Sabtu, 26 Januari 2013

SOSOK GURU DI MATAKU

SOSOK GURU DI MATAKU



Sosok guru dalam pandanganku sudah tidak asing lagi, sebab aku terlahir dari seorang guru sekolah dasar, sekarang ini istriku juga seorang guru, dua kakak saya juga sebagai guru dan ketiga adik sayapun menjadi guru. Meski aku sendiri bukan lah guru di sekolahan namun aku juga dipanggil guru, he  he guru ngaji, bahkan juga saudara saduara dari istriku banyak juga yang menjadi guru. Ala kulli hal guru itu ada disekelilingku.

Dari pengamatanku ternyata banyak hal yang kudapatkan tentang sosok seorang guru, diantaranya ialah :

1. Guru dan Buku, seorang guru tak kan lepas dari buku. Bagaimana bisa guru melepaskan bukunya, apa yang akan diajarkan kepada anak didiknya? aku salut terhadap guru yang senantiasa membawa buku, mebaca, menelaah dan memberikannya pada anak didiknya. Dan aku juga merasa heran jika ada guru yang lepas tanpa buku, Meski ada sih,, gurru yang sudah hafal meterinya.akan tetapi bagiku alangkah baiknya juika guru itu selalu bersama buku yang diajarkannya, Yaa ....sebagai persiapan saja kalau kalau ada murid yang menanyakan. dan kebetulan lupa, kan bisa buka buku itu..

2. Guru adalah Jabatan yang mulia. Masih ingat ketika kita masih anak-anak jika ditanyakan tentang cita cita maka sebagian besar akan menjawab ingin jadi guru.,karena kebetulan yang nanyai waktu itu seorang guru maka banyak daria anak anak itu yang ingin seperti yang dilakukan gurunya. Hal lain bahwa guru disalah satu daerah masih sangat dihormati, karena betapapun seorang yang sudah menyandang guru maka dari segi akhlak, sopan santunya akan menjadi panutan di masyarakat itu.

3.Guru adalah sosok yang ditakuti. Dibanding orang tua sendiri guru akan lebih ditakuti oleh anak anak  bahkan dengan satpam pun anak anak itu lebih takut pada gurunya. Jika saja seorang guru itu memberi masukan kepada anak-anak untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan orang tua juga mempunyai pilihan yang lain. kebanykan anak lebih memilih apa yang diarahkan oleh gurunya.

4.Banyak manusia yang diciptakan. Betapa banyak orang-orang yang sukses menjadi dokter, mentri, politikus, seniman karena dari tangan guru guru yang senantiasa membimbing dan membinanya sejak kecil. Intinya menjadi apapun sekarang ini tidak akan terlepas dari peran seorang guru.

5.Guru bukan pembantu, Memang salah satu tugas guru adalah membimbing, membina dan mengarahkan pada anak didiknya, tapi itu semua bukan berarti guru bisa disamakan pembantu. Tugas mendidik anak adalah merupakan tugas bersama antara ortu dan juga guru, artinya jika disekolahan anak tanggung jawab guru sedangkan kalau dirumah adalah tanggung jawab penuh orang tua. Dan tanpa kerja sama yang baik sulit untuk menjadikan anak menjadi anak yang baik.

6.Guru bekerja pagi hingga petang. Dihitung waktu ternyata guru itu bekerja seharian. dari pagi sampai sore, bahkan juga ada yang lembur sampai malam. Itu semua dilakukannya karena ada keinginan untuk mencerdaskan anak-anak diidknya. Bahkan juga rela mengorbankan waktunya sendiri untuk keluarga. Maka jika saja guru tidak pandai dalam mengatur waktu yang terjadi adalah kepincangan. Mendidik orang lain sementara anak sendiri kurang didikan. 

Demikan sob guru dalam pandanganku, bagaimana dengan anda apa punya pendapat lain ?


14 komentar:

  1. kau tahu ukhti, aku dari dulu ingin menjadi guru. Walau kenyataan tak bisa. Namun dlu aku pernah menjadi guru kecil. Saat mengajarkan ttg hafalan qur'an aku masih bersyukur pengelaman ini indah.
    Namun guru itu adalah diriku sendiri. menjadi guru di tengah keluarga pun bisa ku lakukan.
    Dan impian mengajarkan guru tanpa tanda jasa dan benar2 ingin mendidikan anak menjadi lebih baik adalah dambaanku.
    septimu juga ku yakin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. merupakan kebahagiaan tersendiri jika bisa menularkan ilmu sekaligus mendidik dan membina anak anak termasuk juga anak didik kita.

      Hapus
  2. ...hmm.. lau bagaimana sosok anda di mata guru anda?!?! :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hemmm...kalo itu yang lebih tahu tentunya guruku, tapi aku tetap berusaha menjadi siswa yang baik koq

      Hapus
  3. guru cita-cita sejak kecil karna saya suka guru yang pandai bercerita ttg pengalaan hidupnya. sampai sekarang saya ingat betul posisi guru agama saya yang suka bercerita. kala beliau bercerita di kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu ketika guru sedang bercerita maka itu akan selalu membekas dalam diri anak didik, pengalaman saya juga demikian meski sudah bertahun tahun ketika ketemu murid saya selalu yang diingat adalah cerita yang dulu saya ceritakan padanya

      Hapus
  4. Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa Pak Narno. Gak kebayang apa jadinya negeri ini kalau tiada guru yang berjuang mencerdaskan anak didiknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mas, maka sudah selayaknya jika kita berterima kasih pada guru kita baik yang formal maupun non formal

      Hapus
  5. guruku dl macem2 :D jadi kesannya maem2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama Cool. setiap orang punya karakter yang berbeda beda jadi kesannya pun juga berbeda -beda

      Hapus
  6. CITA2 NAK JADI GURU JUGA..SAMPAI SKRG GURU..GURU DI RUMAH AJAR ANAK..GURU JUGA KAN...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Knor, ibu itu madrasah ( dimana dimadrasah itulah anak-anak kita akan banyak belajar tentang semuanya )

      Hapus
  7. Balasan
    1. oh ya...bu guru, sekarang baru tahu kalo mabak itu juga seorang guru, mengajar dimana ya ?

      Hapus

Popular Posts

Pengikut