Rabu, 07 November 2012

TUGAS MULIA SEORANG ISTRI….


TUGAS MULIA SEORANG ISTRI….

Sesungguhnya hadirnya seorang istri ke dunia ini membawa tugas yang sangat mulia, yaitu menebarkan ketenangan dan kedamaian dalam kehidupan umat manusia. Diciptakan Nya Hawa ditengah-tengah kesunyian Adam adalah sebuah bukti nyata dari pentingnya seorang istri.

Dari segi Psikologi seorang istri dituntut untuk bisa memberikan ketenangan dan kedamaian dalam rumah tangga, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Ar Rum ayat 21 :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa  tentram kepadanya, dan dijadikan Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang…..

Sedangkan dari segi Reproduksi dan generasi seorang istri dituntut untuk mampu melahirkan keturunan yang berkualitas Rabbani, hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah swt dalam surat An Nisa ayat 1 ;” Hai manusia bertaqwalah kepada rAbb yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah ciptakan istrinya. Dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan menggunakan nama Nya kamu saling meminta satu sam lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Apabila ditinjau secara makro, fungsi psikologis seorang istri tidak hanya sebagai stabilisator dalam rumah tangga saja, akan tetapi juga dalam masyarakat dan Negara. Oleh karena itu benar jika dikatakan bahwa “istri (wanita) itu adalah tiang Negara” mengapa demikian? Sebab istri bisa membuat suami menjadi koruptor ulung dan mencetak anak-anaknya menjadi perampok kelas kakap, sebagaimana dia juga bisa memperkuat keimanan sang suami dan mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholih dan sholihat.

Dan jika seorang istri tidak mampu melaksanakan dua tugas mulia tersebut boleh dikatakan dia telah gagal dalam kehidupannya. Contoh kongkrit adalah Ummu Jamil ( istri Abu Lahab), mengapa demikian? bukankah pasangan itu nampak serasi?. Istri Abu Lahab dianggap gagal dalam memerankan perannya sebab yang pertama ia gagal mengemban tugas Ilahi, dan sebab yang kedua adalah meski ia bersama dengan suaminya memerangi dakwah Nabi akan tetapi mereka bukanlah pasangan  yang aman tentram dan serasi dalam kehidupannya.

Suatu pagi Ummu Jamil dan suaminya, Abu Lahab terbangun dari tidurnya karena mendengar seruan : “Hai, waktu pagi……!” Siapakah yang meneriakkan itu, mengajak orang untuk berkumpul diwaktu sepagi ini,?” Tanya Ummu Jamil kepada suaminya. Suaminya tidak menjawab selain menguap di atas tempat tidur. Ummu Jamil mengulang-ulang pertanyaanya itu ditelinga suaminya, sehingga dengan kesal suaminya berkata :”Perempuan keji”. Aku tidak ada urusan dengan orang yang berteriak di waktu sepagi ini!” Ummu Jamil tidak membiarkan suaminya memutar punggung dan kembali tidur, bahkan ia terus mengulang-ulang pertanyaan itu di telinga suaminya. “Celaka aku karenamu, hai perempuan jahat!’, bentak Abu Lahab di muka istrinya. Ummu Jamil menjawab tidak kalah pedasnya, “Aku pun celaka karena kau, hai pemalas yang suka tidur! Jika kau tak memberi tahu tentang orang yang berteriak di waktu sepagi ini, aku tak kan membiarkan kamu tidur walau sekejap!”.

Nah, berangkat dari kisah tersebut maka dapa dikatakan bahwa keluarga yang mawaddah dan rahmah tidak akan terwujud tanpa adanya rasa sakinah. Dan rasa sakinah ini merupakan kewajiban seorang istri untuk mewujudkannya. Sebagaimana sabda Rasul :” sebaik-baik istri ialah yang apabila engkau pandang, dia menggembirakan dan menyejukkan hatimu. Apabila engkau perintah (untuk taat kepada Allah), dia taati dan ia senantiasa memelihara dirinya dan hartamu di belakangmu (HR At Tabrani dari Abdullah bin Salam).

Demikianlah sob, begitu besar dan mulia nya peran seorang istri makanya jangan berani beraninya sama istri he he he

9 komentar:

  1. waduh... hihi.. terakhirnya ada nada ancaman, hehe
    aku tunjukin tulisan ini ke istri ahh...
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo cepetan tunjukin ke istri

      Hapus
  2. perannya sangat besar maka mendidik wanita sangatlah penting.
    mengapa harus takut istri?

    BalasHapus
  3. sekali kali nulis ttg suasana di desa sana bagaimana ? *cuma usul*

    ya, peran istri memang penting dlm rumah sama spt peran suami juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. usul saya tampung dulu mbak, sudah ada rencana untuk itu mbak doain ja bisa nulis tentang suasana di sini

      Hapus
  4. jangan berani-berani tuhh para suami hayoo

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayoo suami mana yang berani ma istrinya

      Hapus
  5. Setiap keindahan adalah perhiasan dunia dan sebaik-baik perhiasan adalah istri yang salehah. Mewujudkan keluarga sakinah berarti melibatkan semua anggota keluarga itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali istri yang sholihah merupakan perhiasan yang tiada taranya

      Hapus

Popular Posts

Pengikut