Senin, 03 Juni 2013

SULITNYA MENERIMA PENDAPAT ORANG LAIN

SULITNYA MENERIMA PENDAPAT ORANG LAIN


Ketidaksudian seseorang untuk menerima pendapat yang berlawanan dengan pendapatnya. Bahkan dia sama sekali tidak mau memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk mengemukakan pandangannya. Lebih jauh, dia akan murka dan merasa sangat gerah ketika mendengar pendapat yang berseberangan dengan pendapatnya.

Hal seperti ini sering muncul dalam kehidupan kita, ada  beberapa hal ynang mengindikasikan bahwa seseorang itu sulit untuk menerima pendapat orang lain, diantaranya :


1. Memotong pembicaraan orang yang pendapatnya berlawanan dengan pendapat dirinya, di saat sedang berbicara.
2. Murka dan emosi ketika mendengar pendapat yang berseberangan dengan pendapatnya
3. Penentangan keras terhadap pendapat lain yang berlawanan, tanpa argumen yang logis
4. Hanya melihat sisi negatif pendapat yang berlawanan dan tidak mau melihat sisi positifnya
5. Tidak mau mengakui kesalahan sendiri.

Sob, tidak menerimanya seseorang akan pendapat orang lain juga ada yang melatarbelakanginya,yaitu:

1. Bangga dengan pendapat sendiri
2. Tidak terbiasa mendengar pendapat yang berseberangan dengan pendapatnya, khususnya manakala ia menjadi orang penting yang memikul tanggung jawab.
3. Berburuk sangka kepada orang yang memiliki pendapat yang berbeda denagn pendapatnya.
4.Tidak memiliki pengetahuan cukup tentang etika berbeda pendapat
5. Keyakinan yang kuat bahwa pendapatnyalah yang benar berdasarkan berbagai kajian terhadap realitas, datya statistik serta berbagai realitas historis
6. Karakter pemarah yang sudah mendarah daging
7. Sentimen pribadi antara ia dengan orang yang berseberangan pendapat dengannya
8. Jiwa menyukai perdebatan
9. Pengaruh lingkungan keluarga tempat ia dididik

Tak ada masalah yang tak bisa dipecahkan...., solusi dari semua itu bisa kita upayakan :

1. Menanamkan adab dan tata krama berselisih pendapat 
2. Menanamkam suatu pemahaman bahwa tidak setiap perbedaan pendapat itu tercela
3. Membiasaka diri dengan sifat toleran, lemah lembut dan kasih sayang
4. Menyampaikan pendapat dengan cara yang baik
5. Membiasakan diri membuka ruang perdebatan serta sikap bisa mendengar segala bentuk pendapat dan pola pandang orang lain dalam hal pendidikan.
6. Menanamkan nilai agar tidak kagum dengan pendapatnya sendiri, terutama yang tidak berdasar
7. menanamkan pemahaman sikap menerima kenyataan adanya "ragam kebenaran". Hal itu dapat disaksikan di kisah " Sholat di Bani Quraidhah".


4 komentar:

  1. saya berusaha dan belajar untuk tidak memotong pembicaraan orang lain dan berusaha untuk lebih mendengarkan.

    BalasHapus
  2. saya pun suka mendengar..merapu saya lari je..anguk2 je

    BalasHapus
  3. Termasuk kebiasaan juga kah mas ? :)

    BalasHapus
  4. saya akan usaha untuk selalu mendengarkan pendapat orang lain tanpa memotongnya serta tdk selalu Negative Thinking :)

    BalasHapus

Popular Posts

Pengikut