan ada dan selalu ada namun demikian keluarga itu mampu menyikapi dan menyelesaikan masalah itu secara bijak dan dewasa. 

Suatu hari ustadz tadi mendapat undangan untuk mengisi di salah satu acara pengajian di kampung sebelah. Setelah selesai memberikan taushiahnya ustadz tadi pulang kerumah. Namun di tengah perjalannya beliau sempat berpikir ,"apa ya yang aku bisa bawakan untuk istriku yang dirumah? sejenak setelah berfikir akhirnya beliau membelikan buah jeruk 1 kg lalu jeruk itupun dibawanya pulang kerumah. Sesampainya dirumah betapa bahagianya ketika sang istri membukakan pintu ternyata suami tercintanya membawakan sebungkus plastik yang berisi jeruk. Tapi apa yang terjadi setelah jeruk itu dimakan? hemmm....kok masam (kecut) sich bah? memang tadi abah beli dimana? berapa rupiah satu kilonya ? terus kenapa abah gak milih yang bagus- bagus saja sich?. Begitulah komentar sang istri setelah menikmati buah jeruk yang di bawa suaminya. Yach...itu sich abah beli diwarung sebelah masjid itu, trus satu kilonya sepuluh ribu, dan aku gak bisa milih mi..maafkan abah ya ..? Ya udah....sahut istrinya lain kali kalo beli jeruk yang manis ya bah. Insya Allah mi..

Seminggu berikutnya ustadz tadi mendapat panggilan untuk mengisi diacara pengajian remaja lagi. Seperti hari yang telah berlalu setelah memberikan ceramahnya sang ustadzpun pulang. Namun kali ini beliau membelikan jeruk yang besar-besar, manis, dan dengan harga yang paling mahal di warung buah itu. Belum sampai mengetuk pintu sudah disambut sang istri di ruang depan. Wah....kalo yang abah bawa kali ini pasti lain dengan yang kemaren, betul kan bah? terus berapa harganya yang semacam ini  ? abah beli dimana? berapa satu kilonya? abah pasti milih ya ? begitulah sederetan pertanyaan yang dilontarkan sang istri pada suami tercintanya. Yach...begitulah mi...memang harganya saja beda dengan yang kemaren. eh.....apa bah mang ini lebih mahal ya? pantesan uang abah habis utuk beli buah ini sehingga jatah yang seharusnya diberikan untukku berkurang....

Begitulah kejadiannya, tak mudah memberikan kebahagiaan pada seorang istri, tak mudah memberikan yang terbaik untuk istri dan tak mudah memberikan sesuai dengan kesukaan sang istri. Ternyata dari dua kasus itu bisa ditarik kesimpulan meski sang suami sudah berusaha untuk membuat istrinya senang, bahagia dan puas akan tetapi diluar dugaannya. Semua yang dilakukannya masih tetap dikomen sama istrinya. Bukan hanya sekali tapi sering. Oleh karena itu dengan kasus kejadian semacam tersebut diatas semoga saja kita yang sebagai suami betul betul memahami karakter istri kita, demikian juga sebagi istri bagaimana anda bisa menerima pemberian suami anda.

Wallahu a'lam bishowwab

Rabu, 26 Februari 2014

ANTARA KEKUATAN DAN KENIKMATAN

ANTARA KEKUATAN DAN KENIKMATAN





Barangsiapa diciptakan dengan memiliki kekuatan dan kesiapan untuk melakukan sesuatu, maka kenikmatan yang diperolehnya adalah ketika ia dapat memanfaatkan kekuatan itu.

- Orang yang diciptakan dengan memiliki kekuatan untuk berjima', maka ia akan merasakan nikmat ketika melakukan jima'.
- Orang yang diciptakan dengan kekuatan marah, maka ia akan merasakan nikmat ketika bisa melampiaskan marahnya kepada orang lain.
- Orang yang diciptakan dengan kekuatan makan dan minum, maka ia akan merasakan nikmat manakala makan dan minum yang banyak.
- Orang yang diciptakan dengan kekuatan ilmu dan pengetahuan akan merasakan nikmat ketika menuntut ilmu dan mencari pengetahuan.
- Dan orang yang diciptakan dengan kekuatan cinta kepada Allah, bertaubat kepada Nya, dan bercumbu rayu dengan Nya, maka ia akan merasakan nikmat manakala melakukan aktivitas tersebut.

Semua kenikmatan selain kenikmatan bertaubat dan bercumbu rayu dengan Allah adalah kenikmatan semu yang akan sirna dan bahkan akan berakibat fatal.

Dimanakah posisi anda ?

Minggu, 23 Februari 2014

BELAJAR SAMBIL BERMAIN

BELAJAR SAMBIL BERMAIN

Belajar tidak lah hanya dilakukan di dalam kelas saja, di luar pun ternyata belajar itu sungguh sangat menyenangkan. Selain bisa bermain masih banyak hal yang diperoleh darinya. Apakah itu bentuk kerja sama, saling menghormati, saling menolong, dan harus fokus dengan apa yang sedang kita hadapi saat ini. Pokok e nggak rugi dengan acara semacam ini... 
kalo gak percaya tanya saja pada yang ada dalam foto ini, bagaimana kesannya ???


Persiapan setelah sampai di lokasi......


Belajar untuk bisa rapi, merasa adanya kebersamaan, dan siap untuk melakukan permainan berikutnya


kerapian, kebersamaan akan mewujudkan gerakan yang indah . Saya menyebut permainan ini dengan kursi panjang cz peserta yang berjumlah seratus lebih ternyata bisa duduk bersamaan dengan gerakan seperti itu


Kejar sarung dengan hulahup, peserta berdiri melingkar kemudian kalungkan peserta yang satu dengan hulahup sedang lainnya dengan sarung trus kejar-kejaran searah jarum jam. Mengajarkan ketangkasan dan kecepatan, juga sangat menyenangkan


Blind lead, mengajarkan peserta betapa besar nikmat yang telah diberikan Allah berupa mata. Sebentar mata ditutup akan bisa merasakan ternyata bisa melihat itu nikmat yang luar biasa sedangkan hidup dalam kegelapan itu tak enak. Terlebih tak ada cahaya Islam




Lay mund ( layanan mundur ). mengajarkan peserta untuk bisa kompak dalam bekerja. Tiga peserta, dua menghadap kebelakang satu kedepan dengan membawa gelas yang dikasih air, sementara kaki terikat dan berjalan untuk berlomba mencapai garis finish.



Berdiri diatas balok. Mengajarkan peserta untuk memberi tempat pada peserta yang lain, mengajarkan untuk tidak egois dan menolong orang lain demi keselamatan semuanya.


Mengalirkan kelereng. Mengajarkan peserta untuk fokus pada pekerjaan yang sedang dihadapi, butuh kerjasama untuk meraih tujuannya.


Mengisi pralon dengan air. Mengajarkan untuk kerjasama sekaligus fokus pada pekerjaaannya, sesuai dengan tugas masing-masing. 


Jalan mundur.......Game terakhir sebelum peserta mandi di laut. Lebih menantang karena mata tertutup sementara berjalan kebelakang untuk menceburkan diri kelaut. Waduch....segernya......



Rabu, 19 Februari 2014

MENYIKAPI KRITIKAN DENGAN CERDAS

MENYIKAPI KRITIKAN DENGAN CERDAS




Tak dapat bisa kita hindarkan setiap hari kita sering mendapat kritikan dari porang lain, entah itu karena ucapan kita ataupun perilaku kita. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi kritikan itu. Jangan tergese-gesa dan menjawabnya secara reaktif. Bukankah rasulullah telah memberikan panduan pada kita agar tak emosi ketika melayani orang yang sedang marah, layanilah dengan kesabaran.

Ada sebuah kisah yang sangat menarik yang perlu kita ambil pelajaran. Pada abad 18 H bencana hebat melanda wilayah Arabia Utara. Kholifah Umar bin Khottob ra melewati hari-harinya tanpa istirahat dan tak bisa tidur memikirkan cara menanggulangi bencana tersebut. Beliau bersumpah tidak akan menyentuh mentega dan minum susu ( makan enak ) sampai kelaparan berakhir.

Bencana itu disusul dengan wabah sampai mematikan yang menyebar di Syiria. Kholifah Umar ra mengambil untanya dan berangkat ke daerah-daerah itu tanpa pengawalan seperti layaknya pejabat sekarang ini, untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Dalam perjalanan pulang, ada dijumpainya sebuah tenda kecil yang menarik perhatiannya. Kholifah Umar ra melihat seorang wanita tua duduk di depan pintu tenda itu, beliaupun menyapa dan bertanya :" Apakah anda tahu tentang Kholifah Umar bin Khottob? ia menjawab: "Dia sedang dalam perjalanan pulang dari Syiria ke Madinah." Apalagi yang engkau ketahui ?tanya Umar lagi, dengan nada menyelidik."Apalagi yang perlu diketahuai dari orang jahat itu? biarkan dia pergi ke tempat anjing-anjingnya," jawab si wanita tua itu yang tidak mengetahui bahwa yang ada di depannya adalah Kholifah Umar yang sedang diperbincangkan.

"Mengapa begitu wahai ibu?" tanya Umar. ""Mengapa tidak? dia tidak memberi kami apa-apa hingga sekarang ini," jawab si wanita ketus itu.
Tetapi bagaimana dia bisa tahu, segala sesuatu yang terjadi di wilayah yang jauh ini? jika dia tidak tahui kondisi rakyatnya, mengapa dia masih tetap menjabat sebagai kholifah? kritiknya semakin pedas. Kholifah Umar ra terbuka hatinya, dia memberi rasa hormat kepada wanita itu seraya berbisik dalam hatinya, "ibu, engkau telah memberi Umar pelajaran.

Tentu bukan merupakan suatu yang enteng mengurus rakyat yang sedang terkena musibah bertubi-tubi seperti itu. Segala ikhtiar sudah dikerahkan sampai-sampai Umar prihatin dan bertekad dengan tidak akan makan dan minum yang enak sebelum bencana itu berlalu.

Kesungguhan pengorbanan dan kesederhanaan Kholifah Umar sudah banyak dikenak dikalangan rakyatnya, dia pantang bermewah-mewah, makan lezat dijauhi, sebelum yakin betul seluruh rakyatnya hidup berkecukuoan. Tapi bagaimana apresiasi sebagian rakyatnya ? ternyata wanita tua itu justru mengkritik dan mencela di depan Kholifah Umar.

Menyikapi kritik dengan cerdas memang tidalah mudah. Kebanyakan orang memilih bersikap reaktif. seringkali belum sampai tuntas mendengarkan pesan kritiknya, kita sudah tergesa-gesa menimpali. Belum selesai satu kalimat sudah dibalas dengan sepuluh kalimat pembelaan. Apalagi yang mengkritik itu, dipandang lebi rendah levelnya.

Apa sich, yang diketahui wanita itu di padang pasir terhadap pekerjaan pemimpin seperti Umar. Bukankah upaya maksimal te;lah dilakukannnya. Membalas kritikan dengan berbusa-busa atau berbagai dalih, tidaklah menunjukkannbahwa kita lebih baik daripada orang yang mengkritik. Seorang yang reaktif dan membalas kritikan, apalagi membalas dengan lebih pedas lagi, malah menunjukan dia lebih rendah lagi.

Jati diri seorang tergantung datri sikap kita mengahdapi kritikan itu sendiri, daripada pembelaan yang tidak karuan. Rasulullah bersabda dalam sebuah haditsnya :"Tidaklah dikatakan orang yang kuat karena menang dalam bergulat, sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang sanggup menahan dirinya ketika sedang marah."

Andai Umar ra membalas kritikan itu dengan celaan, tentu seketika martabatnya akan jatuh. Maunya ingin menunjukkan diri lebih baik, tapi justru malah terperosok dalam kehinaan. Reaktif mengahadi kritikan bukanlah sikap terhormat. Hal itu bahkan menunjukkan jiwa yang labil dan kerdil. Hawa nafsu dan ego telah mendominasi dirinya. Alih-alih memahami perasaan da hati orang lain atau berbuat empati terhadap orang lain akan lebih baik kan?

Seorang yang reaktif sesungguhnya lemah mengahadi egonya. Ia tidak bisa mengendalikan diri, sehingga tidak ada pilihan lain dalam mengahdapi kritikan itu, kecuali dengan menyerang balik. Sikap demikian mirip dengan logika binatang yang sedang terdesak lari atau menyerang.

Dalam berbagi bentuknya, seorang yang dikuasai egonya, cenderung tiran, kejam, melampaui batas dan seang memaksa. Kritikan akan dipersepsikan dengan ancaman. Oleh karena itu, sikap refleks yang ditunjukkan adalah balikmenyerang. Sikapnya itu justru mematikan potensi spiritualnya, hanya egonya yang ditonjolkan. Kalau dia seorang pemimpin, tidakakan bisa menumbuhkan potensi diri dan rakyatnya secara maksimal. Sikapnya itiu tidak hanya mematikan nuraninya sendiori, tapi juga menyumbat nurani rakyatnya.

Saat kita bersabar, maka bisikan ruhani akan terdengar. Kita dapat bersikap empatik dan memahami yang dirasakan orang lain. Tidak perlu takut hina, mengakui kelemahan dan kesalahan diri. Sikap Umar ra yang mengaku mendapat pelajaran dan masukan dari wanita itu, apakah membuatnya terhiona? Sama sekali tidak. Pengakuannya itu justru menampakkan kebesaran jiwanya.

Wallahu a'lam bishowwab.

REFRESHING


REFRESHING BERSAMA KELUARGA DI BANYUMILI



Bermain timbangan....sekaligus memberi arahan pada anak-anak bahwa nanti setiap amal perbuatan kita akan ditimbang, oleh karena itu banyak-banyaklah beramal sholih jika ingin timbangan kebaikan berada dibawah





Air...., mengingatkan pada kita betapa air merupakan sumber kehidupan, dimanapun keberadaannya akan sangat dibutuhkan, dari air juga kita bisa belajar bahwa air tak kenal lelah untuk mencapai tujuannya, selalu mencari tempat untuknya dan ketika dibendung maka akan mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk menjebol bendungan itu


Pulang kerumah....., hidup didunia ibarat sekedar bermain seperti apa yang telah dilaluinya. Dan rumah yang sebenarnya adalah kampung akhirat. Berapapun lamanya kita hidup didunia pada akhirnya akn kembali juga ke akhirat Nya.

Semoga saja bisa mengambil manfaat dari apa yang telah kita kerjakan.

Selasa, 18 Februari 2014

APAKAH SAYA GURU YANG BERHASIL ?

APAKAH SAYA GURU YANG BERHASIL ?




Ini sebuah pertanyaan yang dilontarkan seorang guru pada saya beberapa waktu yang lalu. Begini ceritanya :
Bel berbunyi pukul 06.50 , bersamaan dengan itu para dewan guru da murid-murid memasuki ruangannya. Salah seorang guru yang waktu itu tidak mempunyai jam ngajar pertama masuk keruang Tata Usaha dimana saya bekerja. Tri....??.begitulah guru itu menyapaku.  Iya ... pak ada apa .? tanyaku pada beliau. Aku mau tanya sama kamu ? mang mau tanya apa pak guru ? Sebenarnya aku bingung Tri..... dulu waktu ngajar kamu dan teman-temanmu seolah-olah mudah cara menyampaikan pelajaran, tapi sekarang kok beda ya ??. Trus.... bedanya dimana pak?  Ya....kalau dulu diterangkan sebentar saja murid-murid sudah pada paham, tapi sekarang ndak seperti itu. Apakah aku jadi garu yang berhasil...Tri ...?

Begitulah sekilas obrolan saya bersama pak guru yang sudah bertahun-tahun lamanya mengajar. Banyak hal yang perlu kita cermati terutama dalam dunia pendidikan. Yang sering terjadi ketika anak didik mendapat nilai yang kurang bagus maka kesalahan itu langsung dialamatkan pada anak didik itu, sementara guru tak mau mengevaluasi dirinya. Padahal yang saya tahu bahwa belajar itu sepanjang masa sampai akhir hayat. Artinya meski sudah jadi guru tetap masih ada kewajiban untuk belajar. Terlebih menghadapi zaman sekarang ini. Jika hanya megandalkan ilmu yang dulu diterima maka tak menutup kemungkinan akan gagal mendidik anak didik di waktu sekarang.

Masalahnya juga sangat komplek, tak seperti dulu. Nah, inilah yang perlu dipahami oleh setiap guru ataupun pendidik. Sudah saatnya untuk merubah cara mengajar ( mendidik ) dengan model yang berbeda untuk mencapai hasil yang maksimal. Selain itu perlu kirannya setiap guru mempunyai daftar penilaian diri ( DPD ). Nilailah diri dengan skor 1 untuk kategori rendah, 2 untuk kategori rata-rata, dan nilai 3 untuk kategori tinggi.
Sejauh mana nilai yang tercapai.

Coba perhatikan daftar dibawah ini, kemudian nilailah diri anda,...

1. Antusias      : menampilkan semangat untuk hidup
2. Berwibawa  : menggerakkan orang
3. Positif          : melihat peluang dalam setiap saat
4. Supel           : mudah menjalin hubungan dengan beragam anak didik
5. Humoris       : berhati lapang untuk menerima kesalahan
6. Luwes          : menemukan lebih dari satu cara untuk mencapai hasil
7. Fasih            : berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur
8. Tulus            : memiliki niat dan motivasi positif

Berapa nilai yang anda kumpulkan ???

Senin, 17 Februari 2014

MABUK CINTA


MABUK CINTA

Jika orang sedang mabuk cinta berjalan untuk menemui kekasihnya, maka seluruh bala tentaranya akan mengikutinya. Rasa cinta akan menjadi pemimpin tentara, harapan mengatur langkah, rasa rindu akan mengiringinya, dan rasa takut akan menyatukannya di tengah jalan. Jika tempat yang dituju telah dekat maka majulah orang yang mabuk cinta itu untuk bertemu kekasihnya. Ketika bertemu dengan kekasihnya ia akan berkata :

 Obatilah penyakit ragaku yang kamu menjadi penyebabnya
 padamkan api yang kamu menjadi pengobarnya
 janganlah kamu cegah aku karena jauhnya jarak
 padahal kamu tahu kesabaranku yang lemah
 hatiku telah lama ku kirim tuk menemuimu
 karena rasa rindu yang lama menggebu

Ketika telah bertemu sang kekasih seluruh pintu hatinya ditutup untuk menguji apakah kekasihnya setia kepadanya ataukah ia berselingkuh dengan kekasih lain.

Minggu, 16 Februari 2014

BENCANA.......

BENCANA.......

Bumi ketakutan, langit gelap, sungai meluap, tanah longsor, gunung meletus, kerusakan terjadi didaratan dan lautan, barokah menjadi sirna, kebaikan menipis, kemaksiatan merajalela, cahaya siang dan gelapnya malam menangis ini semua akibat ulah perbuatan sebagian manusia yang berbuat dosa. 

Ini pula merupakan peringatan dari Allah swt dari adzab yang telah datang semakin dekat. Maka oleh sebab itu jauhilah semua perbuatan mungkar itu dengan kembali kepada Nya, mumpung pintu taubat itu masih terbuka dan masih ada kesempatan untuk itu. Jika pintu taubat telah tertutup dan  kesempatan itu sudah lewat maka kitapun akan menjadi orang yang merugi.

Berbekalah......! bekalilah dirimu mumpung pasar masih terbuka, harga ada, dan barang-barang murah. Akan datang suatu hari dimana pasar itu tidak lagi menjual barang-barang perbekalan, yaitu hari ditampakkan kesalahan-kesalahan..., dan pada hari ketika orang Dzalim menggigit dua tangannya.....

Senin, 10 Februari 2014

INILAH 8 KUNCI KEUNGGULAN ITU....

INILAH 8 KUNCI KEUNGGULAN ITU....




Unggul adalah jika mempunyai nilai lebih dari yang lainnya. Dan tentunya banyak dari kita yang menginginkan mempunyai kelebihan itu. Tanpa meremehkan orang lain tentunya kita yakin bahwa setiap manusia mempunyai keunggulan masing-masing, apapun itu mungkin di satu sisi kalah dengan yang lainnya akan tetapi disisi lain ia punya keunggulan yang tidak dimiliki orang lain.

Disini akan saya kutipkan 8 kunci keunggulan yang dikutip dari buku Quantum Teaching, semoga bisa bermanfaat..

1. Integritas ( Kejujuran ). Bersikaplah jujur, tulus, dan menyeluruh. Selaraskan nilai-nilai dengan perilaku anda.

2. Kegagalan Awal Kesuksesan. Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang anda butuhkan untuk sukses. Kegagalan itu tidak ada, yang ada hanya hasil dan umpan balik. Semuanya dapat bermanfaat jika anda tahu cara menemukan hikmahnya.

3. Bicaralah Dengan Niat Baik. Berbicaralah dengan pengertian positif, dan bertaggungjawab utuk komunokasi yang jujur dan lurus. Hindari gosi dan komunikasi yang berbahaya

4. Hidup di Saat Ini. Pusatkan perhatian anada pada saat ekarang ini, dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kerjakan setiap tugas sebaik mungkin.

5. Komitmen. Penuhi janji dan kewajiban anda, laksanakan visi anda. Lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan anda.

6. Tanggung Jawab. Bertanggungjawablah atas tindakan anda

7. Sikap Luwes atau Fleksibel. Bersikaplah terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu anda memperoleh hasil yang diinginkan.

8. Keseimbangan. Jaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa anda. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara tiga bidang ini.

Selamat mencoba !!!!!


Selasa, 04 Februari 2014

KUNCI BAHAGIA

KUNCI BAHAGIA



Saya rasa semua orang menginginkan bahagia, ada yang bilang bahagia itu sangat mudah, sederhana. Namun demikian ada juga yang yang mengatakan untuk bahagia itu butuh perjuangan yang berat dan panjang. Nah, disini sedikit saya akan sampaikan bahwa kunci bahagia itu ada tujuh, yang semuanya sudah terangkum dalam kalimat itu sendiri.

Mari kita simak bersama :

B ( Berbagi ) Untuk bisa bahagia sering orang melakukan berbagai jalan diantaranya adalah dengan BERBAGI. Bisa berbagi ilmu, pengetahuan, pikiran dan bahkan ada yang bahagia ketika harus rela berbagi dengan harta bendanya. Masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Tak kan sama satu dengan yang lainnya.

A ( Apresiasi ). Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri jika kita mendapat apresiasi dari orang lain, begitu juga ketika kita lagi bahagia kitapun akan memberikan apresiasi itu untuk orang lain juga. Intinya semua kita itu bahagia ketika apa yang kita lakukan mendapat apresiasi. begitu kan sob?

H ( Hadapi ) Untuk bahagia seperti yang saya sampaikan tadi terkadang memburuhkan waktu, tenaga bahkan biaya yang besar. Namun itu semua haruslah dihadapi. Sebab hanya dengan menghadapi masalah itu maka pada akhirnya kita akan merasakan bahagia.

A ( Ambil ). Mengambil hal yang positif, yang dapat menambah wawasan kita adalah sesuatu yang sangat membuat kita bahagia. Betapa banyak orang yang bahagia setelah bisa membaca AL Qur'an misalnya, begitu juga dengan ilmu yang lainnya maka ketika ada kesempatan maka abillah kesempatan itu sebelum terlewatkan.

G ( Gunakan ) Menggunakan semua pemberian Allah dengan semaksimal mungkin adalah kunci kebahagiaan kita. Bisa kita maksimalkan penglihatan kita, pendengaran kita untuk hal-hal yang positif tentunya. Ketika salah dalm menggunakan semua itu maka kerugianlah yang akan kita terima.

I ( Ikhlas ). Semua itu tak kan bernilai disisi Allah jika tidak dilakukan dengan keikhlasan. Dan betapa bahagianya jika kita bisa melakukannya dengan iklhlas tanpa paksaan dan hanya mengharap pahala dari Nya.

A ( Abadikan ) . Abadikan....yach,,, semua hal yang baik yang telah dilakukan hendaklah dilakukan secara terus menerus jangan sampai putus ditengah jalan. Hal yang baik meski sedikit harus tetap dijalankan. Bukankah kita masih ingat bahwa amalan yang dicintai Allah adalah sedikit akan tetapi berkelanjutan.



Popular Posts

Pengikut