Rabu, 19 September 2012

AKIBAT PERGAULAN BEBAS


AKIBAT PERGAULAN BEBAS

Postingan kali ini akan saya tulis sebuah pengakuan dari seorang wanita yang menderita akibat pergaulan bebas. Pergaulan tanpa batas, bagi seorang wanita bukan hanya merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita tapi juga menjual masa depan dengan harga yang sangat murah. pola pikir instan, sok cantik, dan tak patuh pada nasihat orang tua menjadikannya kehilangan masa depan.

Beginilah ia menuturkannya :
Saya anak kedua dari lima bersaudara. Kakakku laki-laki dan aku anak perempuan paling besar dan adikku keduanya perempuan. Latar belakang keluargaku sebenarnya cukup baik. Ibu sering menasehati tentang berbagai hal termasuk membekali saya dengan sopan santun dan cara bergaul yang baik. Sementara ayah, karena seorang pegawai borongan jadi  jarang dirumah.

Prestasi saya disekolah cukup baik, tidak pernah tertinggal kelas. Hingga tamat SLTP semuanya tidak ada masalah. Namun saat SMU saya salah gaul, temen-temen sepergaulan cenderung ke hura-hura dan nongkrong di mall. Namun sayang, saya tidak sadar bahwa masa itulah awal tragedi yang saya rasakan kini. Saya terbawa arus pergaulan yang tidak sehat.

Herannya, teman-teman saya bukan orang berada, tapi mereka merasa sok kaya, dandanan menor, pakaian dengan aksesoris mencolok dan kalo ngobrol sok orang gedean. Padahal di rumahnya mereka orang susah, namun pandai merayu orang tua demi memenuhi gengsinya disekolah. Yang paling menyebalkan, prestasi merekapun tidak ada yang baik. Saya menjadi anak bodoh yang sok pintar.

Kelompok kami sering sebut “ koboy-koboy betina” tapi kami menyebutnya “gank artis”. Kami bergerombol kesana kemari. Hingga SMU kelas II, anggota kami tetap sepuluh orang, yang tiga orang sekelas dan sisanya beda kelas. Hal yang sering bahkan rutin kami lakukan adalah lomba merayu pria. jika ada pria ganteng kami pasang strategi, siapa yang mampu menggaet pria tersebut, dialah pemimpin kami bulan berikutnya dan seterusnya. Padahal kelompok kami masing-masing telah memiliki pacar setia dan sering gonta ganti pacar. Pacar-pacar itu semuanya bukan berasal dari sekolah kami, kebanyakan dari SMU lain, ada juga yang mahasiswa atau remaja pengangguran.

Sebenarnya saya malu mengungkapkannya, tapi demi pelajaran bagi semua, maka saya ungkapkan sebagian. Pada pertengahan kelas II SMU, kelompok kami sepakat untuk mengakhiri masa keperawanan. Bahkan jika ada yang telah hilang keperawanannya memberitahukan dengan bangga. Sebaliknya bagi yang belum, dianggap kurang pandai merayu. Sebelum itu terjadi, kami sering nonton  blue film bersama sama, kadang kami juga gentian saling pinjam majalah biru. Yang menjijikkan, kami juga sering mandi bersama layaknya binatang.

Terus terang ini perilaku bejat yang kami lakukan kala itu. Hingga akhirnya, kehidupan seks bukan hal aneh lagi. Jika ada acara camping, kami sering membooking tempat tersendiri. Sebuah Koran pernah memberitakan, ditemukan puluhan kondom di bekas camping siswa SMU di sebuah tempat wisata, itulah (mungkin) bekas kelompok kami atau mungkin yang lainnya, karena gank-gank itu bukan hanya kelompok kami.

Hampir seluruh kelompok kami pernah hamil termasuk saya. Kami memiliki langganan dukun anak yang bias menggugurkan kandungan kami. Sekalipun aborsi itu sangat berbahaya, tapi kami terpaksa melakukannya. Biasanya kami diantar oleh yang lainnya. Jika itu terjadi,kami bolos beberapa hari dengan alas an sakit. Hal it uterus terulang hingga tamat SMU, ada yang pernah hamil hingga tiga kali, saya sendiri hanya dua kali. Setelah itu sekalipun pacar tidak pakai kondom, saya tidak hamil.

Lulus SMU kelompok kami bubar, sebagian ada yag langsung menikah. Sebagian besar putus dengan pacar-pacarnya seiring dengan tamatnya studi termasuk saya. Ada juga yang melanjutkan studi. Sementara saya langsung kerja di sebuah supermarket. Sebenarnya saya ingin kuliah, namun orang tua tak mampu membiayai.

Dua tahun setelah tamat SMU saya menikah dengan teman satu kerjaan. Dia orangnya baik, lebih dewasa dan juga datang dari keluarga baik-baik. Saat itu saya berpikir, inilah saatnya saya menebus dosa-dosa saya dulu, saya ingin setia dan mengabdi pada suami. Untuk itu, saya keluar kerja dan konsentrasi di rumah.

Namun sepandai pandainya menyembunyikan terasi baunya tetap tercium juga. Ternyata suami saya sering tanya-tanya mengenai saya terutama tentang malam pertama dulu ketika dia mendapatkan saya tidak perawan lagi. Akhirnya mendapatkan informasi yang menyebabkan dia stress. Dia juga sering mengeluhkan, hingga pernikahan setahun bahkan hampir dua tahun belum juga dikaruniai anak. Dari pemeriksaan dokter disebutkan, saya mandul karena pernah keguguran. Mendengar kuguguran suami saya kaget karena selama ini hamilpun belum pernah. Mungkin akibat aborsi yang pernah dua kali saya lakukan dulu.

Saya sadar, masa lalu saya hitam pekat. Kemandulan yang saya alami adalah buah dari perbuatan bejat saya. Setahun setelah itu, say lihat suami saya kurang bersemangat menghadapi saya. Saya hanya “dipakai” sekali-kali itu juga dapat dihitung jari dalam setahun ini. Dia juga kadang malas pulang ke rumah. Kadang saya ingin menggugat cerai, tapi takut karena saya merasa bersalah. Akhirnya saya pasrah dan akan menerima segala konsekuensi hidup ini termasuk apa yang akan diputuskan suami.

Namun sebagai wanita, tangisan saya meledak juga, ternyata suami saya nikah lagi dengan seorang gadis dari kampung seberang dan dia tengah mengandung enam bulan. Sakit rasanya hati ini. Sejak saat itu dunia serasa mendung, awan pekat bergelayutan di mata saya, cobaan ini teramat berat bagi seorang wanita. Semula suami saya bingung menghadapi kondisi saya, nanum akhirnya dia cuek saja.

Ibu menyarankan agar saya menggugat cerai, tapi say menolak. Biarlah hal ini terjadi, mudah-mudahan bias menghapus dosa-dosa di masa lalu. Saya pun kadang pergi ketempat di mama saya pernah melakukan maksiat. Di sana saya menangis sekeras-kerasnya, mengapa tanah itu mengizinkan saya berbuat maksiat.  Kadang muncul rasa ingin balas dendam pada teman-teman, namun itu tidak ada gunanya.


15 komentar:

  1. Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari kisah tersebut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mas fadly setiap kisah ada pelajaran yang bisa diambil

      Hapus
  2. kunjungan balik,, salam kenal.. salam manis.. salam sahabat blogger..

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam blogger selalu semoga tetap semangat mas didin

      Hapus
  3. pergaulan bebas berbahaya..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mas, pergaulan bebas berbahaya

      Hapus
  4. penyesalan memang hadir belakangan, namun semoga segera mendapatkan ketenangan dan bisa mengambil hikmah untuk melanjutkan hidup yang lebih baik lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mas akhmad penyesalan datang belakangan, semoga saja demikian setelah ada penyesalan ada kehidupan yang lebih baik lagi

      Hapus
  5. wanita yg tak bisa menjaga kesuciaanya akan menanggung aib sepanjang hayatnya beda dg laki laki ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali bu, memang sangat berat ujian bagi para wanita

      Hapus
  6. waaaaoow..ceritanya memiliki banyak pelajaran :)

    BalasHapus
  7. ya Myuz semoga bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, trims kunjungannya

    BalasHapus
  8. masanya anda membayar apa yang anda sudah ambil diwaktu sebelumnya,anda cerai juga percuma,toh laki2 lain akhirnya tahu anda wanita mandul,ngapain dinikahi juga?
    jadi meski dimadu,nikmati saja,ikhlas saja,masih untung berstatus istri,daripada janda mandul pula

    BalasHapus
  9. ➡Kunjungi blog kisah nyata

    http://pengalamanmlmenghancurkanku.blogspot.co.id/2016/12/ini-ceritaku-setahun-lalu-saat-aku.html?m=1



    Buat Kalian adik2ku.gadis gadis kecil cantik menawan. ingat,ada satu hal didunia ini yang gabisa diubah lagi.yaitu keperawananmu (...)

    BalasHapus

Popular Posts

Pengikut