Ranking

Selasa, 23 April 2013

UMPAN BALIK

UMPAN BALIK

Seorang nakoda kapal dalam mengemudikan kapalnya agar tetap berada di jalan yang benar bergantung pada kompas, mercusuar, dan bintang-bintang di langit. Jika kapal salah arah maka berdasarkan tanda-tanda dari mercusuar dan bintang, akan dapat cepat dikembalikan ke arah yang benar.

Setiap manusia, sebenarnya mendapat informasi mengenai hasil tingkah lakunya dari manusia lain yang ada disekitarnya. Informasi tersebut dapat dipergunakannya untuk memperbaiki tingkah lakunya. Jika dalam suatu pembicaraan, misalnya kita ingin meyakinkan seseorang tentang sesuatu dan merasa bahwa tidak berhasil, maka kita akan mencoba mencari argumen lain ataupun mencari cara lain agar kita berhasil meyakinkannya.

Biasanya kita akan memberikan umpan balik pada orang lain tanpa kita sadari dan juga tanpa diminta. Umpan balik ini dapat berwujud macam-macam, seperti pendengar yang menguap pada waktu mendengarkan ceramah, suami yang mengatakan pada istrinya bahwa hari ini cantik sekali, dan atasan yang mengatakan pada anak buahnya bahwa ia tidak boleh ikut dalam proyek selanjutnya karena kegagalannya dalam proyek sebelumnya.

Orang lain akan bereaksi terhadap apa yang kita lakukan melalui kata dan perbuatan, gerak-gerik dan mimik wajah ( bahkan tidak bereaksi atau umpan balik dengan berdiam diri juga merupakan reaksi ). Tentu sajahal ini mudah menimbulkan salah paham, misalnya kalau ternyata si pendengar menguap bukan arena ia tidak berminat pada ceramahnya, melainkan ia sama sekali tidak tidur semalaman. Dalam hal ini, di Indonesia norma yang berlaku, yakni tidak menunjukkan perasaan, atau dengan kata lain sedapat mungkin tidak memberikan umpan balik yang terbuka. Akibatnya, umpan balik sering diberikan secara tidak langsung atau tidak terang-terangan dan isyarat-osyarat yang terjadi dpat diartikan macam-macam. Ada pula situasi-situasi ( misalnya karena sopan santun dan rasa hormat pada seseorang ) lalu sebaiknya kita tidak memberikan umpan balik dengan terang-terangan. Akan tetapi, dalam banyak hal situasi akan sangat membantu, jika kita mengetahui secara pasti bagaimana reaksi atau pendapat orang lain mengenai apa yang kita lakukan.

Kita semua ingin tahu, bagaimana pendapat orang lain akan diri kita. Namun, pada wakti yang bersamaan kita juga takut dan peka jika mendapatkan umpan balik yang negatif. Oleh karena itu, makin sering kita "bercermin" yaitu menyadari bagaimana pandangan orang lain terhadap kita, maka makinbanyak kita belajar tentang diri kita sendiri. Dalam kelompok kecil yang terdiri dari orang-orang yang kita kenal baik, tentunya akan lebih mudah menerima umpan balik daripada kalau dalam situasi kehidupan sehari-hari. Padahal yang penting agar kta mengetahui dengan baik bagaimana umpan balik orang lain terhadap tingkah laku kita. Dengan demikian kita dapat mempertimbangkan, apakah kita ingin mengubah suatu tingkah laku tertentu atau tidak karena bagaimanapun kita tidak lahir didunia ini untuk menjadi seperti yang diinginkan orang lain.

Umpan balik adalah reaksi perasaan kita terhadap tingkah laku orang lain, dan karenanya selalu merupakan kesan yang subyektif. Oleh karena itu, umpan balik tergantung pada si penerima; apa yang dianggapnya penting untuk diterima. Jika kita mendapat umpan balik dari orang lain, sebaiknya kita :
- bertanya dengan jelas bagaimana masalahnya, atau dalam hal apa umpan balik tersebut diberikan
- meneliti kembali apakah kita memahami maksudnya dengan benar
- mengatakan pada orang tersebut bagaimana pendapat dan perasaan kita sendiri. Namun, hal ini bukan berarti langsung membela diri.

2 komentar:

  1. siipp.. ada solusinya juga..

    pak triwin ijin share yaa... mlem jum'at nanti mw tak smpekan ke temen2 pz kajian ah/..


    mkasih pak triwin

    BalasHapus

 ZAITUN ( Zaman Akhir Ini Untuk Ngaji )   Salah satu fenomena yang cukup memprihatinkan pada zaman kita saat ini adalah rendahnya semangat d...