Jumat, 28 Februari 2014

TAK MUDAH MENUNDUKKAN HATI WANITA

TAK MUDAH MENUNDUKKAN HATI WANITA




Wanita..... apa yang terbayang jika disebutkan seorang wanita?. Mungkin akan terbayang dibenakmu sosok yang lemah gemulai, santun, lembut, penuh perasaan dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan disini. Anda lebih tahu hal ini daraipada saya. Namun satu hal yang perlu dicermati terutama bagi kaum lelaki bahwa dibalik kelembutan, dibalik lemah gemulainnya dan dibalik kelemahannya menyimnpan hati yang susah untuk ditundukkan.

Dalam ceramahnya seorang ustadz memberikan ilustrasinya bagaimana kehidupan dalam rumah tangga itu. Kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan  penuh keberkahan itu bukan berarti tidak ada masalah dalam keluarga itu. Akan tetapi masalah itu tetap akan ada dan selalu ada namun demikian keluarga itu mampu menyikapi dan menyelesaikan masalah itu secara bijak dan dewasa. 

Suatu hari ustadz tadi mendapat undangan untuk mengisi di salah satu acara pengajian di kampung sebelah. Setelah selesai memberikan taushiahnya ustadz tadi pulang kerumah. Namun di tengah perjalannya beliau sempat berpikir ,"apa ya yang aku bisa bawakan untuk istriku yang dirumah? sejenak setelah berfikir akhirnya beliau membelikan buah jeruk 1 kg lalu jeruk itupun dibawanya pulang kerumah. Sesampainya dirumah betapa bahagianya ketika sang istri membukakan pintu ternyata suami tercintanya membawakan sebungkus plastik yang berisi jeruk. Tapi apa yang terjadi setelah jeruk itu dimakan? hemmm....kok masam (kecut) sich bah? memang tadi abah beli dimana? berapa rupiah satu kilonya ? terus kenapa abah gak milih yang bagus- bagus saja sich?. Begitulah komentar sang istri setelah menikmati buah jeruk yang di bawa suaminya. Yach...itu sich abah beli diwarung sebelah masjid itu, trus satu kilonya sepuluh ribu, dan aku gak bisa milih mi..maafkan abah ya ..? Ya udah....sahut istrinya lain kali kalo beli jeruk yang manis ya bah. Insya Allah mi..

Seminggu berikutnya ustadz tadi mendapat panggilan untuk mengisi diacara pengajian remaja lagi. Seperti hari yang telah berlalu setelah memberikan ceramahnya sang ustadzpun pulang. Namun kali ini beliau membelikan jeruk yang besar-besar, manis, dan dengan harga yang paling mahal di warung buah itu. Belum sampai mengetuk pintu sudah disambut sang istri di ruang depan. Wah....kalo yang abah bawa kali ini pasti lain dengan yang kemaren, betul kan bah? terus berapa harganya yang semacam ini  ? abah beli dimana? berapa satu kilonya? abah pasti milih ya ? begitulah sederetan pertanyaan yang dilontarkan sang istri pada suami tercintanya. Yach...begitulah mi...memang harganya saja beda dengan yang kemaren. eh.....apa bah mang ini lebih mahal ya? pantesan uang abah habis utuk beli buah ini sehingga jatah yang seharusnya diberikan untukku berkurang....

Begitulah kejadiannya, tak mudah memberikan kebahagiaan pada seorang istri, tak mudah memberikan yang terbaik untuk istri dan tak mudah memberikan sesuai dengan kesukaan sang istri. Ternyata dari dua kasus itu bisa ditarik kesimpulan meski sang suami sudah berusaha untuk membuat istrinya senang, bahagia dan puas akan tetapi diluar dugaannya. Semua yang dilakukannya masih tetap dikomen sama istrinya. Bukan hanya sekali tapi sering. Oleh karena itu dengan kasus kejadian semacam tersebut diatas semoga saja kita yang sebagai suami betul betul memahami karakter istri kita, demikian juga sebagi istri bagaimana anda bisa menerima pemberian suami anda.

Wallahu a'lam bishowwab

1 komentar:

  1. hehe, sepetinya pernah denger dimna gtu ya,,, hehhee...
    isetrrinya cerewet ya? ckckckck...
    suaminya kudu sabar begini nih.. :)

    BalasHapus

Popular Posts

Pengikut